80 Kontingen Siap Ikuti Pawai Budaya MBF

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Kamis, 26 Sep 2019, dibaca : 783 , udi, ira

KEPANJEN – Sebanyak 80 kontingen siap mengikuti Kirab Budaya Malang Beach Festival pada Sabtu (28/9). Mereka akan unjuk kreasi di Jalan Lintas Barat (Jalibar) Kecamatan Kepanjen. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedanthara SH M.S.i mengatakan, 80 kontingen itu, masing-masing 44 kontingen untuk kirab mobil hias dan 36  kontingen karnaval budaya. ”Kirab mobil hias, dan karnaval memang dibedakan. Tujuannya, agar masyarakat lebih dapat menikmati dan peserta juga lebih leluasa berekspresi,’’ kata Made.
Pria asal Bali ini mengatakan, dipisahkannya kirab mobil hias dan karnaval budaya menjadi salah satu pembeda, pawai budaya tahun ini dengan tahun sebelumnya. Harapannya, dengan penampilan yang dipisahkan, peserta lebih maksimal. ”Kalau dulu, satu kontingen di dalamnya ada mobil hias dan karnaval budaya. Hasil evaluasi ini kurang efektif, sehingga tahun ini disempurnakan, dan dipisahkan antara pawai budaya dengan mobil hias,’’ ungkapnya.
80 kontingen tersebut, kata Made, berasal dari seluruh OPD se Kabupaten Malang, perwakilan instansi di Kabupaten Malang dan perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Malang. ”Ada juga peserta tamu dari daerah lain. Mereka akan tampil all out dalam gelaran kirab budaya
nanti,’’ tambah Made.
Masing-masing peserta akan menempuh rute sejauh 1 Km. ”Startnya depan Taman Puspa atau pintu masuk perumahan PNS. Finisnya di Jalibar arah menuju Malang,’’ tambah Made.
Yang membuat kirab ini berbeda adalah Kirab Budaya tahun ini digelar sampai malam hari dan diberangkatkan jam 14.00 wib. Panitia akan banyak menonjolkan permainan lighting untuk menghibur masyarakat. "Kami akan tampilkan Kota Kepanjen pada malam hari, untuk meyakinkan masyarakat bahwa Kepanjen saat malam juga hidup," ujarnya.
Selain itu, kalau sebelumnya diadakan di kawasan pantai, sekarang dialihkan ke kawasan Kepanjen. "Tujuan utama Pak Bupati, bagaimana meramaikan Kepanjen. Karena itu, menjadi kewajiban OPD ataupun ASN untuk meramaikan," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan, akan berupaya maksimal menampilkan potensi seni dan budaya warga kabupaten untuk disuguhkan sebagai wahana hiburan dan pariwisata yang ditujukan bagi warga. "Semua persiapan sudah dilakukan terutama di venue Jalibar Kepanjen," kata dia.
Dia berharap, Kepanjen yang menjadi ibu kota Kabupaten Malang memiliki kegiatan spektakuler. "Kegiatan ini dari semua untuk semua," tambahnya.
Agar kegiatan lancar, Made melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait.  Seperti Dinas PU Bina Marga, Dishub, Bagian Umum, Polres Malang, Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu, serta DPKPCK, dan Camat Kebanjen. Rapat koordinasi dilakukan agar seluruh komponen bersinergi demi kelancaran kegiatan. "Sehingga dapat menyuguhkan pertunjukan yang baik dan menghibur masyarakat," tandasnya. (ira/udi)



Loading...