Monday, 17 July 2017 20:26

Rebut Poin Penuh di Padang

     
    MALANG – Evaluasi terhadap skuad Arema FC masih terus dilakukan. Setelah kekalahan menyakitkan di Stadion Kanjuruhan melawan Persipura Jayapura, Singo Edan kini harus bersiap menuju Semen Padang FC. Dengan waktu yang mepet, Arema tak bisa membuang waktu lagi untuk mengembalikan kepercayaan diri tim sebelum tur ke tanah Minang. Pelatih Arema, Aji Santoso menyebut kelebihan dan kelemahan Arema terekspos saat menghadapi tim-tim besar.
    “Dengan lawan yang bagus seperti Persipura, kita tahu persis apa kekurangan kita. Tapi, kita masih ada dua kali laga putaran pertama. Kita akan maksimalkan dua laga ini,” kata Aji kepada wartawan.
    Menurut mantan pemain Arema era Galatama tersebut, pertandingan kontra Persipura yang berakhir kekalahan jelas menghambat target 31 poin di putaran pertama. Dengan kekalahan dari Mutiara Hitam, Arema kini harus berjuang mati-matian di sisa laga putaran pertama. Karena, tim pujaan Aremania, baru mengoleksi 25 poin. Jika ingin mencapai 31 poin untuk bertahan di lima besar klasemen, maka kemenangan mutlak diperlukan di dua laga sisa.
    “Kita maksimalkan poin di dua laga terakhir putaran pertama agar paling tidak, 31 poin bisa tercapai,” tambah Aji. 
    Pelatih asal Kepanjen tersebut menjelaskan beberapa faktor teknis yang perlu dievaluasi dari tim. Utamanya, mengantisipasi bola yang datang ke kotak penalti Kurnia Meiga. Sebab, Aji menganggap gol Arema ke gawang Entong, sapaan akrab Meiga, terjadi karena kurangnya antisipasi. Gol Ruben Sanadi menit 18 sama sekali tak diduga oleh para penggawa Singo Edan yang menjaga lini belakang.
    “Gol pertama, Entong tidak menduga bahwa bola langsung ditendang. Posisi golnya pun berada di sudut sempit. Itu bola yang sulit, sepertinya akan dicrossing tapi ternyata shooting langsung. Sedangkan, gol kedua karena tak ada marking terhadap pemain Persipura di kotak penalti,” tambah Aji.
    Dua kesalahan yang berbuah dua gol tersebut, menjadi cemeti pahit yang harus diterima tim pujaan Aremania. Karena, selain dua kesalahan yang berbuah gol, inisiatif Arema untuk menyerang, terhambat oleh kesalahan sendiri. Aji menyebut, kepercayaan diri tim menurun saat terjadi banyak kesalahan passing di babak pertama.
    “Persipura main normal saja sebenarnya. Tapi, babak pertama kita sering banyak kesalahan mendasar. Sekali salah mungkin tak masalah. Ketika itu diulang-ulang, jadinya mental ikut down dan kepercayaan diri pemain menurun. Kesalahan sendiri yang harus diminimalkan,” tutup Aji.(fin/feb)