Malang Post

You are here: Batu Agropolitan Digerojok Kartu Jamkesmas

Digerojok Kartu Jamkesmas

Share
Peserta Tak Bisa Semaunya Pilih RS

BATU-Warga kurang mampu di Kota Batu, segera menerima kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dari Dinas Kesehatan. Dinkes telah menerima sekitar 34 ribu kartu tersebut, yang dikirim oleh Pemerintah Pusat pertengahan bulan Desember lalu.
Pihak Dinkes sendiri, hingga kini masih melakukan verifikasi calon penerima kartu Jamkesmas. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Endang Triningsih, verifikasi ditargetkan selesai Januari ini. Pada pertengahan bulan, data dari desa belum sepenuhnya masuk ke Dinas. Proses verifikasi pun cukup rumit, sebab harus dilakukan pengecekan by name dan by addres.
“ Ketika dicek ada satu orang dapat dua kartu, ada pula yang tercatat tapi ternyata kartunya tidak ada,” ungkap Endang sapaan akrabnya,kepada Malang Post kemarin.
Pembiayaan dalam jaminan kesehatan itu, masih sama seperti tahun sebelumnya, walaupun ada sejumlah hal yang tidak bisa masuk pembiayaan Jamkesmas. Diantaranya korban kosmetika, gondok non ganas, operasi plastik, korban silikon maupun bibir sumbing.“Kalau untuk patah tulang, tetap dibiayai operasinya, tapi untuk kursi roda dan alat bantu jalan tidak termasuk,” katanya.
Dia menambahkan, perawatan untuk peserta Jamkesmas mengikuti rujukan yang telah ditetapkan. Jenjangnya mulai dari Puskesmas, kemudian rumah sakit satu level di atasnya. Jika rumah sakit satu level di atasnya tak mampu menangani, maka akan ada rumah sakit rujukan.“ Karena itu untuk perawatan tidak bisa semaunya peserta,” tegasnya.
Jika peserta memilih rumah sakit semaunya, dipastikan tidak akan terbayar ketika diklaim. Sehingga setiap peserta Jamkesmas, harus merunut perawatan sesuai rujukan dari Dinas Kesehatan. Sebelum sampai tahapan tersebut, Dinkes masih menyelesaikan proses verifikasi.
“ Dari desa data belum masuk semua, ada yang sudah meninggal, kita crosscheck dulu dengan kartu barangkali ada yang tereliminir,” ujarnya.
Dinkes juga bertanggung jawab, untuk mendistribusikan kartu Jamkesmas tersebut secara menyeluruh. Kesulitan yang dialami, justru tidak adanya peserta Jamkesmas. Sebab, pemerintah pusat mendapatkan data itu dari BPS.
“ Jamkesmas sekitar 34 ribu, sedangkan untuk Jamkesda ada enam ribu, totalnya nanti sekitar 40 ribu,” tandasnya.(ary/lyo)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.