Karnaval Budaya Meriahkan Festival Kampung Cempluk 2019

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Minggu, 22 Sep 2019, dibaca : 1008 , udi, amanda

MALANG - Festival Kampung Cempluk kembali digelar, Minggu (22/9). Kegiatan tahunan yang digelar di Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang itu akan digelar hingga Sabtu (28/9). Dengan mengusung tema “Kampung Sebagai Serambi Utama Indonesia”, menyajikan sajian budaya dan dihadiri Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono hingga jajaran rektor dan wakil rektor universitas.
Pra acara dimulai sekitar pukul 09.00 pagi, dengan acara rembug budaya. Disana, beberapa pakar berkumpul untuk menggelar diskusi terkait kampung sebagai serambi utama Indonesia. Kemudian, siang harinya, ada karnaval budaya menyajikan tarian, reog dan masih banyak lagi. Hal tersebut menyita perhatian masyarakat sekitar. Selain itu, ada juga sentra kuliner yang dijajakan masyarakat sekitar.
Penggagas Kampung Cempluk, Redy Eko Prasetyo mengungkapkan, gelaran tahun ini orientasinya bagaimana effort dan geliat yang dilakukan masyarakat untuk mempersiapkan event tersebut. “Proses persiapannya itu yang penting. Hal tersebut sebagai salah satu pemantik rasa gotong royong bagi warga,” kata dia.
Sesuai dengan tema yang disiapkan, pihaknya memberikan edukasi bahwa kampung sebagai positioning ruang utama untuk mengenal Indonesia. Dengan mengenal suasana kampung, para mahasiswa bisa mengetahui cerminan masyarakat asli Indonesia. “Kami berharap, kampung bisa menjadi domain utama sebagai ruang interaksi sosial yang efektif,” jelas pria yang sedang menempuh pendidikan PascaSarjana jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya ini.
Sehingga, para mahasiswa yang berasal dari luar Malang, bisa membangun interaksi dan sinergi dengan masyarakat sekitar. “Selama di kampus, mereka fokus belajar. Kemudian, mereka bisa membangun interaksi di lingkungan sekitar kampus dan tempat kos. Sehingga ketika sudah lulus, tidak gelagapan ketika kembali ke masyarakat,” jelas dia.
Selain itu, kegiatan tersebuut juga bertujuan memberikan pengetahuan kepada para pengunjung bahwa melalui kampung, bisa menjadi halaman utama untuk memberikan kontribusi kemajuan bangsa. “Dari kampung, muncul berbagai macam ide. Sehingga, bisa menghasilkan berbagi ide gagasan yang produktif. Serta memperkuat tali silahturahmi satu dengan yang lainnya,” urai pria yang meraih Ikon Apresiasi Prestasi Pancasila 2019 ini.
Redy menambahkan, selama enam hari, masyarakat sekitar dan pengunjung akan dimanjakan dengan sajian budaya khas Kampung Cempluk. Yang berbeda, tahun ini, mereka akan melakukan catwalk di sekitar lorong kampung. “Catwalk nggak meluku di atas panggung. Tapi juga di sekitar kampung. Selain itu, kami mengadakan video mapping di kampung-kampung,” tandas dia. (tea/udi)



Loading...