Giant Tutup, Barang Diobral hingga Diskon 90 Persen

Jumat, 18 Oktober 2019

Selasa, 27 Agu 2019, dibaca : 16661 , Bagus, linda

MALANG - Giant Ekstra Kebonsari berakhir sudah, umurnya hanya 693 hari. Giant memberikan diskon 90 persen sejak Jumat (23/8), disusul dengan penutupan gerai pada Sabtu (24/8). Kabar yang beredar di kalangan pemilik kios di Giant, Ramayana yang akan masuk mengambil alih usaha di tempat itu.
Pantauan Malang Post, masih ada sejumlah karyawan Giant yang sibuk merapikan barang-barang termasuk perkakas seperti rak, meja kasir dan lain sebagainya, hingga Senin (26/8) kemarin. Jika masuk ke dalam, di seluruh bagian Rolling Door ditempeli banyak banner yang bertuliskan "Toko ini tutup silahkan kunjungi toko terdekat anda". Banner tersebut juga dilengkapi dengan tempelan kertas dengan tulisan hanya melayani penjualan aset pukul 09.00-15.00 WIB.
"Iya tutup," ujar salah satu karyawan Giant Kebonsari saat dikonfirmasi oleh Malang Post, Senin (26/8).
Beberapa aset juga ditawarkan kepada masyarakat melalui tempelan kertas lengkap dengan gambar, nama barang dan harga. Barang tersebut di antaranya display pendingin 12 ft ditawarkan dengan harga Rp 10 juta, Dought Sheeter Bakery harga Rp 24 juta dan Divider Rounder Rp 15 juta.
"Apabila Anda berminat silahkan hubungi manager kami dan tinggalkan detail kontak nama dan nomor telepon di tempat penitipan barang," bunyi tulisan di papan yang bertuliskan Semua Perlengkapan Toko Dijual.
Penutupan Giant tersebut juga memberikan dampak besar kepada gerai di depannya yakni Pojok Busana. Bahkan gerai fashion ini mengadakan obral sampai habis diskon 30 persen semua barang.
Salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan gerainya mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak pengunjung Giant menurun drastis beberapa bulan lalu.
"Karena orang ke sini yang dituju Giant, kalau Giant sepi toko kami juga sepi, untuk itu mulai hari ini obral barang sampai habis," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sugianyo, karyawan toko carpet yang berada di depan Giant. Jumlah pengunjung digerainya sangat sepi sejak Sabtu lalu lantaran selama ini Giant menjadi pusat jujukan masyarakat.
"Sudah agak lama Giant sepi, kisaran setelah hari raya, kemudian ada diskon 60 persen itu agak ramai, terus paling ramai pas Jumat kemarin ada diskon 90 persen di Giant dan kami juga ramai," jelas Sugianto.
Setelah dikonfirmasi lebih lanjut ia tidak tahu setelah Giant tutup akan dibangun toko apalagi. "Dengar-dengar mau dibangun Ramayana, tapi tidak tahu juga sudah deal atau belum," terangnya.
Sementara itu, Store Manager Giant Ekstra Kebonsari, Sartin Maryanti, enggan dimintai keterangan. Konfirmasinya bisa langsung menghubungi kantor pusat.
"Saya tidak boleh mengeluarkan statement apapun, pihak toko tidak boleh mengeluarkan statement apapun ke pihak media yang bisa saya sarankan silahkan menghubungi email Extcomm," tutup Sartin.
Sementara itu, terkait desas desus akan pindahnya Ramayana ke Giant Ekstra Kebonsari masih belum diketahui kepastiannya. Malang Post mencoba mengkonfirmasi ke Store Operation Ramayana, Bambang Triyono mengatakan belum tahu tentang hal itu.
“Saya belum tahu, belum ada informasi dai management pusat,” tandasnya.
Namun kabar akan pindahnya Ramayana ke Giant Ekstra Kebonsari bahkan sudah ramai dibicarakan oleh masyarakat Malang. Seperti saat unggahan akun instagram @acaramalang pada Sabtu lalu yang menunjukkan sebuah video diskon 90 persen tersebut dibanjiri oleh banyak komentar. Salah satunya komentar dari @dhinni84 yang menuliskan,”giant kebonsari udh dtutup mbak, udh ga ada kmrn sy kesana persiapan bangunan untuk ramayana,”.  Akun tersebut menimpali jika benar akan dibangun Ramayana ia berharap adanya bioskop agar pergerakan Malang Selatan lebih modern lagi.


Disnaker Segera Turun ke Giant Kebonsari

Informasi ditutupnya salah satu perbelanjaan di Kota Malang, Giant Kebonsari Sukun ternyata juga sudah didengar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Malang. Disnaker Kota Malang menyebut sudah ada 2 pegawai Giant Sukun yang mendatangi kantor Disnaker Kota Malang.
Hal ini dijelaskan Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P2HI) Disnaker Kota Malang, M. Damhudi kepada Malang Post saat dikonfirmasi kemarin.
“Ada dua pegawai Giant yang sudah datang. Mereka konsultasi,” ungkap Damhudi.
Ia menerangkan lebih lanjut, kedatangan dua orang yang mengaku karyawan Giant Sukun ini masih sebatas konsultasi. Tidak sampai melaporkan permasalahan industrial yang ada. Saat ini ditanya mengenai materi konsultasinya, Damhudi menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan pesangon.
Dikatakannya, dua pegawai ini menanyakan bagaimana prosedur ataupun ketentuan tentang pemberian pesangon.
“Mereka bertanya seandainya memang tutup, bagaimana aturan pemberian pesangon seperti itu,” papar Damhudi menjelaskan juga apakah Giant Sukun akan benar tutup atau tidak.
Sementara itu berkaitan dengan hal ini, pihak Disnaker Kota Malang juga belum mendapatkan pemberitahuan resmi soal penutupan gerai Giant di Sukun tersebut. Ia mengatakan hanya mengetahui informasi penutupan dari kabar di media.
Hingga saat ini, dijelaskan Damhudi, Disnaker Kota Malang belum mendapatkan laporan dari manajemen Giant jika akan menutup atau tidak.
Sementara menurut aturan UU Ketenagakerjaan, perusahaan yang hendak melakukan penutupan usaha minimal harus melaporkan ke disnaker daerah dalam jangka waktu 7 hari sebelum penutupan.
“Pihak Giant belum melaporkan apa-apa ke Disnaker. Kita juga belum melakukan kunjungan berkaitan dengan hal ini ke manajemen Giant. Nanti kita akan ke sana menanyakan jelas sehubungan dengan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja,red),” tegas mantan Kepala UPT Rusunawa DPUPPB Kota Malang ini.
Ia pun akan menjadwalkan untuk mengunjungi Giant Kebonsari di Sukun Kota Malang, diperkirakan dalam minggu ini atau minggu ke depan.(lin/ica/ary)



Loading...