MalangPost - Bebani Penumpang, Cabut Rapid Test!

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Bebani Penumpang, Cabut Rapid Test!

Senin, 29 Jun 2020, Dibaca : 5697 Kali

MALANG – Gugatan serius diajukan advokad M. Sholeh, SH. Rencananya hari ini dia akan menggugat pemerintah untuk meniadakan rapid test bagi calon penumpang, karena berindikasi bisnis dan sangat merugikan.

Ini akan menjadi gugatan kedua, menyusul gugatan awal yang dilakukannya pada 25 Juni lalu.
 “Pada tanggal 26 Juni lalu pemerintah hanya merevisi masa berlaku, dari tiga hari menjadi 14 hari. Yang saya minta, dicabut!” serunya kepada Malang Post.


Gugatan diajukan ke Mahkamah Agung agar melakukan judicial review atas keharusan rapid test. Dikatakannya, efek bisnis yang cenderung membebani masyarakat menjadi keberatan utamanya. Misalnya untuk penumpang kapal laut ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Surabaya.
“Harga tiketnya Rp 312 ribu, tapi biaya rapid test Rp 350 ribu. Ini berat,” ujar Sholeh.


Judicial review diajukan dan kelak keputusannya adalah final mengikat. Tidak diperlukan menghadirkan pemohon dalam persidangan. Hakim Mahkamah Agung akan memutuskan dan mengumumkan begitu keputusan sudah dibuat. Belum diketahui, berapa lama proses pemeriksaan judicial review itu akan berlangsung.
“Tungggu saja,” katanya.


Sholeh mengaku, tidak bermaksud menganggap enteng atau longgar terhadap protokol kesehatan untuk menekan dan menghindari bahaya Covid-19.
“Tapi harus dengan cara-cara yang tidak rumit dan tidak membebani masyarakat. Dalam contoh kasus ini, penumpang kapal laut pastilah warga yang kemampuan ekonominya tidak lebih baik dari penumpang pesawat terbang. Tentu saja ini sangat memberatkan,” tegasnya lagi.


Sebelumnya, Sholeh melakukan gugatan terhadap aturan rapid test ini karena dinilai diskriminatif dan cenderung merugikan calon penumpang transportasi umum. Belum lagi, untuk profesi tertentu yang sifatnya harus bepergian ke luar kota secara mendadak. Lagipula, tidak ada jaminan bahwa di hari selanjutnya (pasca test), penumpang tidak akan terpapar selama di perjalanan. (azm/boy)

Editor : Boy
Penulis : Azam