Makelar Nikah Tega Tipu Tetangga | Malang Post

Selasa, 12 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 22 Okt 2019, dibaca : 4632 , halim, rdb

PROBOLINGGO – Aliya, 28, warga Desa/Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Perkaranya ia diduga melakukan penipuan. Modusnya cukup unik, yaitu menjadi makelar nikah.
Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (16/10) lalu sekitar pukul 14.00. Ia diamankan saat berada di rumahnya sendiri dan langsung digelandang ke mapolres untuk dimintai keterangan.
AKP Riski Santoso Kasat Reskrim Polres Probolinggo mengatakan, pelaku dilaporkan oleh korban atas nama Abdurrahman, 29, yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Ia, diduga telah melakukan penipuan terhadap korban. “Pelaku ini kami amankan karena melakukan penipuan terhadap tetangganya,” ujar Riski sapaan akrab pria asal Surabaya itu.
Menurutnya, kronologi penipuan yang dilakukan yaitu terjadi pada Oktober 2018 lalu. Korban saat itu baru pulang sekolah usai menuntut ilmu dari Makkah. Mendapati korban pulang, kemudian pelaku langsung menemui orang tua korban. “Saat itu pelaku bermaksud untuk menjodohkan pelapor dengan seorang wanita,” katanya.
Wanita yang ditawarkan merupakan anak dari salah satu pengasuh pondok di daerah Tongas. Mendapati tawaran tersebut, sontak orang tua pelapor langsung menerimanya. “Langsung diterima. Orang tuanya diminta sejumlah uang. Jika ditotal kerugiannya puluhan juta,” jelasnya.
Kasat tidak menyebut rinci kerugiannya. Namun, menurutnya proses transaksi dilakukan secara online atau transfer bank. Itu dilakukan beberapa kali atas permintaan pelaku.
Setelah uang ditransfer, keluarga korban mulai menanyakan rencana pernikahan tersebut. Tapi, beberapa kali Aliya menghindar. Alasannya berbagai macam. Bahkan nomor teleponnya tak bisa dihubungi. “Hingga akhirnya korban melapor karena merasa ditipu. Dan kami tindaklanjuti dengan penangkapan,” ungkapnya.
Untuk saat ini pelapor atas aksi korban masih hanya satu. Pihak kepolisian, masih terus mendalami penyelidikan. Diduga korbannya bukan hanya satu. Untuk perbuatannya pelaku diganjar dengan ancaman pasal 378 KUHP tentang Penipuan.(rdb/lim)



Loading...