Eyang Habibie Terbang Abadi

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Rabu, 11 Sep 2019, dibaca : 780 , bagus, net

JAKARTA - Eyang Bacharudin Jusuf Habibie terbang menuju keabadian di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Beliau dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan di samping makam istrinya, Hasri Ainun Besari atau Ainun Habibie, Kamis (12/9) hari ini. (Baca grafis, Red)
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, negara menyiapkan pemakaman yang akan dilakukan besok. Liang makam juga sudah disiapkan sejak lama di TMP Kalibata.

"Sudah disiapkan pemakaman di sebelahnya Ibu Ainun Habibie di slot 120-121," kata Praktikno di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurutnya, semua sudah disiapkan. Direncanakan, pemakaman akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Jokowi sendiri sudah menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Habibie.

"Innalillahi wainnailihi rojiun, perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan duka mendalam. Menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah bapak Profesor BJ Habibie tadi jam 18.05," ujar Jokowi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Jokowi mengenal Habibie sebagai sosok negarawan yang patut dijadikan teladan. Selama ini Habibie selalu dapat memberikan solusi di tiap persoalan negara baik soal ekonomi maupun kebangsaan.

"Saya rasa beliau adalah negarawan yang patut dijadikan teladan. Selalu tiap persoalan di negara kita baik soal ekonomi atau kebangsaan, beliau langsung menyampaikan solusi dan pendapatnya," katanya.
Dijuluki Mr. Crack
Eyang Habibie selalu lekat dengan inovasi dan teknologi yang salah satu persembahannya bermanfaat dalam dunia penerbangan. Si jenius yang pernah kuliah di Universitas Teknologi Rhein Westfalen (RWTH) Aachen, Jerman. Beliau dijuluki Mr. Crack karena menemukan Proggresion Crack Theory yang akhirnya dikenal dengan istilah Habibie Theory.
Teori yang ditemukan Habibie ini mampu mengkalkulasi keretakan pesawat karena proses terbang landas dan membantu rancang bangun desain pesawat modern buat menghindari kecelakaan. Hitung-hitungan Habibie sangat detail sampai ke tingkat atom material pesawat.

Di tahun 1967, BJ Habibie mendapatkan gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar dari ITB. Selain itu, dari ITB juga BJ Habibie mendapatkan penghargaan tertinggi yakni Ganesha Praja Manggala.
Dengan segala kejeniusan yang dimilikinya, tak heran jika beliau mendapatkan banyak pengakuan dari lembaga kelas internasional mulai dari Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt, yakni lembaga penerbangan di Jerman, The Royal Aeronautical Society London yang ada di Inggris, The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace dari Prancis, The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences dari Swedia dan bahkan The US Academy of Engineering dari Amerika Serikat. BJ Habibie juga pernah mendapatkan penghargaan yang amat bergengsi yaitu Edward Warner Award serta Award von Karman dimana penghargaan ini hampir setara penghargaan Hadiah Nobel.
Tiap kali BJ Habibie yang juga peraih penghargaan Theodore von Karman Award yang bergengsi ini mengunjungi Jerman, maka beliau tak pernah luput dari pemberitaan di sana. Jika dilihat lagi, BJ Habibie hanya kuliah di ITB setahun saja lalu 10 tahun melanjutkan pendidikannya ke Jerman lalu bekerja di MBB Gmbh Jerman yang merupakan industri penerbangan terkemuka. Setelah itu beliau kembali ke Indonesia memenuhi panggilan dari Presiden Indonesia, Soeharto saat itu.

Bukan cuma bisa bikin teori Habibie juga pernah merancang pesawat bernama N-250 saat dia diminta kembali ke Indonesia oleh Soeharto. Pada 1995 prototipe pesawat N-250 PA-1 versi Gatotkaca yang sanggup mengangkut 50 penumpang melakukan terbang perdana disaksikan Soeharto.

Prototipe kedua, N-250 PA-2 versi Krincing Wesi berkapasitas 70 penumpang, lahir pada 1996.

N-250 awalnya merupakan pesawat untuk penerbangan sipil yang dibangun oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) -sekarang bernama PT Dirgantara Indonesia.

Namun proyek ini sempat dihentikan oleh Soeharto pada 1998 atas rekomendasi International Monetary Fund (IMF). Saat itu Indonesia mengalami krisis moneter.

Proyek N-250 merupakan cikal bakal lahirnya pesawat lain buatan Indonesia, yaitu R80 yang diproduksi PT Regio Aviasi Industri (RAI). Perusahaan ini didirikan Habibie bersama putranya, Ilham Habibie.

Prototipe R80 yang sanggup menampung 80-90 penumpang pernah dipamerkan di Bekraf Habibie Festival di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 7-13 Agustus 2017. Menurut Ilham butuh waktu empat tahun buat merancang prototipe itu dan diharapkan bisa terbang pertama pada 2023 kemudian diserahkan ke konsumen setidaknya pada 2025.
Habibie juga pernah disebut merancang pesawat Lockheed Martin C-130 Hercules. Model ini merupakan pesawat bermesin empat turboprop sayap tinggi yang punya fungsi membantu tugas militer. Pesawat ini sanggup mengangkut berbagai macam kargo dan mampu mendarat di landasan terbatas.

Karya Habibie lain adalah VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31, Hansa Jet 320, Airbus A-300 yang mampu menampung 300 penumpang, CN-235, Helikopter BO-105, Multi Role Combat Aircraft (MRCA).

Pesawat-pesawat itu merupakan aset dan ilmu pengetahuan bangsa yang akan dikenang selamanya buat kemajuan Indonesia. Habibie wafat di usia 83 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Rabu (11/9).

Pesan Agar Indonesia Tak Bercerai Berai
Pakar Pendidikan Arief Rachman menyebut Mendiang Bacharuddin Jusuf Habibie sempat menitipkan pesan kepadanya sebelum meninggal dunia. Arief menyebut hingga detik-detik terakhir hidupnya, Habibie tetap peduli dengan pendidikan Indonesia.

Habibie juga meminta agar tenaga pendidik tak hanya mengajar, tetapi juga mempertahankan Indonesia dengan pendidikan yang baik agar bangsa tak tercerai berai.

"Waktu saya menengok di (Ruang) Kartika, beberapa saat lalu ketika beliau bisa bicara. Beliau menitipkan supaya bangsa ini tidak tercerai-berai kamu jangan hanya mengajar tapi mendidik, didiklah bangsa ini sebaik-baiknya," kata Arief mengulang ucapan yang dia terima dari Habibie, di RSPAD, Jakarta, Rabu (11/9).

Tak hanya itu, Habibie juga berpesan agar tak ada yang melupakan Pancasila sebagai tioggak kehidupan bangsa Indonesia.

"Jangan lupakan Pancasila, ilmu sebagai tonggak bangsa. Itu yang disampaikan Pak Habibie ke saya," kata dia.
Arief menyebut, sesaat setelah meninggal dunia, Habibie langsung didoakan oleh Presiden Joko Widodo yang kebetulan datang menjenguk bersama putranya.

"Tadi langsung didoakan Pak Jokowi," kata dia.
Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta. Wafat pada pukul 18.05 Rabu (11/10).

Habibie sebelumnya dirawat di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD sejak 1 September 2019. Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani melalui keterangan resmi pada Senin (9/9) menyebutkan Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan bela sungkawa atas kepergian Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September 2019 lalu.(cni/ary)



Loading...