Malang Post

You are here: Arema Sport

Arema Sport

Animo Suporter Menurun

Padahal Prestasi Melambung
MALANG–Indonesia Super League (ISL) belum selesai, namun Arema Cronus sudah mengalami kerugian cukup besar. Pasalnya, jumlah penontonnya mengalami penurunan sangat drastis. Padahal, prestasi yang diraih Ahmad Bustomi dkk sangat mentereng. Yakni, berada di puncak klasemen sementara.
Dari delapan pertandingan terakhir di ISL 2014, Singo Edan hanya mampu memancing animo 157.146 penonton. Padahal, tahun lalu, delapan pertandingan Arema bisa meraup 212.861 penonton.
Dari data yang dihimpun Malang Post, penurunan suporter cukup drastis. Jika dikalkulasikan, maka penurunan jumlah penonton adalah sekitar 55 ribu orang. Tentu hal ini tidak berdampak bagus untuk finansial klub.
Direktur Arema, Ruddy Widodo mengakui bahwa musim ini terhitung sulit untuk klub pujaan Aremania.
“Meskipun secara gaji pemain kita tidak membengkak seperti musim lalu, finansial kita juga ikut menyusut karena animo penonton yang turun,” terang Ruddy kepada Malang Post, dikonfirmasi kemarin.
Musim lalu, Arema bisa meraup pendapatan dari tiket sebesar Rp 5,32 miliar dari 8 pertandingan awal ISL 2013. Asumsinya, 212.861 penonton dikalikan dengan harga tiket tahun lalu, Rp 25 ribu. Pada era Rahmad Darmawan dan Greg Nwokolo, Aremania hampir tidak pernah berada di bawah 20 ribu orang. Dari delapan pertandingan ISL 2013, Aremania hampir selalu di atas 20 ribu orang.
Yakni Persiram (29.591), Mitra Kukar (29.493), Persisam (25038), Sriwijaya (40002), PBR (20498), Persepam (26025) dan Persela (32.811). Hanya satu pertandingan yang sepi, yakni saat melawan Persidafon Dafonsoro yang mencatatkan rekor 9.403 penonton.
Tapi, setelah itu jumlah Aremania membeludak dan selalu di atas 20 ribu orang. Bahkan, Aremania musim ISL 2013 juga masuk hitungan sebagai tim sepakbola Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak, dan kebocoran tiket paling sedikit, di bawah 0,1 persen.
Prestasi itu, tidak terjadi tahun ini. Dari delapan pertandingan pertama di ISL 2014, Arema hanya mampu meraup Rp 4,7 miliar. Dengan asumsi, 157.146 orang dikalikan dengan harga tiket saat ini, Rp 30 ribu. Bahkan, dengan kenaikan tiket Rp 30 ribu, pendapatan Arema tak juga bisa menyamai tahun lalu.
Jika dikurangkan dengan pendapatan musim lalu, Arema merugi sekitar Rp 600 juta karena kehilangan penonton di tiap laga home. Musim ini, jumlah Aremania di Stadion Kanjuruhan, hanya dua kali tembus angka di atas 30 ribu. Yakni saat lawan Persija (33.277 penonton) dan Persib (42.449).
Pada enam pertandingan lainnya, Aremania hanya berjumlah belasan ribu saja. Yakni, Persijap (11.965), Persik (18.164), Barito (19.531), PBR (11.814), Gresik United (15.397) dan Semen Padang (4.549). Ada banyak faktor yang mempengaruhi penurunan suporter di Kanjuruhan.
“Format kompetisi hingga jadwal siaran live yang terlalu sering untuk Arema, membuat jumlah penonton menurun. Kita harap di delapan besar, hal itu tidak terjadi. Karena, lawannya juga tim yang kuat-kuat,” tutup Ruddy.(fin/jon)
Last Updated on Tuesday, 22 July 2014 13:49

Page 1 of 1285

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Klasemen ISL