Dukung KSPN, Jalan Belung Dilebarkan | Malang Post

Selasa, 19 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 17 Okt 2019, dibaca : 1125 , udi, ira

MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang betul-betul serius membangun wilayah Malang Timur. Tidak hanya di Kecamatan Pakis, pembangunan juga dilakukan di wilayah Poncokusumo. Salah satunya di Desa Belung, yang jlan raya di desa itu dilebarkan.
Pelebaran tersebut dilakukan untuk mendukung Bromo Tengger Semeru (BTS) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Terlebih Jalan Belung tersebut merupakan akses menuju BTS. "Pembangunan infrastruktur ini kami lakukan mulai dari Desa Ngadas, Poncokusumo, sampai dengan Pakis. Untuk Jalan Belung dan Jalan Wringin Anom kami tingkatkan jalannya, dan dilebarkan," kata Kepala Bidang Pemeliharaan, Dinas PU dan Bina Marga, Kabupaten Malang, Suwiknyo.
Pembangunan jalan itu dilakukan sejak Juli lalu. Targetnya, pertengahan Desember seluruh perkerjaan sudah selesai. "Ada beberapa titik kami melakukan rekosntruksi jalan. Aspal yang lama di bongkar, kemudian bawahnya dilapisi beton, kemudian ditutup kembali menggunakan aspal," ujarnya.
Hal itu dilakukan untuk memperkuat struktur jalan. Mengingat, dengan BTS menjadi KSPN, kendaraan yang melintas di wilayah Poncokusumo semakin padat. "Ruas Pakis sampai dengan Poncokusumo ini sebetulnya kami usulkan sebagai jalan nasional. Surat usulan sudah kami kirimkan 2018 lalu. Namun sampai sekarang masih belum ada jawaban," tambahnya.
Pria berkacamata minus ini menyebutkan, usulan ruas jalan Pakis-Poncokusumo menjadi jalan nasional, karena seiring dengan ditetapkannya BTS sebagai KSPN. "Setelah ini ada KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), juga Badan Otoritas Pariwisata (BOP) yang juga segera dibangun, dan Bandara Abd Saleh rencananya menjadi bandara Internasional. Dengan begitu jalan di wilayah Timur semakin padat, dan biaya pemeliharaan jalan pun sangat tinggi," ungkapnya.
Karena biayanya tinggi, Wiknyo mengatakan, anggaran daerah tidak mampu. "Alasan kami mengusulkan agar ruas jalan tersebut dikelola pusat," tambahnya.
Menurut  Wiknyo jika tetap dikelola daerah, penanganannya akan lambat, atau tidak secepat ditangani pemerintah pusat. "Ya itu saja. Harapannya dengan jalan tersebut ditangani pusat, maka kami dapat fokus menangani lainnya. Sehingga pembangunan di Kabupaten Malang merata," tandasnya. (ira/udi)



Loading...