Pemkab Malang Suguhkan Ronggeng Rara Tangis

Jumat, 18 Oktober 2019

Jumat, 06 Sep 2019, dibaca : 1344 , bagus, hms

Sinarto S.Kar, MM (kiri) tengah menunjukkan salah satu tokoh pewayangan. (ist)


Disbudpar Jatim Gelar FKKS 2019 di Tumpang
MALANG-Hari ini Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) dibuka di Stadion Tumpang Kabupaten Malang.  Sedikitnya delapan Kabupaten di Jawa Timur, mengikuti FKKS 2019, antara lain Malang, Blitar, Jember, Tulungagung, Banyuwangi, Trenggalek, Lumajang dan Pacitan. Pemkab Malang sebagai tuan rumah siap menyuguhkan sajian Ronggeng Rara Tangis.
‘’Kali ini, Kabupaten Malang jadi tuan rumah. Kalau tahun depan, Kabupaten Pacitan ganti jadi tuan rumahnya,’’ kata Sinarto S.Kar, MM, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jatim di kantornya, Kamis pagi.
Dikatakan dia, FKKS 2019 digelar dua hari mulai 6 September sampai 7 September. Pembukaannya dipusatkan di Lapangan Kecamatan Tumpang, Malang, Jumat malam, oleh Sekdaprov Jatim Heru Tjahyono.
Selama dua hari, lanjut dia, masyakarat Malang Raya disuguhi pameran kerajinan seni dari berbagai kabupaten tadi. Tidak ketinggalan disuguhkan pula aneka kuliner unggulan dari semua peserta FKKS.
‘’Pameran kerajinan dan kuliner dimulai Jumat pagi, 08.00 - 22.00. Disela itu digelar pula sarasehan Dewi Cemara. Atau Desa Wisata Cerdas Maju dan Sejahtera,’’ rinci Sinarto dengan menyebut sarasehan digelar di Pendopo KecamatanTumpang.
Disbudpar Jatim, kata Sinarto, juga mengundang peserta kehormatan dari Kutai Kartanegara. Mereka diberi kesempatan memamerkankreasi kesenian daerahnya saat pembukaan, Jumat malam.
‘’Hari pertama pagelaran seni diisi dari Kabupaten Malang dan Tulungagung. Ditutup penampilan seni dari Kutai Kartanegara,’’ kata Sinarto.
Sementara itu pada giat hari kedua, 7 September 2019, pameran kerajinan seni dan kuliner tetap dimulai pukul 08.00 sampai 22.00 WIB. Dibarengi pagelaran upcara adat secara bergantian dari 8 kabupaten.
‘’Closing ceremony (penutupan acara) akan dilakukan Bupati Malang. Hadir juga Bupati Pacitan, yang tahun depan menjadi tuan rumah,’’ pungkas Sinarto sembari menyebutkan, Tumpang sangat layak menjadi kota digelarnya acara FKKS 2019. 
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan FKKS merupakan ajang atau  wadah bagi daerah untuk unjuk gigi.  Tidak hanya kesenian, tapi juga budaya. 
"Di FKKS ini ada pagelaran kesenian daerah, festival adat tradisional, sarasehan dan pameran produk-produk berbasis budaya," tambahnya. 
Sementara untuk Pemerintah Kabupaten Malang sendiri rencananya akan menampilkan tari kolosal dan seni pertunjukan. Tari kolosal yang akan ditampilkan berjudul Serimpi Lima Gugat. Tari ini dijelaskan Made merupakan tari ritual ruwatan. Di mana tari ini merupakan wujud interpretasi artistik simbolik filosofis , ilmu yang diusung adalah tentang ajaran sedulur papat limo pancer. 
"Tari ini selain menghibur tapi juga kental dengan budaya," katanya.
Made juga mengatakan selain tari  Serimpi Lima Gugat, pihaknya juga menampilkan tari berjudul Ronggeng Rara Tangis. 
Tari ini menceritakan tentang Panji Asmarabangun yang merebut kembali pusaka Jenggala yang hilang dicuri oleh Prabu Kleno. Dia harus menyamar menjadi seorang ronggeng yang bernama Ronggeng Rara Tangis. Keberadaan kelompok Andhong keliling pimpinan ronggeng Rara Tangis sangat terkenal. 
Sementara itu, FKKS sendiri mengusung tema  'Dewi Cemara' (Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera).  
"Saat ini persiapan terus dimatangkan. Mulai dari venue sampai dengan personel yang terlibat besok," ungkap Made.
DIa juga berharap, event FKKS ini memberikan dampak positif untuk  pariwisata di Kabupaten Malang. Dimana selain melalui event ini, jumlah wisatawan pun bertambah. "Target kami tahun ini kunjungan wisata adalah 10 juta. Dengan adanya event-event ini, kami yakin target tersebut dapat terjacapai," tandasnya.(has/ira/ary)
 



Loading...