20 Orang Ikut Minum miras oplosan

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 576 , halim, amanda

MALANG – Kematian beruntun korban miras oplosan memunculkan rasa penasaran, bagaimana proses yang dilakukan hingga menelan banyak korban jiwa dan yang dirawat di rumah sakit. Berdasarkan penelusuran Malang Post dari salah satu sumber di lapangan menyebutkan, setiap ada event tertentu, hampir secara rutin ada ‘tradisi’ menenggak minuman keras. Dan setelah kerja bakti Sabtu (14/9) lalu, beberapa warga menggelar minum-minuman oplosan di dekat Punden Beji Sari. “Kalau setiap ada acara, selalu sering minum-minum begitu,” kata sumber Malang Post.
Menurut dia, saat kejadian, ada sekitar 20 warga yang ikut minum minuman keras oplosan tersebut. Dari 20 orang itu, 12 warga yang dirawat di rumah sakit, 4 orang tewas dan ada yang baik-baik saja. Diduga, korban yang tewas menenggak arak yang dicampur dengan bahan lainnya. “Kemungkinan, yang masih sehat itu hanya ikut di awal saja. Setelah itu, pulang. Nah, sisanya ini yang kita kurang paham. Mereka minum apa saja dan dicampur apa, saya nggak tahu secara pasti,” papar pria berusia sekitar 40 tahunan ini kepada Malang Post.
Saat ini, pihak kepolisian dari Polres Malang Kota dan polsek jajaran terus bergerak melakukan pendalaman. Bahkan, sample darah dan urine milik korban sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur. “Sampai saat ini, masih diteliti. Kami masih menunggu hasil dari Labfor. Tim gabungan kami, dari Polsek, Polres dan Labfor juga masih bergerak,” terang Waka Polres Malang Kota Kompol Ari Trestiawan.
Selain menunggu hasil dari Labfor, pihaknya juga telah melakukan olah TKP dan kembali melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi korban. “Kami sudah meminta keterangan dari beberapa saksi,” kata dia.
Bahkan, pihaknya juga sudah berhasil memeriksa beberapa orang yang diindikasikan menjual miras. Termasuk, siapa yang membuat minuman oplosan yang menyembabkan empat orang tewas itu. “Sudah kami lakukan pemeriksaan. Saat ini, masih kami dalami darimana miras ini berasal,” kata dia.
Ari menegaskan, sebelum kasus tersebut mencuat, pihaknya telah melakukan razia kepada para penjual miras. Saat ini, sudah ada tiga orang penjual miras di kawasan Lowokwaru dan Blimbing yang diamankan dan dilakukan pemeriksaan. “Barang bukti akan kami rilis secepatnya. Sementara, tiga orang penjual miras ini masih kami mintai keterangan. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi,” beber dia.
Jika memang terbukti bersalah dan melakukan kelalaian, tidak menutup kemungkinan, para penjual miras ini akan dikenakan Undang-Undang tentang Kesehatan.
Terkait korban, sampai saat ini, beberapa korban yang dirawat di rumah sakit kondisi kesehatannya mulai membaik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkembangan terbaru, ada sekitar 20 orang warga yang ikut minum miras.
Ari menambahkan, sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus bergerak melakukan razia untuk memberantas peredaran miras dan narkoba di wilayah hukum Kota Malang. “Ini sudah menjadi komitmen kami untuk memberantas narkoba dan miras. Untuk menyelamatkan generasi muda kita,” tutup dia.(tea/lim)



Loading...