Kejutan Slalom di Momen Ultah

Jumat, 18 Oktober 2019

sabtu, 10 Mar 2018, dibaca : 293 , junaedi, rista

BATU Empat pengunjung Museum Angkut kemarin mendapatkan fasilitas layaknya raja. Bagaimana tidak, di hari ulang tahun mereka di bulan Maret ini, keempat pengunjung itu bisa merasakan bagaimana slalom menggunakan Toyota Corona tahun 1977 yang bertenaga 2000 cc. Lebih istimewa lagi, mobil ini dikemudikan Glenn Sumendap, Owner Run Away 27, salah satu wahana di Museum Angkut. Selepas itu, satu keistimewaan lagi dialami oleh keempat pengunjung ini. Mereka bisa makan siang bersama Bos Museum Angkut, Akhmad Endang Shobirin di restaurant Run Away 27. Semua keistimewaan ini mereka dapatkan dalam perayaan ulang tahun ke-4 Museum Angkut, 9 Maret, kemarin. Tidak semua pengunjung yang berulang tahun Maret mendapatkan keberuntungan ini. Hanya ada empat orang uang beruntung bisa merasakan bagaimana serunya duduk di samping Glenn Sumendap, yang terus memacu Corona dengan begitu kencang. Benar-benar bisa membangkitkan andrenalin, sama sekali tidak menyangka di hari ulang tahun saya mendapatkan kejutan seperti ini. Terima kasih Museum Angkut, selamat ulang tahun,” ujar Triarta Yasa, wisatawan asal Bali yang kemarin juga berulang tahun ke 19. Meski sempat merasa pusing, Triarta merasakan sensasi yang belum pernah dialaminya. Bahkan ia sempat mengabadikan pengalamannya ini dengan merekam video dari gadget miliknya. Di antara keempat orang ini, ada juga yang sudah berumur 67 tahun, bukannya takut, Farid Amdjad, warga Solo ini malah sangat menikmati duduk di samping Glenn Sumendap yang terus meliak liukkan mobil miliknya tersebut. Saya sangat menikmati, baru pertama kali ini saya merasakan bagaimana slalom itu, ujar Farid yang sebelumnya seorang instruktur outbound. Lain halnya dengan Farid, pengunjung lain, Aji Purwanto, wisatawan dari Solo justru merasakan jantungnya berdebar. Deg-degan, baru pertama kali ini,koyok dionjat anjit (seperti diombang ambingkan),ujarnya tersenyum sembari mengatakan sangat menyukai kejutan selama 30 detik di dalam mobil slalom tersebut. Tidak hanya kemarin, untuk pengunjung yang datang pada 17 dan 18 Maret mendatang juga bisa merasakan sensasi slalom menggunakan mobil tua yang masih bisa bergerak lincah. Kejutan ini diberikan oleh Museum Angkut sebagai hadiah ulang tahun untuk para pengunjung, sekaligus merayakan HUT ke-4 Museum Angkut. Dalam giat bertajuk Lunch With Bos ini, para pengunjung diperlakukan bak raja. Ini semua bentuk terima kasih kami kepada para pengunjung. Kami ingin berikan hadiah ulang tahun teristimewa. Kalau selama ini, mereka hanya bisa menonton slalom, hari ini kita ajak mereka merasakan bagaimana slalom itu sebenarnya, ujar Nunuk Liantin, Supervisor Public Relation Museum Angkut.Para pengunjung juga dihibur dengan parade History of Transportation. Dimana Museum Angkut menunjukkan kepada pengunjung perkembangan transportasi, dalam hal ini sepeda. Dimulai dari sepeda kayu, sepeda kayuh, sepeda uap, hingga sepeda Zundapp Combinette keluaran tahun 1917. Nimbus motor buatan Denmark tahun 1919 yang pernah dipergunakan untuk perang dunia ke II.Di antara parade motor tersebut ada juga Aristo, mobil listrik buatan mahasiswa Universitas Brawijaya yang baru saja dihibahkan kepada Museum Angkut beberapa waktu lalu. “Kita tunjukkan kepada pengunjung, semua alat transportasi mulai dari tempo dahulu, hingga kendaraan masa depan. Kita ingin buktikan bahwa alat transportasi yang kita pamerkan 90 persen bisa jalan, papar Nunuk.



Loading...