Banyak Agenda, Sanusi Tidak Hadiri Deklarasi Malang Raya Heritage

Jumat, 18 Oktober 2019

Sabtu, 31 Agu 2019, dibaca : 381 , Udi, ira

MALANG - Jumat (30/8) lalu, menjadi hari bersejarah bagi warga Malang Raya. Pada hari itu, secara resmi Koridor Kayutangan menjadi ibu kota Malang Raya Heritage. Peresmian ditandai dengan deklarasi oleh dua kepala daerah. Yaitu Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, saat pembukaan event Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan.
Sementara Plt Bupati Malang, H M Sanusi  tidak terlihat. Bahkan sampai malam, mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini juga tidak nampak di kegiatan  Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan.
Kepada Malang Post, Sanusi mengatakan, alasannya tidak hadir dalam kegiatan tersebut, karena ada agenda yang harus dihadiri. "Kemarin (Jumat) ada kegiatan anggota DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen. Dilanjutkan kegiatan bersih desa di wilayah Donomulyo," ungkapnya.
Dia mengaku hadir di pelantikan DPRD Kabupaten Malang sampai pukul 16.00 WIB. Setelah itu langsung ke Donomulyo. "Sampai rumah sudah malam," ujarnya.
Agenda Sanusi menghadiri pelantikan, sebelumnya telah diinformasikan Bagian Humas kepada media. Begitu juga pada Sabtu (31/8), Sanusi tidak dapat hadir dalam kegiatan Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan. Alasannya sama, yaitu menghadiri sejumlah agenda. "Pagi tadi (Sabtu) saya ke Dau sampai siang. Kemudian nanti malam (Sabtu malam) saya ada kegiatan pengajian Majlis Riyadlul Jannah Malang Raya di Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen," katanya.
Sebetulnya, lanjut Sanusi, Sabtu (31/8) juga ada agenda, yaitu memberangkatkan distribusi air ke wilayah bencana. Namun dikegiatan tersebut dia tidak hadir, lantaran kegiatan di Dau belum selesai.
Ditanya kenapa tidak mewakilkan, Sanusi tidak mau menjawab. Awalnya Sanusi bersedia hadir dalam kegiatan Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan. Kesediannya itu disampaikan kepada Redaksi Pelaksana Malang Post, Bagus Ary Wicaksono saat menyerahkan langsung undangan di rumah dinas. Tapi, karena banyaknya agenda yang harus dihadiri, Sanusi terpaksa tidak menghadiri kegiatan yang diinisiatori oleh Imawan Mashuri.
Saat peresmian, juga ditandai dengan deklarasi dua kepala daerah yang  membubuhkan tanda tangan, yang menjadi tanda, keduanya setuju bahwa Koridor Kayutangan menjadi ibukota  Malang Raya Heritage.
Saat hal ini disampaikan, Sanusi tidak memberikan alasan. "Kayutangan berada di kawasan Kota Malang. Kami tidak memiliki kewenangan untuk mengelola disana," katanya.
Tapi, Sanusi mengatakan dia akan memberikan dukungan penuh jika kawasan Heritage ini berada di Kabupaten Malang. Apakah itu tandanya menolak? Dengan tegas, Sanusi mengatakan tidak. Menurutnya, meskipun Malang ini menjadi Malang Raya dan menaungi tiga daerah, namun masing-masing daerah memiliki batasan kewenangan. "Saat kawasan heritage itu di Kota Malang, kami tidak memiliki wewenang untuk pengembangan. Lalu buat apa. Jika pengembangan wilayah heritage ini butuh dukungan, maka bisa bekerjasama, dan itu ditandai dengan MoU, aturannya demikian," urainya.
Sanusi mengelak jika alasan yang disampaikan itu bukan karena ego sektoral. Namun, dia lebih pada menerapkan sebuah aturan. "Kecuali jika sebelumnya sudah ada pembicaraan, lain itu. Kami bisa membangun kerja sama dan bersinergi, sehingga pengembangan Koridor Kayutangan Heritage pun lebih mudah," tandasnya. (ira/udi)



Loading...