Giant Ekstra Kebonsari Tutup

Jumat, 18 Oktober 2019

Rabu, 28 Agu 2019, dibaca : 1418 , Bagus, Sisca

SUDAH HABIS: Pengunjung saat berbelanja di Giant, Kobonsari beberapa waktu lalu dengan diskon besar-besaran.

 

MALANG - Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji meminta Giant Ekstra Kebonsari mentaati hak dan kewajiban terhadap karyawannya. Sebelum pusat perbelanjaan di Kecamatan Sukun Kota Malang itu ditutup, ia meminta pihak manajemen perusahaan menuntaskan kewajibannya pada pegawai-pegawainya.
Utamanya berkaitan dengan masalah pesangon. Hal ini ditegaskannya pula ketika mengetahi bahwa menurut catatan Dinas Ketenagakerjerjaan (Disnaker) Kota Malang manajemen Giant Kebonsari Sukun belum melaporkan rencana penutupan resmi.
“Kalau memang belum melapor, nanti akan saya cek,” tegas Sutiaji siang kemarin saat dimintai tanggapan soal rencana penutupan Giant Kebonsari Sukun di sela kegiatannya di Hotel Savanna.
Sementara itu Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P2HI) Disnaker Kota Malang, M Damhudi hingga kemarin menjelaskan masih menjadwalkan untuk melakukan pengecekan dalam waktu dekat. Disnaker masih akan melihat dulu situasi terkini dan mencoba menghubungi manajemen perusahaan tersebut.  
Sementara itu Malang Post pun mencoba melihat kembali situasi dan kondisi pusat perbelanjaan tersebut. Papan pemberitahuan akan dijualnya berbagai aset barang milik perusahaan Giant masih terpampang.
Meski begitu tidak banyak terlihat aktivitas pegawai di dalamnya. Hanya terdapat beberapa pegawai berbaju khas Giant ada pula yang berpakaian biasa berlalu lalang. Malang Post mendatangi salah satu pegawai yang kebetulan terlihat.
“Ini beres-beres saja. Mau tutup memang,” papar pria berpakaian seragam bernuansa bertuliskan kata ‘Giant’ kemarin.
Saat Malang Post menanyakan tentang nasib pegawai, pria ini terlihat tidak nyaman. Ia kemudian bergegas hendak kembali ke dalam ruangan. Hanya memberikan sedikit pernyataan berkaitan dengan pertanyaan tersebut.
Yakni dirinya tidak mengerti lebih jauh dan hanya akan mengikuti aturan dan perintah manajemen berikutnya.
“Ya masih belum tahu. Kita ikuti dulu saja ini instruksi dari pusat, memindahkan, beresin barang,” tukas pria yang tidak mau menyebutkan namanya ini.
Sementara itu, di kalangan karyawan Ramayana masih belum tahu jika akan pindah ke Giant Kebonsari. Mereka tidak tahu menahu, namun apabila memang akan dipindah pasti orang pertama yang akan diberikan informasi tentunya pihak karyawan.
"Kalau soal kontrak habis kan kami tidak tahu, karena bagian yang menangani Ramayana pusat," ujar Devi.
Sejauh ini yang masih digenjot adalah penjualan. Perempuan berambut pendek ini melanjutkan, apabila memang pindah pasti dari manajemen ada pemberitahuan. Lantaran banyaknya karyawan mungkin ada yang tidak berkenan dipindahtugaskan.
"Kan tidak bisa jika dipaksa siap ditempatkan di sana, karena mungkin rumahnya jauh dan lain sebagainya," terang perempuan yang sudah 16 tahun bekerja di Ramayana ini.
Sementara beberapa karyawan lainnya saat dikonfirmasi Malang Post mengatakan tidak mengetahui Ramayana akan pindah, mereka fokus melayani masyarakat dan memanjakan dengan beragam diskon.
"Tidak tahu, tidak ada kabar apapun, kami fokus ke penjualan saja karena sedang ada diskon customer jadi banyak yang datang," tandasnya.(lin/ica/ary)



Loading...