Mamin Otonomi Award Dikeluhkan Tokoh Masyarakat

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 602 , aim, sisca

MALANG - Event Otonomi Awards yang digelar Pemkot Malang pada Senin (26/8) malam lalu, menuai banyak keluhan masyarakat. Keluhan datang dari undangan yang sebagian besar merupakan ketua RT, RW, TP PKK kelurahan hingga kelompok PKK RT.

Keluhan ini viral di salah satu grup komunitas di Kota Malang. Akun Facebook bernama “Ahmad Fauzan” mengunggah postingan ke akun Facebook “Komunitas Peduli Malang Raya”. Disebutkan bahwa acara Otonomi Award sungguh mengenaskan dengan perbandingan anggaran yang sangat besar.
Kutipan keluhan yang viral di medsos ini sebagai berikut “Acara Otonomi Award Kota Malang yang sungguh mengenaskan. Konsumsinya sangat-sangat tidak menghargai para tokoh undangan yang hadir…”
Hal ini sontak mengundang komentar dari warganet yang membacanya. Ada yang berkomentar dengan nada senada, ada pula yang menanyakan bagaimana kerja dari Pemkot Malang. Sebagian besar komentar memang bernada negatif yakni mengkritik pelaksanaan acara tersebut. Dibeberapa grup WA pun ramai yang membahas hal itu.
Salah satu anggota DPRD Kota Malang hasil PAW yang juga baru saja dilantik di masa jabatan yang baru, Eko Hadi Purnomo membenarkan anggaran besar disebutkan warganet tersebut.
“Iya. Sangat kami sayangkan kok jadinya seperti itu. Saat kemarin (saat jadi anggota dewan PAW,red) di Komisi A saya memang ikut membahas soal anggaran acara ini memang anggarannya Rp 1,15 miliar. Saya dilapori banyak warga yang mengeluh soal sajian dalam acara ini,” tegas Eko menjelaskan anggaran tersebut masuk dalam proker Kabag Pemerintahan Pemkot Malang.
Ia mengatakan, hal ini akan menjadi evaluasi besar bagi penganggaran Otonomi Awards berikutnya. Pasalnya dewan mengetahui sendiri bahwa jumlah anggaran tersebut memang dirasa tidak sebanding dengan pelaksanaan yang banjir keluhan.
Hal yang sama disampaikan anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi. Dia melihat
Pemkot Malang  tidak terlalu serius menyelenggarakan otonomi award dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kelurahan benar-benar menyiapkan diri dengan maksimal pada tahun sebelumnya. Untuk Tahun ini rupanya sekadar menyelenggarakan saja.
“Puncaknya gelaran penghargaan di Gedung Cakrawala yang menuai banyak komentar negatif dari yang hadir. Dan banyak undangan yang meninggalkan tempat sebelum acara selesai. Saya sangat menyayangkan kegiatan yang asal asalan padahal menelan anggaran yang lumayan besar,” terangnya.
Kabag Pemerintahan Setda Kota Malang Boedi Utomo angkat bicara. Ia pun ikut berkomentar dalam postingan berisi keluhan yang diunggah netizen terkait acara yang diselenggarakan dibawah instansinya tersebut. ia menyebutkan permintaah maafnya dan mempostingnya langsung di kolom komentar salah satu warganet yang mengeluhkan hal yang sama di akun Page Facebook “Komunitas Peduli Malang”.
“Saya selaku Ketua Panitia penyelenggara malam Otonomi Award tahun 2019 memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, ketua RW, Ketua RT, se Kota Malang,” tulis Boedi dalam kolom komentar.
Ia melanjutkan, dalam tulisannya, atas ketidaknyamanan akan sajian hidangan yang disuguhkan dalam acara tersebut pihaknya akan menjadikan bahan evaluasi besar. (ica/aim)



Loading...