Rekruitmen CPNS Tunggu Juklat dan Juknis Pusat

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Rabu, 25 Sep 2019, dibaca : 537 , udi, ira

MALANG - Rencana Pemerintah membuka rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) disambut gembira masyarakat. Banyak dari mereka yang ingin mendaftar, dan berharap pengumuman rekruitmen segera dikeluarkan.
Eva Soraya, salah satunya. Warga Desa Bunut Wetan, Pakis ini berharap pemerintah pusat tidak berlama-lama membahas persiapan, dan segera membuat pengumuman. Eva menyebutkan, jika ini bukan kali pertama mengikuti tes CPNS. Tahun sebelumnya, Eva mengaku ikut, namun gagal."Harapannya tahun ini bisa lolos," kata Eva.
Dia menyebutkan, ingin masuk CPNS untuk mengabdi kepada negara, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Sekarang saya bekerja di perusahaan swasta. Ya, kalau ada rekruitmen, ingin ikut lagi. Siapa tahu lolos," tambahnya.
Eva mengaku tahu ada rencana rekruitmen dari internet. Namun, informasi itu belum ada tindak lanjut, sehingga Eva dan beberapa rekannya menunggu.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah SH,M Hum membenarkan adanya informasi rekruitmen CPNS tersebut. Nurman menegaskan, rekruitmen merupakan gawe dari pusat. Sedangkan, pemerintah daerah hanya berperan membantu menerima pendaftaran saja. Sedang untuk tes dan lainnya langsung dari pusat.  
Nurman mengaku belum bisa berbuat banyak, selain hanya menunggu. "Yang bertanya tentang rekruitmen ini sangat banyak. Namun, kami belum tahu. Apalagi Juklak (petunjuk pelaksanaan) maupun petunjuk teknis (juknis) terkait rekruitmen belum keluar," katanya.
Nurman menyebutkan, juklak dan juknis ini penting. Karena melalui juklak dan juknis tersebut, syarat dan tata cara pelaksanaan rekruitmen dapat diketahui. "Sampai saat ini masih belum ada surat. Kami juga masih menunggu," ungkapnya.
Kendati demikian, Nurman telah membuat usulan kuota untuk rekruitmen. CPNS, yakni 600. Kuota itu untuk mengisi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan struktural. "Prioritas kami adalah tenaga honorer. Namun, kami juga masih menunggu, termasuk kuotanya. Kami berharap lebih dari itu," tambahnya.
Nurman menyebutkan, kuota itu memang tidak mencukupi kebutuhan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Apalagi sejak 2013 lalu banyak PNS Kabupaten Malang pensiun. "Baru sekali saja kan tahun 2018, ada rekruitmen CPNS. Makanya itu harapannya jika tahun ini kembali ada, dapat memenuhi kekurangan CPNS," tuturnya. (ira/udi)



Loading...