Lomba Adzan diikuti Peserta Malang Raya

Jumat, 18 Oktober 2019

Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 613 , mp, ian

MALANG – Takmir Masjid Ainul Yaqin Sawojajar bekerjasama dengan Baitul Maal Hidayatullah dan PCNU Kota Malang menggelar lomba adzan se-Malang Raya di Masjid Ainul Yaqin Jalan Danau Limboto Sawojajar pada Minggu (25/8). Lomba adzan kali ini diikuti oleh sebanyak 40 peserta dari Malang Raya dengan dua kategori yakni kategori usia 9-15 tahun dan  usia diatas 15 tahun.
“Awalnya kuota 30 orang. tapi kami tidak menyangka, karena antusiasme yang sangat besar dari warga Malang Raya, akhirnya kuota kita tambah namun kita batasi jumlah peserta hanya sebanyak 40 peserta dengan beberapa pertimbangan. Alhamdulillah kegiatan berlangsung sukses,” ujar Setyo Teguh Pambudi, Takmir Masjid Ainul Yaqin.
Tentu tak mudah untuk melakukan adzan dengan benar. Lomba mengumandangkan adzan haruslah dengan suara dan lagu yang merdu disertai dengan hukum tajwid yang benar. Jenis Adzan yg dikumandangkan untuk lomba adzan kali ini adalah jenis adzan waktu Shubuh yang mana lebih panjang dibanding jenis adzan di waktu lain.
Sedangkan untuk penilaian, dilakukan oleh dua orang juri yakni Qori Ahmad Nafik dan Fachrur Rozi. Kriteria penilaian dalam lomba adzan ini meliputi kelantangan, kemerduan, jenis lagu, suara / nafas, fasohah dan tajwid.
Lomba adzan diakhiri siang hari dengan menghasilkan beberapa juara yakni juara 1 kategori usia 9 sampai 15 tahun diraih oleh M. Fatihu Rasya dengan nilai 90. Sedangkan untuk kategori diatas 15 tahun diraih oleh Asrul Fauzi dengan nilai 87.
“Mudah mudahan ini momen yang bagus. Bila nanti evaluasi kita hasilnya memuaskan insya Allah akan kita lakukan setiap tahunannya. Selama ini lomba adzan kan jarang dilakukan. Kami mendapat support dari banyak pihak, dari BMH, RRI, dan PCNU Kota Malang. Insya Allah bagi yang juara akan difasilitasi untuk bisa adzan di radio RRI dan masjid Jami’,” kata Teguh.
Teguh mengatakan sudah saatnya para remaja untuk bisa menggantikan generasi tua dalam hal adzan. Hal ini agar bisa menjadi regenerasi atau pengkaderan yang baik sehingga memunculkan muadzin yang mempunyai suara bagus dan enak didengarkan. Apalagi adzan itu kan seruan atau panggilan mengajak orang melaksanakan salat.
“Pengalaman di perumahan, seringkali yang adzan adalah bapak bapak yang sepuh. Sudah waktunya anak anak muda bisa tampil untuk adzan. Muncul bibit bibit remaja yang kuat mental. Adzan ini sepertinya sepele tapi kalau tidak terbiasa bisa menjadi grogi, tidak berani. Ini salah satu pengkaderan remaja masjid, dan seperti yang kita lihat adzan tiap peserta kali ini bagus bagus,” jelas Teguh.
Senada dengan Teguh, Sony Abdul Karim S.PdI., selaku Manager Operasional BMH Jatim Gerai Malang, juga berharap, dengan diadakannya kegiatan yang sifatnya sebagai syiar Islam seperti ini nantinya akan bermunculan generasi penerus untuk melanjutkan generasi sebelumnya dalam melaksanakan adzan. Sony menginginkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali di masa yang akan datang.
“BMH mensupport tiap kegiatan yang tujuannya untuk syiar islam. Diharapkan nanti muncul muadzin yang baik. Kedepan ada lomba seperti ini lagi,” kata Karim, sapaannya. (mp3/sir)



Loading...