EVOS Free Fire Buktikan eSport Bisa Hasilkan Uang

Jumat, 18 Oktober 2019

Minggu, 22 Sep 2019, dibaca : 219 , parijon, stenly

MALANG - Perkembangan olahraga elektronik (eSport) kian pesat di tanah air. Salah satu yang paling dikenal adalah EVOS Capital, dengan beragam prestasi, termasuk menjadi juara World Cup 2019 di Thailand untuk Divisi Free Fire (FF). Saat mereka menggelar city tour di Kota Malang pun, banyak penggemar FF yang hadir untuk bertemu, belajar hingga unjuk kebolehan di hadapan empat Pro Player EVOS Free Fire tersebut.
EVOS Free Fire beranggotakan Muhamad 'Manay' Farchan Ridha, Naufa 'Cupay' Nabbarnur Ibrahim, Regi 'Mr. 05' Pratama, dan Saeful 'Mr.13' Muharrom. Mereka pun berbagi pengalaman dengan para pecinta eSport di Malang yang mendapatkan invitasi khusus dari pihak EVOS dalam acara For The Win City Tour: Coaching Clinic di Kota ke 5.
"Ada 150 yang hadir dalam acara ini. Sebenarnya yang masuk mendaftar ada 750-an," ujar Account Executive EVOS Capital, Handrianus M. Maturbongs.
Menurut dia, angka tersebut menunjukkan tingginya peminat eSport. Bahkan, mulai dari remaja, tidak sedikit yang sudah aktif bermain eSports.
"Perubahan memang terjadi. Dan di era milenial ini, semakin banyak anak-anak atau remaja yang menjadikan games atau mobile gaming sebagai gaya hidup," papar dia kepada Malang Post.
Dia mengatakan, hal yang sama juga terjadi di empat kota sebelumnya. Ketika EVOS Free Fire datang ke Semarang, Bali, Jogjakarta dan Jakarta. "Mereka ingin sekali mengikuti rangkaian sesi seperti coaching clinic dengan pemain profesional," tambahnya.
Menurutnya, EVOS membuktikan pula, bila dari eSport juga bisa menghasilkan uang. Seperti anak-anak EVOS Free Fire, yang dalam tempo enam bulan bisa mendapatkan penghasilan puluhan juta rupiah.
"Bahkan sudah ada yang membeli mobil. Itu hasil mereka juara dunia dan juara di beberapa kejuaraan lainnya," terang dia.
EVOS sendiri kini juga menjadi bidikan dari perusahaan besar yang ingin menjadi sponshorsip. Sebab, para sponsor pun melihat besarnya potensi eSport di Indonesia. "Sekarang tidak jarang anak-anak bercita-cita sebagai gamers. Mereka ingin jadi YouTuber. Ya inilah era milenial," ujar Surya Putra, Nasional Key Account Manager Kopi Singa. Brand tersebut kini bekerja sama dengan EVOS, salah satunya mengeluarkan paket bundling  For The Win.
"Kami melihat potensi saat ini. Banyak pemain games, yang juga ngopi di sela-sela mereka menunggu pertandingan. Jadi kami support saja, keluarkan produk EVOS yang disukai gamers juga," tuturnya.
Sementara itu, Naufa Nabannur alias Cupay menceritakan perubahan hidupnya sebagai pro player. Semua itu berawal dari masa remajanya yang suka bermain point blank, clash of clans hingga Mobile Legend.
"Setelah itu saya ikut kompetisi, jadi juara dan dikontrak EVOS. Saya juga mendapat gaji," tutur pemuda berusia 19 tahun itu.
Menurutnya, sebagai pro player dirinya juga seperti atlet. Ada aktivitas latihan, termasuk latihan olahraga. Mereka juga tinggal di mess.
"Kehidupan juga banyak berubah. Saya tidak menduga bisa mencapai hal besar ini. Orang tua juga bangga," tambahnya.
Dia pun tidak segan memberikan semangat dan tips untuk pecinta eSport di Malang. Termasuk bagaimana berada di posisinya saat ini, yang juga mendapatkan tuntutan tinggi.
"Kami juga ada haters. Kadang juga bete tahu seperti itu. Mereka inginnya kami menang terus, bagus terus. Tetapi itu tantangan kami supaya jadi lebih baik dan prestasi kami juga menyemangati siapapun yang suka bermain games, terutama Fire Fire," tandas Cupay. (ley/jon)



Loading...