Revitalisasi Pasar Belum Tuntas, Dewan Minta Pemkot Tidak Lupa Pasar Blimbing

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 438 , bagus, amanda

MALANG - Pemkot Malang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) masih punya pekerjaan menuntaskan revitalisasi pasar. Tahun ini dana yang dihabiskan mencapai Rp 12,5 miliar, untuk sekitar empat pasar. Namun DPRD Kota Malang mengingatkan agar Pemkot Malang juga tidak melupakan Pasar Blimbing yang belum ada progressnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto mengungkapkan, selama ini, sudah banyak pasar rakyat yang telah direvitalisasi. Di antaranya Pasar Oro-Oro Dowo, Klojen, Bunul dan lainnya. Selain untuk perbaikan, revitalisasi tersebut juga disesuaikan dengan persaingan. Bahkan, revitalisasi pasar rakyat di Kota Malang termasuk paling banyak dibanding kota dan kabupaten lainnya.
"Kami menyadari, kemampuan persaingan pedagang pasar rakyat dan toko modern tidak mudah. Untuk bisa lebih mendekati itu, kami usahakan pasar dibenahi agar lebih nyaman dikunjungi pembeli," terang dia.
Wasto mencontohkan, di dalam pasar yang sudah direvitalisasi tersebut, pihaknya juga menyediakan berbagai perlengkapan, seperti yang ada pada toko modern. Nantinya, fasilitas tersebut juga akan disediakan di seluruh pasar yang sudah direvitalisasi.
"Salah satunya seperti Pasar Oro-Oro Dowo yang dilengkapi berbagai perlengkapan layaknya toko modern, dan itu juga yang akan diterapkan di semua pasar," terang dia.
Lebih lanjut, Wasto menguraikan, pedagang pasar rakyat tidak hanya dihadapkan dengan toko modern saja. Namun juga dihadapkan dengan persaingan bisnis online yang keberadaannya saat ini tak dapat dipungkiri. Sebab kebutuhan masyarakat akan layanan jasa online setiap harinya terus mengalami pertumbuhan.
Sehingga, lanjut Wasto, Pemkot Malang tengah bersiap menjadi smart city. Salah satunya dengan membentuk dewan smart city yang diisi oleh beberapa pakar dalam bidang IT dan pengetahuan lainnya. Salah satu proyeknya adalah membentuk sebuah aplikasi untuk memberikan layanan terpadu kepada masyarakat yang hanya bisa diakses secara online.
"Saat ini sistem dan aplikasi sedang dalam tahap pembuatan. Salah satunya itu adalah untuk kepentingan daya saing pedagang tradisional," tegas dia.
Sementara itu, berdasarkan data yang didapat dari Disdag, saat ini, sudah ada tiga pasar yang telah selesai direvitalisasi. Seperti Pasar oro-Oro Dowo, Pasar Klojen dan Pasar Bunul. Tahun ini, Disdag kembali melakukan revitalisasi di titik lainnya. Seperti di Pasar Sukun, Pasar Sawojajar, Pasar Mergan dan Pasar Comboran. Secara bertahap, pasar rakyat di Kota Malang akan direvitalisasi dan tampil lebih bagus. Sehingga, membuat pengunjung lebih nyaman ketika berbelanja.
Untuk revitalisasi Pasar Oro-Oro Dowo, menggunakan anggaran Rp 7 miliar dari pemerintah pusat pada tahun 2015 lalu. Kemudian, Pasar Klojen Rp 3,5 miliar, dan Pasar Bunulrejo Rp 6 miliar dari Dana Alokasi Khusus DAK APBN 2018. Revitalisasi pasar tersebut saat ini sudah selesai dan sudah bisa dinikmati masyarakat.
Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan, tahun ini, pihaknya akan kembali revitalisasi pasar. Di antaranya Pasar Sawojajar, Kasin hingga Sukun. “Untuk revitalisasi Pasar Sawojajar, menggunakan dana sebesar Rp 3,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” kata dia.
Lebih lanjut, dia menguraikan, total anggaran yang dikucurkan untuk revitalisasi pasar mencapai Rp 12,5 miliar. Untuk Pasar Sukun Rp 6 miliar, Pasar Sawojajar Rp 3,5 miliar, Pasar Mergan Rp 2,4 miliar, serta Pasar Kasin Rp 600 juta.
"Untuk Pasar Sukun dan Sawojajar menggunakan APBD. Sementara untuk Pasar Mergan dan Kasin dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Khusus Pasar Kasin, sesuai anggarannya untuk perbaikan atapnya saja," jelas dia.
Pada kesempatan tersebut, Wahyu menambahkan, seteleh revitalisasi pasar tersebut selesai, Disgdag akan melakukan revitalisasi terhadap enam pasar pada tahun 2020. Enam pasar tersebut diantaranya adalah Pasar Tawangmangu, Pasar Madyopuro, Pasar Embong Brantas, Pasar Lesanpuro, Pasar Kedungkandang dan Pasar Kotalama.
 "Untuk pembangunan pasar tersebut, saat ini kami lakukan Detail Engineering Design (DED). Kemudian, baru dibuatkan kisaran anggaran baru kami ajukan ke pusat," tandas dia.
Jangan Lupakan Pasar Blimbing
Anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengatakan Pemkot Malang harus mengambil sikap tegas atas setiap permasalahan. Tanpa kecuali proses pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat yang juga belum menemui titik terang hingga sekarang. Salah satunya seperti revitalisasi Pasar Blimbing yang sampai sekarang ia sebut belum menemui titik terang.
“Harus berani tegas apapun alasannya," terang dia.
Ia mengatakan bahwa situasi para pedagang pasar rakyat di ujung tanduk. Saat ini mereka harus menghadapi persaingan bisnis yang cukup ketat. Toko modern dan transaksi penjualan melalui online sedang digandrungi. Hal tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pasar rakyat.
Persaingan ketat antara pedagang pasar rakyat dengan toko modern harus segera ditindak lanjuti. Sebab, beberapa pedagang di pasar tradisional banyak yang menjerit, utamanya terkait pendapatan yang didapat terus menurun.
"Para pedagang itu menjerit dan selama ini keberadaan roko modern sangat berpengaruh luar biasa kepada para pedagang di pasar," terang dia.
Agar pedagang tertolong, Pemkot harus memperbaiki sistem dan bangunan pasar. Karena ia menilai, sejauh ini masih banyak pembangunan pasar tradisional atau pasar rakyat di Kota Malang yang pembangunannya terbengkalai.(tea/ary)



Loading...