Malang Post

Batu Agropolitan

Ditinggal Pejabat ke Kaltim, Pameran Sepi

Share
Pembukaan Hanya dilakukan oleh Kabid
BATU - Pameran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar di Gedung Olahraga Ganesha, kemarin (21/11) sepi pengunjung. Bahkan upacara pembukaan pameran ini pun hanya dihadiri beberapa orang saja, karena seluruh pejabat penting Pemkot Batu berada di Balikpapan, Kaltim.
Pameran yang sedianya akan dibuka oleh Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso ini akhirnya dibuka oleh Imam Sutrisno, Kabid Telekomunikasi dan Diseminasi Informasi Dinas Perhubungan. Hal ini tentu saja sangat mengecewakan para peserta pameran.
Pasalnya, untuk mempersiapkan pameran, masing-masing KIM butuh waktu yang tidak sedikit, banyak yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Hal ini terlihat dari produk-produk desa yang mereka pamerkan.
“Upacara pembukaan saja hanya dihadiri beberapa orang undangan, tidak hanya pejabat yang tidak datang, banyak kepala desa dan lurah yang tidak hadir dalam pameran ini,” terang Arif, salah satu peserta pameran.
Kondisi ini semakin diperparah dengan pemilihan tempat yang berada di gedung yang tertutup, sehingga tidak banyak masyarakat atau pun wisatawan yang mengetahui kalau ada pameran.
Bayu L Putra, Kasi Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi menjelaskan pameran KIM ini digelar mulai Jumat (21/11) hingga Minggu (23/11) besok. Kegiatan ini diikuti oleh KIM di 24 desa dan kelurahan.
“Kegiatan ini digunakan untuk ajang silaturahmi antar anggota KIM se-Kota Batu sekaligus sebagai ajang promosi produk unggulan desa dan kelurahan,” ujar Bayu. Dalam pameran ini, anggota KIM memamerkan produk unggulan desa dan kelurahan mulai dari pertanian, hingga produk-produk UMKM.
Lewat pameran ini diharapkan masyarakat dan wisatawan bisa mengetahui produk-produk unggulan yang ada pada setiap desa. Selain itu dalam pameran ini juga digelar lomba cerdas cermat (LCC) KIM.
“Materi lomba cerdas cermatnya soal potensi Kota Batu, juga kita tampilkan pertunjukkan rakyat, seperti terbang jidor, reog hingga kuda lumping,” ujar Bayu. Selama ini keberadaan KIM sangat dibutuhkan dalam pembangunan kota.
            Mereka tidak hanya menjadi corong di desa atau kelurahan tapi juga bisa menjembatani masyarakat dengan pemerintah. “Contoh kalau ada masyarakat yang tidak tahu soal BPJS, KIM bisa menghubungi Dinas Perhubungan dan Kominfo, selanjutnya kita selenggarakan kegiatan sosialisasi di desa dengan bantuan KIM,” ujarnya.
            Menurut Bayu, kini Dinas Perhubungan dan Kominfo telah memiliki satu unit mobil internet dan ruangan telecenter di Desa Sumbergondo yang bisa digunakan untuk masyarakat yang ingin belajar internet. (muh/feb)  
comments

Page 1 of 1591

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »