Latih Anggota Pembuatan Handycraft

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Minggu, 22 Sep 2019, dibaca : 144 , aim, amanda

MALANG – Perempuan identik dengan perhiasan dan aksesori. Untuk tampil cantik tidak perlu mahal, aksesori bisa dibuat sendiri sesuai dengan selera dan kesukaan. Bahkan, aksesori yang dibuat bisa menghasilkan pundi-pundi ekonomi yang dapat membantu keluarga. Itulah yang dilakukan TP PKK Kota Malang dengan menggelar pelatihan pembuatan kerajinan tangan (handycraft).
Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji mengungkapkan, pelatihan bertajuk 'Pelatihan Handycraft, Tampil Cantik Bersama TP PKK" itu diadakan sebagai salah satu bentuk penguatan ketahanan keluarga. Hal tersebut sekaligus sebagai salah satu ajang untuk menarik anggota TP PKK untuk mendukung giat UMKM.
"Saya ingin mengajak anggota PKK untuk berani menggunakan aksesori. Selain itu, juga mempublish geliat UMKM juga. Sekaligus, ingin para ibu-ibu ini lebih mandiri dengan karya seni yang dibuat dan dipakai sendiri," kata Widayati kepada Malang Post, di Gedung Kartini, Jumat (20/9).
Puluhan anggota TP PKK berkumpul di Kartini Imperial Ballroom. Mereka duduk berjejer dan mempersiapkan bahan-bahan aksesori, mulai dari benang rajut, kain flanel, lem dan masih banyak lagi. Mereka akan membuat aksesoris dan dibimbing oleh Chrisnawati Evayana, Owner Eva Unique Accessories. Mereka tampak antusias mengikuti tahapan demi tahapan pembuatan kalung tersebut.
Lebih lanjut, Widayati menguraikan, saat ini, kampung tematik di Kota Malang bergeliat. Hal tersebut bisa dijadikan peluang para pengrajin untuk memasarkan produknya. "Bisa dipasarkan disana dan dijadikan oleh-oleh juga," papar dia.
Melalui kegiatan tersebut, perempuan berhijab ini juga ingin menunjukkan kepada anggota TP PKK bahwa tampil cantik tidak harus mahal. Mereka bisa memanfaatkan bahan yang ada. Seperti membuat aksesoris dan desain baju sendiri.
"Bahannya juga lebih murah. Justru hasil karya ini yang menjadi pusat perhatian dari daerah lain. Saya sering menggunakan hasil UMKM dari Kota Malang, baik baju maupun aksesori dan itu mampu menarik konsumen," jelas dia.
Menurutnya. Itu mampu menggerakkan geliat ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Malang. Selain kegiatan pelatihan tersebut, pihaknya juga menggerakkan kelompok kerja (pokja) PKK yang terdiri Pokja I yang membidangi gotong royong dan keagamaan, Pokja II membidangi koperasi, Pokja 3 membidangi ekonomi kreatif dan pokja IV tentang kesehatan. "Masing-masing pokja sudah digerakkan, sebagai bentuk pemberdayaan dan pelatihan agar lebih mandiri," tandas dia.(tea/aim)



Loading...