Ayo Nostalgia di Kayutangan

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 05 Sep 2019, dibaca : 480 , vandri, sisca

Deklarasi Ibu Kota Heritage, Sensasi Nonton Layar Tancap

 

MALANG - Yuuuk, warga Malang Raya dan sekitarnya ke Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan. Event heritage terbesar pertama di Malang Raya ini dibuka Jumat (30/8) sore nanti. Pengunjung bakal bernostalgia dan merasakan Kayutangan tempoe doeloe hingga Sabtu (31/8) besok.  
Inisiator Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan Imawan Mashuri mengajak warga merasakan nuansa tempo doeloe di sepanjang koridor Kayutangan. “Ayo nikmati, lestarikan dan jaga warisan budaya Malang Raya kita," imbau Imawan.
Ketua Komunitas Malang Raya Heritage ini mengajak warga menjadi saksi sejarah Kawasan Kayutangan dijadikan pusat atau Ibu Kota Malang Raya Heritage. Deklarasinya dilakukan sore nanti. 
Secara geografis, Kayutangan berada tepat di tengah kawasan Malang Raya. Karena itulah dijadikan pusat heritage. Selain itu memiliki jejak heritage yang kuat.  Karena itulah Kayutangan sebagai downtown Malang Raya. Atau pusat kegiatan budaya heritage di Malang Raya.
Lebih lanjut Imawan mengatakan warga Malang Raya dapat merasakan dan mengetahui lebih detail peradaban yang ada di Kayutangan. Maka dari itu, segala kegiatan dan suguhan hiburan yang disajikan merupakan hal-hal yang bernuansa tempoe doeloe.
"Ayo kita sama-sama nikmati dan jaga terus warisan budaya. Warga Malang bersatu mengikrarkan diri sebagai satu kesatuan demi menjaga warisan budaya di Kayutangan dan juga warisan warisan budaya di Malang Raya lainnya," imbaunya. 

Pakai Busana Tempo Doeloe 
Ketua Panitia Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan Wien Febi Damayanti menjelaskan,  pembukaan pada sore nanti mulai pukul 15.30 WIB. Ia mengajak pengunjung mengenakan busana tempo doeloe atau lawas asli Malangan. 
Pembukaan event yang diinisiasi Komunitas Malang Raya Heritage ini ditandai dengan undangan mengenakan udeng. Udeng merupakan salah satu ciri khas warga Malang tempo  doeloe  yang biasa dipakai kaum pria saat berkegiatan di luar rumah.  
“Acara pembukaan di depan Hotel Riche dengan ditandai pemakaian udeng yang rencananya dilakukan tiga kepala daerah. Nanti seluruh panitia, juga undangan yang hadir bersama-sama memakai udeng tanda dimulainya Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan,” jelas Febi. 
Setelah itu dilanjutkan deklarasi Kayutangan sebagai Ibu Kota Malang Raya Heritage. Deklarasi dan pengukuhan ini rencananya dilakukan tiga kepala daerah sekaligus. Wali Kota Malang Sutiaji, Plt Bupati Malang HM Sanusi dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dijadwalkan memimpin deklarasi dan pengukuhan tersebut. 
Hal ini sekaligus sebagai wujud komitmen tiga daerah untuk sama-sama membangun kawasan heritage di Malang Raya. “Karena Malang Raya Heritage juga akan mengembangkan kawasan heritage di Kabupaten Malang yang sudah diawali di Lawang dan juga berikutnya Kota Batu,” papar Febi. 
Bersamaan deklarasi, akan ditampilkan sejumlah suguhan menarik. Di antaranya penampilan 
musik keroncong oleh seniman-seniman asal Malang Raya. 
Rangkaian acara pembukaan lainnya yakni penanaman puluhan bibit pohon. Lokasinya di sekitar koridor Kayutangan hingga perkampungan sekitarnya. 
“Selanjutnya tamu undangan dan warga akan diajak berjalan-jalan dari depan Hotel Riche menuju kawasan lain hingga depan BNI. Di sepanjang perjalanan ini terdapat penampilan-penampilan menarik. Seperti musik jalanan hingga jejeran kuliner tradisional,” paparnya. 
Untuk memudahkan pengunjung, sepanjang koridor mulai dari gate Hotel Riche hingga gate BNI,  dibeber berbagai zona dengan klasifikasinya sendiri-sendiri.  “Akan ada pembagian empat  zona,” jelas perempuan yang juga menjabat Manajer Gerai Jatim Sarinah Malang ini.
Dijelaskannya Zona 1  kawasan  yang di dalamnya memiliki event pameran foto dan lukisan heritage. Zona ini berada di kawasan depan BNI. Kemudian zona 2 adalah kawasan yang terdapat layar tancap, letaknya di depan UOB Bank.
Lalu Zona 3, merupakan zona pusat yakni Kampung Heritage Kayutangan. Di sana warga bisa menelusuri peninggalan-peninggalan budaya dan sejarah Kayutangan. “Kemudian Zona 4 adalah zona di mana warga bisa ikut kegiatan-kegiatan seperti talkshow. Kita pusatkan zona ini di DiLo Telkom,” urai Febi.

Antisipasi Kemacetan  
Pengguna jalan tidak perlu merasa khawatir akan arus lalin yang tersendat saat event ini berlangsung. Pasalnya dua ruas koridor Kayutangan tidaklah ditutup sepenuhnya. Febi menegaskan pihaknya memikirkan arus lalu lintas yang akan sedikit terganggu. Maka dari itu hanya satu sisi koridor Kayutangan yang akan dimafaatkan.  
Untuk mekanisme rekayasa lalu lintas dan tempat parkir, panitia sediakan sebagian jalur di Jalan Basuki Rahmat. Jalur yang ditutup merupakan jalur sebelah kiri apabila berjalan dari arah Alun-Alun menuju persimpangan Raja Bali.
Sementara untuk lajur satunya tetap dibuka untuk umum. Hanya saja, masyarakat dilarang parkir di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Hal ini dijelaskan Kabid Kabid Daltib dan Plt Kabid Parkir Dinas Perhubungan Kota Malang, Mustaqim Jaya. 
Lokasi parkir yang disediakan yakni di kawasan pertokoan Kayutangan dan di Taman Rekreasi Kota (Tarekot). Sedangkan tempat parkir lainnya di parkiran Stadion Gajayana dan di Jalan Ade Irma Suryani. 
Ada sejumlah tempat yang tidak boleh digunakan untuk parkir. Di antaranya di Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kahuripan, Jalan Semeru dan di sekitar Alun-alun. "Khusus di depan Masjid Jami masih kami perbolehkan parkir, hanya pada saat Salat Jumat," ujarnya.  

Besok Nonton Layar Tancap
Sementara itu di hari kedua besok, kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Berbagai penampilan atau kegiatan yang bisa dinikmati pengunjung di antaranya Oendjoek Dapoer membuat kue Bitterbalen. Selain itu pemutaran piringan hitam, hingga parade musik sampai pukul 19.00 WIB di Riche Venue. 
Ada pula pemutaran berbagai film lawas alias layar tancap di tiga venue, Yakni Gramedia, OB Van dan Pelataran Bank UOB. Beberapa film yang diputar di antaraya Bung Karno, Malang dari Masa ke Masa, Asmara Daera, Lebak Membara dan lainnya. Pemutaran film dimulai dari pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. (ica/van)



Loading...