Klinik Pedis Care Malang, Ciptakan Inovasi Sepatu Sandal Diabetes | Malang Post

Selasa, 12 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 18 Okt 2019, dibaca : 1095 , halim, asa

MALANG - Tidak sedikit penderita diabetes mellitus merasa was-was dan takut saat beraktivitas. Mereka terkadang khawatir terkena kerikil ataupun tersandung di bagian kaki sehingga terjadi luka dan luka yang semakin meluas. Hal tersebut memang sangat wajar karena luka yang timbul pada penderita diabetes sulit untuk sembuh.
Menanggapi hal tersebut, Klinik Pedis Care perawatan luka diabetes yang terletak di Jalan Mayjend. Panjaitan No.68, Penanggungan, Malang ini berinovasi untuk menciptakan sepatu sandal bagi penderita diabetes. Terobosan baru dalam pembuatan sepatu sandal ini mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan beraktivitas bagi penderita diabetes.
Manager Operasional, Ns. Ayu Nanda Lestari, M.Kep mengatakan, penderita diabetes tidak menyadari jika terjadi luka pada kaki karena mengalami neuropati, yakni saraf tidak dapat merasakan bahwa terjadi sakit di bagian tersebut. Untuk itu, sangat penting bagi penderita diabetes untuk menggunakan alas kaki yang mampu melindungi penderita agar tidak terluka ataupun memperlebar luka yang tidak dirasakan pasien.
“Sepatu sandal ini dirancang untuk mencegah terjadinya luka ataupun penambahan luka pada kaki penderita diabetes. Sepatu dibuat dengan menggunakan bahan-bahan pilihan berkualitas terbaik untuk menurunkan risiko perluasan luka di bagian kaki. Selain itu mencegah perluasan luka pada kaki, sepatu ini juga dirancang meningkatkan kenyamanan pemakaian alas kaki penderita diabetes dalam beraktifitas sehari-hari. Jadi, mereka tak perlu merasa khawatir lagi saat berjalan kaki,” kata Sapaan Ns. Nanda kepada Malang Post.
Sepatu sandal diabetes dibuat menggunakan bahan-bahan yang dikombinasikan agar mencapai kenyamanan dan kecocokan bagi kondisi kaki penderita diabetes. Bahan baku busa sebagai komponen utama dalam pembuatan sepatu sandal ini, karena sifatnya yang lembut dan tidak mudah melukai kulit. "Kalau diabetes kan tidak boleh luka, makanya kita cari bahan yang lembut,” lanjutnya.
Ns. Nanda menambahkan, untuk menghindari slip, pihaknya menggunakan sol atau alas sandal anti licin sehingga penggunanya tidak perlu khawatir terpeleset. Selain itu sepatu sandal ini memiliki perekat di beberapa bagian agar pengguna dapat menyesuaikan ukuran kaki yang seringkali membengkak akibat diabetes.
Sepatu sandal Pedis Care memiliki ukuran yang berbeda antara kaki kanan dan kaki kiri, tergantung kondisi kaki penderita diabetes. Bahkan pihaknya menerima pemesanan sesuai dengan penderitanya. “Sebelum dibuat, terlebih dahulu kaki penderita diukur sesuai dengan ergonomis kaki, dianalisis keadaannya apakah mengalami luka, bengkak, atau alergi. Setelah diperoleh hasilnya, baru ditentukan ukuran, model, dan bahan kulit yang sesuai kondisi kaki pasien,” jelasnya.
Dua desain dibuat untuk memudahkan pengguna dalam pemakaian sepatu ini karena kaki dapat langsung masuk tanpa harus tergores. Selain itu desain khusus untuk pria dan perempuan juga diproduksinya. Sepatu sandal Pedis Care khusus diabetes ini dibanderol dengan harga terjangkau yakni Rp 160-170 ribu. Saat ini produknya tersebar hingga ke seluruh pasar nasional. (mp4/sir/lim)



Loading...