Nyai Puthut Lestarikan Permainan Tradisi

Jumat, 18 Oktober 2019

Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 484 , vandri, Fino

MALANG - Permainan tradisional seperti Nyai Puthut atau biasa disebut jelangkung kian tergerus teknologi, kemajuan zaman dan stigma mistik yang melekat. Karena itu, sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UMM, menghelat Festival Nyai Phutut. Mereka bergandengan tangan dengan Kampung Janti Padhepokan, Jalan Janti Barat Padhepokan, Sukun.

Ketua Pelaksana Festival Nyai Phutut Amita Verayanti mengatakan, kelompok mahasiswa ini hadir untuk membangun brand kampung Janti Padhepokan sebagai kampung budaya. “Karena itu, Nyai Phutut kepanjangannya Nyalakan Aksi Permainan Tradisional Tanpa Takut,” ujar Vera kepada Malang Post.
Dalam acara tersebut, para peserta bisa mencoba langsung permainan tradisional. Mulai dari egrang, bangkiak, lompat tali, bambu gila, termasuk Nyai Phutut. Yongki Irawan, penggagas kampung budaya Janti Padhepokan, menjadi penuntun permainan Nyai Phutut atau yang lebih dikenal sebagai jelangkung.
Seni tradisi dan permainan budaya seperti Nyai Phutut merupakan  upaya mendorong branding kampung Janti Padhepokan menjadi kampung budaya. “Semoga semakin banyak orang yang bisa mengenal tradisi, tak melupakan filosofi, dan tak melupakan permainan tradisional,” tutupnya.
Penampilan musik tradisi dari Komunitas Yongki Budaya, juga mewarnai Festival Nyai Phutut. Ada pula, edukasi pembuatan wayang suket.(fin/van)



Loading...