Antisipasi DBD, Gerakkan Jumantik Per Rumah

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Minggu, 22 Sep 2019, dibaca : 177 , aim, amanda

MALANG - Demam Berdarah Dengue (DBD)   penyakit yang bersumber dari nyamuk dan adanya pembiaran sarang nyamuk. Upaya efektif untuk memberantas dan mencegah penyebaran DBD dengan menetapkan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).
Hal inilah yang menjadi salah satu program proritas TP PKK Kota Malang tahun ini. Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji menerangkan, mengingat jumlah kasus DBD di Kota Malang cenderung meningkat setiap tahunnya. Menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang kasus DBD di Kota Malang di pertengahan tahun ini saja sekitar 56 kasus tercatat.
 “Jumantik itu merupakan upaya gerakan yang sangat efektif. Setiap rumah itu ada satu juru pemantau jentik (jumantik). Kita tidak bisa biarkan kasus terus ada,” ungkap Widayati kepada Malang Post.
Menurutnya, TP PKK juga akan memfokuskan pada pembinaan pola hidup masyarakat. Tujuannya agar di tiap rumah ada Agent of Change untuk mengubah perilaku dan ada gerakan 3M+,  yakni mengubur, menguras, menutup, melipat baju-baju yang digantung yang menjadi tempat sarang nyamuk.
Jumantik bertugas memantau jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal, terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang dikuras, genangan air di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum
“Sarang nyamuk tersebut hendaknya diberantas dengan segera agar tidak menimbulkan DBD,” papar istri Wali Kota Malang Sutiaji ini.
Tugas Jumantik lainnya melakukan 3M+ dan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN), menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas.
Karena upaya ini sangat efektif, karena jumantik merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk guna mengendalikan penyakit DBD.
“Seluruh Puskesmas juga ada pembina untuk mengalakan jumantik ini. Ini juga salah satu program Germas (Gerakan Masyarakat) yang kami lakukan,” tandasnya. (ica/aim)



Loading...