MalangPost - 160 Guru Tahfidz Dilatih Dr Kamil El Laboudy Mesir

Jumat, 07 Agustus 2020

  Mengikuti :

160 Guru Tahfidz Dilatih Dr Kamil El Laboudy Mesir

Jumat, 20 Sep 2019, Dibaca : 747 Kali

MALANG - Sebanyak 160 orang guru tahfidz balita diberi pelatihan intensif fasilitator tahfidz balita level 3, di Hotel Trio Indah 2, Jumat (20/9). Istimewanya, para guru tahfidz yang berasal dari Aceh, Makassar, Jawa Tengah, Jawa Timur dan kawasan lain ini diajar langsung oleh  Dr. Kamil El Laboudy dari Mesir, penemu Metode Tabarak yang memudahkan balita menghafal Al Quran.
Para peserta akan menjalani pelatihan secara intensif selama tiga hari full, mulai kemarin hingga berakhir, Minggu (22/9) besok. Dan selama tiga hari itu juga, Dr. Kamil El Leboody memberikan materi secara terus menerus dengan praktik.
Pembina Yayasan Rumah Tafidz Balita dan Anak (Rutaba) Indonesia, Alwi Hidayat mengungkapkan, kegiatan ini digelar selama tiga hari dengan berbagai macam pelatihan. "Metode ini akan digunakan untuk mengajarkan balita menghafal Al-Quran. Level 3 kali ini mengajarkan mereka menghafalkan Jus 1 dan 2," ujarnya kepada Malang Post di sela-sela acara.
Dengan adanya kegiatan tersebut, ia berharap, mampu menciptakan guru-guru tahfidz di berbagai daerah. Sehingga bisa menularkan ilmunya kepada anak-anak dan menciptakan hafidz baru. "Kami berharap, semua guru yang ada di sini bisa menyebar ke daerah masing-masing. Sehingga bisa mengajarkan anak-anak menjadi hafidz Al Quran," harapnya.
Wali Kota Malang Sutiaji yang hadir membuka acara berharap, dengan berbagai ilmu tersebut, bisa menambah jumlah guru tahfidz dan mengembangkan Metode Tabarak. Sehingga bisa dikembangkan dengan program yang dicanangkan, yakni 1 RW 1 Hafidz.
"Kita memiliki potensi. Hampir di setiap surau, langgar, musala dan masjid- masjid telah memiliki serta membuka Taman Pendidikan Quran (TPQ). Itu yang harus dikuatkan. Pemkot Malang beserta Kementerian Agama di Malang akan menyeriusi program 1 RW 1 Hafidz," tandasnya.
Menurutnya, kegiatan yang digelar Rutaba Indonesia bisa memberikan kontribusi positif. Apalagi dengan metode baru yang memudahkan balita dan anak-anak untuk belajar menghafal Al-Quran. "Metodologi penghafalan Al Quran harus terus didorong. Sebab ini yang menghantarkan Islam yang kaffah," kata dia.
Dia menambahkan, pendidikan dinilai penting karena akan mempengaruhi masa depan mereka. "Maka bingkai mereka (anak-anak) dengan Al Quran. Namun juga perlu saya pesankan, dogma yes tapi yang utama adalah mampu membumikan sehingga menjadi perilaku yang baik," tandas dia.(tea/sir/lim)

Editor : halim
Penulis : amanda