Pemalakan Oknum Paguyuban Jeep, BB TNBTS Belum Tentukan Sikap

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Kamis, 26 Sep 2019, dibaca : 6960 , udi, ira

MALANG – Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyesalkan adanya pemalakan yang dialami dua pendaki Gunung Semeru beberapa waktu lalu oleh oknum Paguyuban Jeep. Pihak BB TNBTS belum dapat menentukan sikap terhadap perbuatan oknum yang cukup merugikan dua pendaki tersebut. ”Kami akan sampaikan ke pimpinan lebih dulu,’’ kata Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan TNBTS, Nova Elina.
Bukan itu saja, informasi terkait pemalakan itu juga akan diteruskan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang. Nova mengaku baru mengetahui adanya pemalakan dari Malang Post. Sebelumnya, pihak BB TNBTS tidak mendapatkan laporan.
Nova menyebutkan, jika Paguyuban Jeep berada di luar rana BB TNBTS. Anggota Paguyuban Jeep itu menawarkan jasa untuk memudahkan wisatawan. Namun, karena wilayah kerjanya di kawasan BB TNBTS, maka setiap tahun, para anggota Paguyuban diundang dalam rapat koordinasi. ”Saat rapat koordinasi inilah, semua masalah dibicarakan,’’ ujarnya.
Nova mengatakan BB TNBTS tidak bisa melarang Paguyuban Jeep. Apalagi berdasarkan Permen LHK no P.8 tahun 2019 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam disebutkan, bahwa diprioritaskan untuk masyarakat sekitar kawasan sebagai bentuk pemberdayaan. ”Di PP itu jelas bunyinya. Sehingga berdasarkan PP tersebut, Paguyuban Jeep merupakan warga sekitar Gunung Semeru. Mereka memiliki aturan dan kebijakan sendiri, tidak masuk dalam rana BB TNBTS,’’ tambah Nova.
Itu berbeda dengan tiket masuk BB TNBTS. Dikatakan Nova sudah diatur dalam PP 12 tahun 2014. ”Kalau ada petugas yang menarik harga tiket lebih dari yang ditentukan sesuai PP itu, barulah kami bisa bertindak, dan langsung kami usut,’’ ungkapnya.
Tapi bukan berarti pihak BB TNBTS diam. ”Apa langkahnya, kami sampaikan dulu ke pimpinan,’’ tandas Nova.
Seperti diberitakan, dua pendaki mengalami hal tak menyenangkan di Ranupane, pintu masuk jalur pendakian Gunung Semeru. Kereka ketakutan karena mobil yang mengangkutnya dimintai uang Rp 650 ribu. Yang meminta adalah oknum yang mengaku dari Paguyuban Jeep Ranupane.
Aksi yang terkesan seperti pemalakan ini terjadi pada Sabtu (21/9) siang. Dua pendaki tersebut sedang melakukan honeymoon di Ranu Kumbolo. Mereka naik sejak Jumat (20/9), dan turun ke Ranupane, Kecamatan Senduro Kabupaten Malang pada Sabtu sekitar jam 13.30 WIB.
Saat turun itulah, tiba-tiba mobil yang ditumpangi keduanya didatangi satu orang, mengaku dari Paguyuban Jeep. Dua pendaki ini disuruh turun ke pos jeep. Dia mengatakan pendaki tidak boleh naik mobil pribadi alias harus naik mobil jeep. Mereka boleh naik, jika harus membayar Rp 650 ribu. Karena mereka takut, dua pendaki inipun membayarnya. (ira/udi)



Loading...