Miris, Tiga Pelajar SD Sikat Motor

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Rabu, 18 Sep 2019, dibaca : 1146 , halim, fino

MALANG - Polres Makota membekuk tiga pelaku pencurian motor. Mirisnya, tiga pelaku masih berusia di bawah umur. Yakni, MA, 12, warga Kauman Kecamatan Klojen, AA, 12 warga Gondowangi Kecamatan Wagir, dan AW, 10, warga Bareng Klojen. Ketiganya adalah pelajar kelas 5 SD.
Korbannya adalah Ahmad Supriono, 35, warga Gunungsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Korban bercerita bahwa dia hendak membeli kabel di toko elektronik Jalan Ternate, pada 7 September lalu. “Saya sedang terburu-buru. Mau beli kabel, akhirnya kunci motor tertinggal di motor,” kata Supriono saat rilis di Polres Malang Kota, Senin sore.
Motor Honda Supra Fit, N 4421 BT miliknya, ditinggal di pinggir jalan, saat Supriono membeli kabel. Tak dirasa, 10 menit berlalu. Supriono keluar dari toko untuk pulang. Namun, dia kaget karena motor yang awalnya terparkir, sudah amblas.
“Saya sudah mau menangis itu,” kata Supriono saat ditanyai Kapolres Makota, AKBP Dony Alexander. Setelah kejadian itu, dia langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Klojen, dan dilanjutkan ke Polres Makota. Petugas langsung melakukan penyelidikan.
Hasilnya, Tiga pelaku pencurian yang masih bocil ini langsung diamankan di rumahnya masing-masing. Ketika ditangkap, tiga pelaku ini menangis. Mereka dibawa ke Polres Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan. Kapolres Makota AKBP Dony Alexander, menegaskan Satreskrim berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat.
Meski tidak dirilis karena masih berusia di bawah umur, mereka bertiga adalah pelaku yang terjaring selama operasi 3C Polres Makota sejak 29 Agustus sampai 16 September 2019. “Sekaligus, kami melakukan penyerahan kembali barang bukti pencurian kepada korban Supriono,” ujar Dony.
Dua pelaku yang berusia 12 tahun, akan langsung diproses hukum. Sementara, AW, yang masih berusia 10 tahun, tidak bisa dilakukan penyelidikan. Dasarnya, UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, pasal 1 ayat 3.
Bunyinya, anak yang berkonflik dengan hukum yang selanjutkan disebut anak, adalah anak yang telah berusia 12 tahun, tapi belum berusia 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana.(fin/lim)



Minggu, 20 Okt 2019

Jual HP di Facebook Ditangkap

Loading...