Kembalikan Kepercayaan Masyarakat Pada Dewan

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 348 , aim, sisca

Menjadi aktivias partai berlambang banteng moncong putih dilakoni I Made Riandiana Kartika mulai dari bawah. Ia pernah menjadi ketua ranting di 2005 sampai kini menjadi ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang yang diberi amanah menjadi ketua DPRD Kota Malang periode 2019-2024.
Perjalanan karir politiknya yang dari bawah memberikannya motivasi lebih besar untuk meneruskan amanah dan aspirasi rakyat kecil dalam kepemimpinannya lima tahun ke depan. Pria kelahiran Jembrana 13 Februari 1971 ini meyakini, proses dari bawah akan membentuk karakter dan mental lebih kuat dan membuka pandangan yang lebih luas terhadap masyarakat.
Pengalaman berorganisasi dimulainya dari sekolah. Ia menjadi ketua OSIS saat duduk di bangku SMP kemudian menjadi Wakil Ketua OSIS saat masih SMA di Bali.
“Saya sudah tidak punya ayah ibu saat SMA. Saat mau kuliah saya diajak ke Malang oleh kakak. Karena dibiayai kakak, saya akhirnya ikut ke Malang dan kuliah di Universitas Gajayana Malang,” ungkap bungsu dari lima bersaudara ini.
Usai kuliah, ia merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai marketing di perusahaan percetakan pada 1996. Akan tetapi karena di tahun tersebut reformasi terjadi kondisi ekonomi tidak stabil ia memilih kembali ke Malang.
Saat kembali ke Malang inilah ia merintis usaha percetakan atau sablon plastik di Tahun 1997 hingga 2009. Kemudian di 2009 ia bekerja lagi di sebuah perusahaan pengembang perumahan PT Villa Bukit Tidar.
“Di masa ini saya mengembangkan pengalaman organisasi. Saya sempat jadi ketua karang taruna, sekretaris RT, Sekretaris RW, wakil ketua RW hingga sampai saat ini Ketua RW 02 Kelurahan Tlogomas. Dari sini saya juga mulai gabung dengan partai politik,” ungkap Politisi PDI Perjuangan ini.
Ia sempat menjadi ketua ranting di 2005 sampai kemudian menjadi Ketua Bapilu DPC PDI Perjangan Kota Malang. Dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang hingga saat ini. Lantas apa yang memotivasinya gabung di dunia politik?
Made menerangkan, ia ingin “dekat” dengan pembuat kebijakan. Sedekat apapun dengan pembuat kebijakan maka aspirasi akan mudah disampaikan.
“Saya pertama masuk Malang saya itu sudah jatuh cinta. Bertemu istri ya di Malang. Saya awalnya hanya ingin kawasan RW saya di paving bagus. Caranya ya mendekati pembuat kebijakan. Ya tertariklah saya masuk ke partai,” papar suami Eka Yunita ini.
Wakil rakyat Dapil Lowokwaru ini kemudian melanjutkan karir politiknya hingga saat ini. Meski begitu ia masih menginginkan satu hal. Selain mewakili aspirasi warga Kota Malang, Made ingin mengembalikan marwah dan kepercayaan publik terhadap lembaga DPRD Kota Malang.
Setelah apa yang terjadi dengan pendahulu, ia optimis anggota DPRD Kota Malang saat ini akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena belajar dari kesalahan terdahulu.
“Tentu saja fungsi dewan kita optimalkan. Penganggaran, kontrol dan pengawasan yang akan ditekan betul. Jika ada yang salah dari kebijakan akan kita desak, buat Perda inisiatif untuk memperbaiki,” tandas ayah dari Ni Luh Putu Sekar Ayu Rian Putri dan Ni Luh Made Laras Ayu Rian Putri ini. (ica/aim)



Senin, 14 Okt 2019

Dewan Siap Revisi Perda CB

Loading...