Malang Post

You are here: Arema Sport Putra Legenda Gelora Dewata Merapat

Putra Legenda Gelora Dewata Merapat

Share
MALANG POST - Perburuan pemain asing slot Asia di tubuh tim Arema Indonesia pada putaran kedua telah mendekati babak akhir. Setelah isu Mario Carlovic dan Haitham Faour tidak ada juntrungannya, pagi kemarin sosok pemain seleksi Asia tampak hadir di latihan pagi Singo Edan.
Pemain itu adalah Edmar Garcia, pesepakbola berpaspor Australia namun blasteran Angola-Portugal. Menariknya, dia adalah putera legenda asing striker Gelora Dewata Bali era Liga Indonesia, Vata Matanu Garcia. Yakni bomber tajam berdarah Angola yang pernah membela klub besar Portugal, Benfica.
Edmar merapat sebagai pemain seleksi yang disiapkan untuk menjadi playmaker sekaligus gelandang serang Arema.
"Saya ditelepon agen katanya Arema sedang mencari pemain slot Asia, karena saya warga Australia, saya coba saja. Apalagi posisi saya biasanya memang gelandang, saya optimis bisa lolos seleksi," ujar Edmar kepada Malang Post.
Sebelum ikut seleksi di Arema, Edmar aktif bermain sepakbola di klub divisi tertinggi Angola, yakni klub Bravos De Maquis. Edmar adalah mantan pemain klub Australia, Melbourne Victory sejak tahun 2003. Lalu, pada 2005 ia pindah ke Bali dan memperkuat Mojokerto Putera di usia 19 tahun.
Setelah itu, ia memperkuat PSIR Rembang dan bertemu dengan asisten pelatih Arema berjuluk Si Tukang Jagal, Kuncoro. Tahun 2007-2008, asisten pelatih Arema berusia 40 tahun ini pernah satu tim dengan Edmar. Tak heran, Edmar langsung familiar dengan Arema meski baru pertama kali masuk seleksi.
"Ya, saya pernah satu tim dengan Kuncoro. Saya ingat dia karena mainnya sangat keras sekali," ujarnya terkekeh.
Dia juga sudah berteman sejak kecil dengan pemain yang memperkuat Arema sekarang. Yakni I Made Wardana yang dulu masih memperkuat Persegi Gianyar.
Meskipun statusnya adalah warga asing, Edmar sama sekali tak seperti pemain asing. Bahasa Indonesianya sangat lancar. Pemain berusia 26 tahun itu fasih Bahasa Indonesia karena sudah berada di Indonesia sejak 1995. Ia sudah ikut ayahnya melanglang buana bermain sepakbola di nusantara.
Karena itu, dengan semua koneksi batinnya dengan Arema, Edmar berharap bisa lolos seleksi dan menanggung beban sebagai playmaker tim menghadapi putaran kedua ISL.
"Saya harap dapat hoki disini, teman juga sudah banyak, selain Kadek, ada I Gede Sukadana juga," tutur Edmar.
Dari gaya permainan, Edmar memang seorang playmaker dan gelandang serang. Kemampuan dribblenya bagus. Dalam latihan di Gresik, ia beberapa kali melakukan gerakan dribbling yang istimewa. Kemampuan playmaker dan pengaturan serangannya juga sudah terlihat.
Kenikmatan mengisi pos playmaker ini memang diakui Edmar. Sebab, ia berbeda dengan ayahnya, Vata Matanu Garcia yang tipe bomber. "Saya beda dengan ayah saya. Dia tipe bomber dengan naluri gol tinggi, saya tipe gelandang main teknik. Semoga bisa lolos seleksi di Arema dengan kemampuan saya," tutup Edmar.(fin)
comments

Comments

 
0 #9 SOEL AREMANIA MTR 2013-05-25 07:04
Gemana sam RD....... kalo lbh baik dari yang ada sekarang "AMBIL AZA" Opo Maneh alasannya ker..........
Quote
 
 
0 #8 wedhus gembel 2013-05-24 16:43
Quoting damb:
Umr-nya brp ya gan ???

diwoco sing kang...ojo langsung komen!!! nang tulisan kan wis ono umure 26 tahun
Quote
 
 
0 #7 pangamat bola 2013-05-24 02:28
Quoting damb:
Umr-nya brp ya gan ???

Pemain berusia 26 tahun itu fasih Bahasa Indonesia karena sudah berada di Indonesia sejak 1995. Ia sudah ikut ayahnya melanglang buana bermain sepakbola di nusantara.
Quote
 
 
0 #6 arema padas 2013-05-24 02:20
ayo cepat ambil sblm jeda transfer pemain tertutup
Quote
 
 
+1 #5 punk 2013-05-24 00:33
ayo managemen ojok gembar gembor tok ae,,,,,,,,,,,,, ndang jupuk'en........ben arema osi juara......."walaupun abot" penting onok usaha n do'a
Quote
 
 
0 #4 damb 2013-05-24 00:22
Umr-nya brp ya gan ???
Quote
 
 
+1 #3 aremania klaten 2013-05-24 00:07
Ayo di rekrut ,jng cuma gembar gembor thok
Quote
 
 
+4 #2 Charlyaremabdg 2013-05-23 23:36
Arema butuh perbaikan di lini tengah.
Dan butuh perbaikan di sisi sayap, counter attack Arema monoton, Kabar persebaya bubar kan sudah bukan isu lagi, gimana kalau Arema ambil andik atau taufik untuk isi sayap mengandalkan speed, setelah saya evaluasi semua tim di Indonesia, kebanyakan defender punya body balance tetapi tidak punya speed, alangkah baiknya bila kita punya pemain yg punya speed dan dribble bagus, saat ini kita punya greg, tpi greg skg blim maksimal.
Quote
 
 
+1 #1 Arek Karangjati 2013-05-23 21:42
klau sdh cocok cepat rekrut /sasaji arema
Quote
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.

Klasemen ISL