Malang Post

You are here: Arema Sport Persita Kehilangan Kim Dong-Chan

Persita Kehilangan Kim Dong-Chan

Share
KUNINGAN–Arema Indonesia tampaknya mendapat keuntungan dari kabar cedera salah satu punggawa andalan Persita Tangerang. Sebelum pertandingan hari ini, (31/3), dikabarkan, gelandang asing Kim Dong-Chan mengalami cedera dan kemungkinan harus absen saat timnya menjamu Singo Edan di Stadion Mashud Wisnu Saputra.
Hal ini diungkapkan oleh pelatih kepala Persita Tangerang, Elly Idris.
“Kim Dong Chan mengalami cedera pada tulang hidungnya, mungkin dia tak akan main lawan Arema besok (hari ini),” ujar Elly.
Kehilangan Kim dalam starting elevennya tentu mengurangi kekuatan Pendekar Cisadane, julukan Persita. Padahal, pelatih berusia 60 tahun itu sangat membutuhkan semua amunisi yang ada untuk membendung skuad ideal ISL yang disebut-sebut ada di Arema. Kehadiran Kim cukup vital dalam permainan sepakbola yang diperagakan Persita. Berduet dengan Maman Jetong di lini tengah, gelandang asing asal negeri ginseng Korea Selatan itu adalah motor serangan bagi Persita.
Tanpa kehadiran Kim, Elly harus memutar otak untuk menutupi celah di lini tengah. Besar kemungkinan, Javad Moradi yang biasanya menjadi wing back bisa digeser ke depan, untuk memperkuat barisan gelandang.
“Kita ada beberapa alternatif pilihan pemain muda,” sambung Elly singkat.
Meskipun Persita besar kemungkinan tak diperkuat pemain kelahiran 19 Desember 1981 itu, Arema sama sekali tak melunak ataupun mengurangi kewaspadaannya.
“Saya rasa itu tak mengubah apapun, Persita tak akan mengubah pola permainannya meski tanpa Kim,” ujar headcoach Arema, Rahmad Darmawan (RD), kepada Malang Post.
Apalagi, RD sudah mengenal gaya permainan Elly Idris, yang gemar memperkuat lini tengah. Tanpa Kim, akan ada pemain lain yang mengisi posisi tersebut dan masih bisa menjalankan fungsi dengan baik. Andai pemain tengah Persita gagal mengimbangi Hendro Siswanto dkk, RD tetap mewaspadai sosok Luis Edmundo, kapten sekaligus stopper utama Persita.
“Edmundo bek yang berpengalaman, anak-anak harus waspada terhadap penjagaannya,” tutup RD.(fin/jon)

comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.

Klasemen ISL