Dihabisi Tak Pakai Senjata Tajam

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Rabu, 18 Sep 2019, dibaca : 12531 , halim, dtk

PASURUAN – Pihak kepolisian terus menyelidiki mayat lelaki bernama Ribut Setiawan yang ditemukan di hutan jati di Dusun Rawi Barat, Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Senin (16/9) pagi lalu. Petugas menduga, korban dihabisi oleh pelaku yang berjumlah lebih dari satu. TKP pembunuhan juga diyakini di tempat lain, hutan jati hanya sebagai tempat pembuangan mayatnya saja.
Kapolsek Kejayan AKP Sumaryanto mengungkapkan, penyidik gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kejayan dan Satreskrim Polres Pasuruan masih mendalami penemuan mayat itu. Korban yang diketahui bernama Ribut Setiawan, diduga merupakan korban pembunuhan.
“Kami masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara di Porong. Paling cepat, hasilnya baru diketahui satu minggu. Sementara, dugaan kami korban meninggal karena dibunuh,” ungkapnya.
Sumaryanto menjelaskan, ada dua alasan yang membuat pihaknya menduga korban dibunuh. Yakni, kondisi mayat saat ditemukan dalam keadaan terikat kaki dan tangannya. Lalu, korban tidak mengenakan pakaian, hanya memakai celana.
Selain itu, ditemukan luka memar pada punggung, muka, dan kepala belakang korban. Diduga, luka itu diakibatkan oleh benda keras. Bahkan, diduga luka yang didapatkan korban ini tidak hanya berasal dari benda keras seperti senjata tajam. Namun, bisa juga korban dihabisi dengan cara lainnya.
“Misalnya kepala korban dibenturkan pada tembok atau mobil. Kami belum bisa memastikannya. Sebab, di tempat kejadian perkara (TKP), kami tidak menemukan barang bukti (BB) pelaku,” sebutnya.
Ia menerangkan, ada kemungkinan korban tidak dibunuh di Kejayan. Desa Ambal-ambil diduga hanya menjadi tempat pembuangan mayat setelah korban dihabisi terlebih dahulu oleh pelaku. Sebab, pihaknya tidak menerima ada laporan warga yang bertikai di Kejayan.
Untuk mengungkap dugaan pembunuhan itu, pihaknya sejauh ini baru memeriksa dua saksi. Yakni, Muhammad Ali, 40 dan Sugiadi, 40. Keduanya adalah karyawan PTPN XII yang menemukan korban pertama kali saat patroli di TKP. Mereka ini yang kemudian menghubungi Polsek Kejayan untuk melaporkan penemuan mayat itu.
“Baru dua saksi yang kami periksa. Untuk pihak keluarga belum kami panggil untuk diminta keterangan. Sebab, mereka masih berduka,” terangnya.
Sementara itu, dugaan bahwa pelaku pembunuhan lebih dari satu orang, juga didasarkan pada sejumlah alasan. Sehari sebelum kejadian, ada warga Purwosari melihat mobil Kijang Nopol N 1249 DS melintas dari arah Pandaan. Setibanya di Purwosari, mobil berbelok ke Desa Puntir, Kecamatan Purwosari. Karena curiga, warga tersebut mengikuti mobil Kijang. Namun, karena gelap dan sepi, ia tidak lagi membuntuti mobil Kijang ini.
Sementara itu, anggota Polsek Nongkojajar, Bripka Eko menyanggong Kijang itu. Ternyata mobil ini tidak menuju Nongkojajar. Namun, berbelok ke arah Desa Kademungan Kecamatan Kejayan. “Kami juga mengecek nopol mobil ini. Dan hasilnya, tidak terdaftar di Samsat Bangil,” pungkas Sumaryanto.
Sementara itu, Suwanto, kades Dayurejo Kecamatan Prigen, sudah mengetahui ada warganya yang ditemukan tewas di Desa Ambal-ambil. Menurutnya, korban Ribut Setiawan merupakan pendatang. Ia berasal dari Madura.
Sejak menikah, dia pindah ke Desa Dayurejo Kecamatan Prigen. Sehari-harinya, korban tinggal bersama kakak laki-lakinya di Dusun Damo Desa Dayurejo. “Memang benar korban tinggal di Dayurejo. Cuma saya kurang paham karena Senin lalu kebetulan saya ada acara. Jadi, sekdes saya yang mendatangi tempat tinggalnya,”sebutnya.(dtc/lim)



Minggu, 20 Okt 2019

Jual HP di Facebook Ditangkap

Loading...