Jamaah Haji asal Desa Mojosari Kepanjen, Meninggal 7 Menit Sebelum Landing di Juanda

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 7644 , halim, ira

MALANG – Kepulangan jamaah haji Kabupaten Malang, Sabtu (24/8) dinihari lalu diwarnai dengan kejadian mengharukan. Itu karena salah satu jamaah meninggal dunia di dalam pesawat. Adalah Siti Aminah, 77. Warga Desa Mojosari Kepanjen ini meninggal di dalam pesawat saat perjalanan dari Makkah-Surabaya. Siti Aminah meninggal dunia, 7 menit sebelum pesawat landing di Bandara Juanda.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Dr. Musta’in, M.Ag ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia pun menceritakan jika Siti Aminah adalah jamaah haji dari kloter 21. Dia berangkat ke tanah suci didampingi oleh keluarganya. ”Menurut informasi selama di Makkah, almarhumah beberapa kali mengalami sakit. Tapi beliau dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kemudian pulang bersama jamaah haji lainnya,’’ katanya.
Namun saat dalam perjalanan pulang atau 7 menit sebelum pesawat mendarat di Juanda, Siti Aminah menghembuskan napas terakhirnya. ”Saat itu jenazah yang meninggal di dalam pesawat langsung dimasukkan dalam ambulan untuk dibawa ke ruang medis bandara. Setelah dipastikan meninggal dunia, almarhumah langsung dibawa pulang oleh keluarganya,’’ tambah Mustain.
Samai salah satu  Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIH) Kabupaten Malang yang berada satu pesawat dengan Siti Aminah menceritakan, Siti Aminah berangkat haji bersama anak dan satu besannya dengan kondisi sehat. Siti Aminah mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji. Hingga selesai Armuzna, Siti Aminah baru mengeluh badannya panas. Dia juga mengalami batuk dan mual.
”Saat itu almarhumah tidak mau makan. Sehingga saat di hotel kami beri infus dan obat,’’ kata Samai. Kepala MAN 2 Malang ini pun mengatakan, kondisi Siti Aminah terus membaik. Hingga tiga hari kemudian kondisinya stabil. Bahkan, Siti Aminah juga ikut Tawaf Ifadoh dan wada dengan bantuan kursi roda. Dan saat itu kondisi jamaah dari KBIH Al Haromain ini stabil.
”Ketika perjalanan pulang sampai bandara Jedah, tiba-tiba almarhumah kembali mengeluh lemah, pusing dan mual,’’ tambah Samai. Seketika itu tim medis dalam pesawat memberikan pertolongan dengan memberikan infus dan membantu makan serta minum. Kondisi Siti Aminah pun kembali membaik.
Selama berada dalam pesawat, tim medis terus mengontrol Siti Aminah. Kondisinya juga stabil. ”Tapi saat 30 menit pesawat akan mendarat, tiba-tiba kondisi almarhumah Siti Aminah drop. Dia mengalami penurunan kesadaran, dan tensi darahnya juga drop,’’ tambah Samai. Tim medis pun  tidak tinggal diam. Tim medis langsung membaringkan tubuh Siti Aminah di lantai pesawat, dan memberikan obat anti shok, karena almarhumah mengalami henti nafas. Tim medis juga melakukan pijat jantung, sampai dengan 20 menit. Tapi demikian, kondisi Siti Aminah tidak membaik. Hingga akhirnya pukul 00.40 tim medis menyatakan Siti Aminah meninggal dunia.
”Menurut keluarganya, almarhuma memiliki riwayat penyakit paru-paru basah dan pembengkakan jantung,’’ katanya. Dia pun mengatakan, jenazah Siti Aminah langsung dibawa keluarganya pulang saat itu untuk kemudian dimakamkan.(ira/lim)



Loading...