Kondisi Habibie Lemah, Pembesuk Dibatasi

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Selasa, 10 Sep 2019, dibaca : 1812 , vandri, jpg

JAKARTA -  Putra bungsu BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie mengungkapkan sang ayah menjalani aktivitas yang kelewat tinggi sebelum akhirnya terbaring di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Hal itu dinilai jadi penyebab awal sakit yang diderita Presiden ke-3 RI itu.
Menurut Thareq, kegiatan Habibie terlalu banyak sehingga kerja jantung tak mampu mengimbangi. "Banyak orang politik, orang pintar datang, banyak sahabat datang dan minta pendapat. Bapak dengan senang hati menerima," ujar Thareq di tengah konferensi pers di RSPAD tadi malam.  
Padahal ia menuturkan, usia mantan wakil presiden itu kini sudah hampir menyentuh 84 tahun. Ditambah lagi menurut Thareq, kondisi jantung Habibie bermasalah sejak usia muda. "Kelemahan bapak itu, otak masih jalan tapi sudah lupa badan sudah tidak mengikuti lagi. Awal-awal dari penderitaannya ya itu," jelasnya.
Itu sebabnya Thareq berpikiran, ketika pulih nanti pihak keluarga juga akan membatasi kegiatan Habibie. Termasuk dalam menerima sejumlah kunjungan ke kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta.
Thareq menjelaskan kondisi sang ayah tadi malam masih lemah dan letih. Sehingga perlu beristirahat secara intensif. "Pak Habibie memang belum siuman dari bangun saja, agar istirahat karena beliau kan (sedang) lemah. Malam istirahat, pagi belum bangun. Tidak ada kritis apapun," kata adik Ilham Habibie itu menepis kabar yang menyebut B.J. Habibie dalam kondisi kritis.
Namun begitu, ia mengaku belum bisa menyampaikan detail kondisi kesehatan ayahnya. Termasuk, belum mengizinkan tim dokter untuk menjelaskan perkembangan keadaan B.J. Habibie.
Thareq hanya memohon seluruh pihak untuk mendoakan kesembuhan dan kesehatan sang ayah. "Nanti kalau Bapak sudah pulih (akan ada keterangan dari tim dokter). Kami terangkan semua yang terjadi. Sekarang mohon maaf tidak bisa keluarkan detail apapun. Saya cuma minta doa saja," kata dia. "Jangan khawatir, bapak tidak dalam keadaan meninggal, justru membaik dan stabil," lanjutnya.
Thareq sempat jengkel saat menceritakan hoaks yang menyebut ayahnya meninggal. Informasi itu tersebar Selasa (10/9) pagi melalui media sosial Facebook dan aplikasi pesan WhatsApp.
"Saya belum apa-apa, sudah mendapat Innalillahi. Loh gimana sih?" kata Thareq mengawali konferensi pers mengenai kondisi kesehatan B.J. Habibie. "Saya tanya, 'Yang meninggal siapa?'" sambungnya lagi.
Ia mengingatkan seluruh pihak untuk tidak menyebarkan dan berhenti memproduksi informasi palsu atau hoaks. Thareq bahkan sempat menyinggung peran Dewan Pers terkait beredarnya hoaks Habibie meninggal tersebut.
Dia juga menyebut, Habibie sempat bertanya mengenai penyebaran informasi hoaks soal BJ Habibie meninggal dunia. "Tadi pagi saya ditanya bapak terkait dengan berita palsu bapak sudah meninggal," kata Thareq.
Ia mengimbau agar jangan percaya berita hoaks. “Percayalah kepada kalian-kalian (media) yang benar, memberi berita yang asli. Yang akan selalu kasih berita saya, hanya saya. Sudah sepakat masing-masing tim punya tempat mengurusi Pak Habibie, saya yang menghadapi publik. Kalau bisa, setiap hari saya laksanakan setiap hari. Kalau bisa setiap jam segini setiap hari atau dua hari, akan dilaksanakan," ucap Thareq.  
Ia mengakui kondisi sang ayah memang sedang tidak sehat. Kendati begitu menurut dia, kesehatan B.J. Habibie berangsur stabil. "Membaik cuma sangat lemas, capek, diajak ngomong bereaksi, ditanya (bisa) mengangguk, menggeleng juga bisa," ujarnya.
Sementara itu tadi malam.  Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk Habibie. Namun JK  tak menemui awak media.  Ia langsung ke ruang perawatan intensif Habibie. Wartawan yang menunggu di bawah tangga dan depan lift penghubung ke ruangan BJ Habibie tak mendapati JK keluar. Tapi berselang 15 menit setelah itu, salah satu tim Humas Kesekretariatan Wakil Presiden mengabarkan bahwa Kalla telah selesai membesuk Habibie.
"Saya hanya menjemput di luar, saya yang bawa masuk lalu di dalam dengan kakak saya. Saya rasa, Pak JK juga mengabarkan apa yang terjadi. Cuma sebentar, 5 menit di sana. Sempat ke ruangan, pakai masker juga," kata Thareq.  
Thareq mengatakan orang-orang yang bisa masuk ke ruang perawatan ayahnya memang dibatasi, termasuk untuk anggota keluarga. "Keluarga saja tidak semua masuk, hanya anak dan cucu. Keponakan tidak bisa sembarang masuk," tutur dia.
 Sebelumnya, sejumlah tokoh menjenguk Habibie sepanjang hari kemarin. Antara lain Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Subagyo Hadi Siswoyo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zulva dan mantan menteri era Soeharto, Theo L Sambuaga. Selain itu tampak juga Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh. (cni/jpg/van)



Loading...