Jumlah Kebakaran Meningkat Drastis | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 18 Nov 2019, dibaca : 441 , parijon, sisca

MALANG - Jumlah kasus kebakaran di Kota Malang melonjak drastis di periode bulan ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, 31 kasus kebakaran terjadi selama Oktober 2019. Tercatat ada 43 kasus bencana terjadi dan dari jumlah tersebut sedikitnya 31 kasus kebakaran terjadi.
Baik kebakaran lahan maupun kebakaran bangunan. Sisanya lia kasus angin kencang dan tujuh kali kejadian pohon tumbang atau dahan patah.
“Akibatnya kerugian warga mencapai Rp 563 juta,” papar Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Alie Mulyanto, belum lama ini.
Ia menjelaskan dibandingkan dengan data bulan sebelumnya terdapat peningkatan kasus yang cukup fantastis. Pada Januari dan Februari masing-masing satu kasus kebakaran. Kemudian pada Maret tercatat delapan kasus kebakaran.
Lalu saat awal kemarau Maret lalu, kebakaran sempat menurun menjadi tiga kasus. Namun kembali naik menjadi enam kasus pada Mei. Kenaikan mulai terasa ketika di bulan Juni.  Alie menyebut ada delapan kasus kebakaran terjadi. Kemudian 12 kasus pada bulan Juli, empat kasus di Agustus dan sembilan kasus di September.
“Penyebab kebakaran bermacam-macam umumnya didominasi faktor kelalaian manusia. Seperti buang puntung rokok sembarangan, bakar sampah di tinggal, masak air di tinggal, serta menyalakan lilin di dekat bahan yang mudah terbakar,” terangnya.
Mantan Kepala Bagian Kesra Setda Kota Malang ini tak membantah faktor alam seperti cuaca panas dan terik selama kemarau juga menjadi penyebab kebakaran lahan dan pemukiman yang kian meningkat. Pasalnya musim kemarau memang ditengarai rawan kebakaran lahan kosong.
Hingga akhir Bulan Oktober BPBD Kota Malang mencatat 184 kejadian bencana terjadi di Kota Malang. Yakni 82 kejadian kebakaran, tanah longsor 41 kali, 18 kejadian pohon tumbang, sepuluh kasus genangan air, dua kali efek gempa, 17 kali angin kencang serta 14 kejadian non alam.
BPBD juga menyebut jumlah kerusakan dan kerugian sepanjang Januari hingga Oktober tak kurang dari Rp 10,695 Miliar.
“Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap adanya potensi bencana seperti pohon tumbang kebakaran atau banjir dengan kesigapan dan kehatia-hatian dengan barang barang dan lingkungan sekitarnya sendiri,” pungkasnya. (ica/jon)



Loading...