MalangPost - Ingatkan Pendidikan Masa Depan Lebih Personal

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Ingatkan Pendidikan Masa Depan Lebih Personal

Jumat, 10 Jul 2020, Dibaca : 3807 Kali

BATU - Guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Kota Batu, menggelar rapat kerja menyongsong tahun ajaran baru 13 Juli nanti, bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah  bidang Majelis Dikdasmen dan Kebudayaan. Hadir sebagai salah satu pembicara adalah Ketua Bidang Dikdasmen-Kebudayaan, Muchlis Arif, S.Sn, M.Sn, menyampaikan tema Pendidikan Masa Depan.

“Pendidikan saat ini sudah berubah tidak seperti dulu sebelum pandemi. Semua harus berhadapan dengan globalisasi dan banyak hal yang cepat harus diantisipasi bahkan adaptasi oleh para pendidik,” ujar Muchlis Arif, kemarin.

Menurut Arif-nama panggilan Muchlis Arif-pendidikan pasca pandemi akan lebih berat dilakukan lembaga pendidikan. Sebab sudah menembus dinding kelas. Itu sebabnya lembaga pendidikan khususnya di lingkup Muhammadiyah perlu bersatu dalam menghadapi era baru arah pendidikan saat ini, supaya tidak berat menghadapi tantangan jaman.

Salah satu tantangan jaman dimaksud Arif adalah pendidikan yang dihadapi nanti bukan sekedar bagaimana transfer ilmu pengetahun kepada siswanya. Bahkan transfer perilaku atau adab kepada siswanya. Sehingga karakter siswa dapat terbentuk melalui pendidikan yang semakin mengarah kepada personal ini.

Pendidikan era sekarang, lanjut Arif, tentu saja bukan sekedar tatap muka sekaligus tatap maya. Sehingga bagaimana seorang guru menjadi tauladan yang nantinya menjadi panutan siswanya dalam membentuk karakter siswa sangat menentukan. Inilah nilai plus sekolah masa depan karena harus dapat membentuk prestasi akademik sekaligus adab siswanya.

Mungkinkah? Arif menegaskan sangat mungkin hal ini dilakukan oleh sekolah muhammadiyah. Sebab sekarang setiap kelas sudah harus berisi 12-15 siswa ini artinya lebih personal. Masyarakat tidak keberatan membayar mahal asal anaknya menguasai akademik dan karakter yang unggul.

Berdasarkan hal ini, tandas Arif, seorang pendidik harus berani mengungkapkan ide gagasan mengajar dan mendidik melalui teks, image, video, broadcast, poster, semisalnya di dunia maya. Bahkan himbauan untuk jangan lupa hastag, tagline, serta lainya agar branding personal seorang pendidik menjadi panutan, menjadi publik figur bagi bagi siswanya. (don)

Editor : Redaksi
Penulis : Doni Osmon