Malang Post

Banner
You are here: Batu Agropolitan One Way Matikan Bisnis Patimura

One Way Matikan Bisnis Patimura

Share
BATU – Uji coba pemberlakuan jalur baru (one way) di Kota Batu, masih menimbulkan sikap pro dan kontra di kalangan warga. Setelah beberapa hari diterapkan, ada warga yang keberatan dengan perubahan jalur tersebut. Antara lain, Agus Suryono, warga Jalan Patimura Kelurahan Temas.
Agus merasa keberatan dengan uji coba jalur baru itu, dengan alasan merugikan perekonomian utamanya pemilik usaha di Jalan Patimura Atas.‘’ Di Jalan Patimura ini, banyak tempat usaha yang kondisinya sekarang mulai terpuruk dengab adanya ujicoba perubahan jalur itu,’’ungkap Agus Suryono.
Sejak uji coba diberlakukan, menurutnya pengendaraa kendaraan dari arah Malang tidak bisa lurus, namun harus berbelok ke kiri ke Jalan Dewi Sartika (pasar). Jika mereka berniat ke lokasi usaha di Jalan Patimura, mereka harus memutar terlebih dahulu melalui Jalan Dewi Sartika, Imam Bonjol hingga kembali ke Jalan Patimura.
Ketika melintas di Jalan Patimura lagi, pengendara mulai enggan mampir ke sejumlah toko atau tempat usaha lain lantaran  ruas jalan satu arah itu berubah menjadi jalur cepat, semua kendaraan melaju kencang. ‘’Para pemilik toko di sini (Jalan Patimura) sudah mengeluh. Masalahnya, toko mereka menjadi sepi karena penggunaan jalur baru,’’ tegas penggemar Anggrek ini.
Belum lagi ketika ada angkutan kota, yang mengalami kesulitan menaikan dan menurunkan penumpang di Jalan Patimura. Setelah melintasi simpang empat depan Lippo Plaza Batu, mereka harus mengambil jalur karena bakal belok ke arah Dewi Sartika (Pasar). Tetapi jika akan menaikan dan menurunkan penumpang di Jalan Patimura, mereka juga harus mengambil lajur kiri sehingga terjadi kontra.
Agus mengusulkan solosi bila dasar perubahan jalur itu adalah kemacetan. Yakni, melarang bus dan truk dari arah Malang melintas di Jalan Soekarno Desa Mojorejo dan Beji. Bus dan truk harus belok kiri ke Junrejo sehingga akan mengurangi beban kendaraan di jalur poros.
 ‘’Selain itu, Jalan Patimura (daerah sungai) juga terdapat lahan negara. Lahan tersebut bisa dimaksimalkan menjadi jalan sehingga bisa digunakan sebagai alternative mengurangi kemacetan,’’ katanya. (feb/lyo)
comments

Comments

 
0 #2 batu 2013-05-27 15:10
wis sip pak polisi lancar thok wis embonge gak macet blas.masio ngangkut berat gak khawatir yg di jalan dewi sartika cuma saran jln abdul gani /pertigaan tmp ndak sesuai /perlu difikirkan lagi kasihan mobil ukuran besar.agak kesulitan kalau mau belok suwun pol
Quote
 
 
+1 #1 sam kuli 2013-05-25 22:00
butuh pengorbanan boss agus, lha kalau ngikutin saran riko, embonge durung siap. duwite ora onok, durung ongkos ekonomine. sabar boss, rejeki wis onok sing ngatur, dadi sing penting, moga2 pengorbanan teman2 di jl patimura dibalas rejeki yg melimpah. amien
Quote
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.