Ruang Bermain Alun-Alun Kota Malang Diaudit | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 18 Nov 2019, dibaca : 621 , parijon, Inasa

MALANG - Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Alun Alun Kota Malang yang sudah tersertifikasi, diaudit oleh tenaga ahli RBRA perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Senin (18/11). Audit tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap kualitas RBRA.
“Yang kita lakukan kali ini adalah Surveillance Audit, semacam pemantaun atau pengawasan terhadap RBRA. Jadi kita ingin pastikan kualitas RBRA disini masih sama seperti ketika disertifikasi, atau ada kemajuan,” kata Tenaga Ahli Auditor RBRA, Pudjo Sambodo.
Audit RBRA dilkukan sejak Senin (18/11) siang hingga malam hari. Sebab seluruh bagian dari RBRA harus diperiksa, utamanya terkait dengan aspek keselamatan dari faslitas bermain anak. Mulai dari baut alat permainan, kualitas udara lingkungan bermain, sampai dengan fasilitas penerangan RBRA ketika malam hari.
“Ada beberapa aspek yang harus dipenuhi RBRA untuk mempertahankan sertifikasinya. Sudut-sudut alat bermain harus tumpul, lalu jarak antar jenis permainan setidaknya 1,8 meter,” lanjutnya.
Kemudian idealnya RBRA juga harus memiliki kualitas udara yang baik. Jadi udara di lingkungan RBRA tidak boleh berbau, tidak beracun. Lingkungannya juga harus bersih, agar tidak menularkan penyakit.
Dijelaskannya, RBRA Alun-Alun Malang sudah tersertifikasi pada tahun 2018. Artinya, RBRA tersebut sudah layak menjadi percontohan RBRA yang lain. Namun demikian, sertifikasi tersebut setiap tahunnya harus diawasi dan diperbarui.
“Untuk lolos audit ini setidaknya kualitasnya harus sama dengan tahun lalu ketika disertifikasi, atau kalau bisa yang lebih baik,” sebutnya.
RBRA Alun-Alun Kota Malang menjadi salah satu dari 26 RBRA dari seluruh Indonesia yang tersertifikasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Jika ada penurunan kualitas ekstrem, sertifikasi RBRA bisa saja dicabut.
“Sertifikasinya bisa saja dicabut, kalau ada penurunan kualitas parah. Kalau RBRA Alun-Alun Kota Malang tadi ada baut permainannya yang harus dikencangkan, tapi untuk hasil audit secara keseluruhan akan kami sampaikan besok Selasa (19/11),” pungkasnya.
Sementara itu, sertifikasi RBRA disebut berlaku selama tiga tahun. Setiap tahunnya harus ada Surveillance Audit tersebut. Setelah tiga tahun, maka RBRA harus melalui audit ulang secara menyeluruh.
Disampaikan olehnya, RBRA menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Karena saat ini, anak membutuhkan sarana bermain di luar rumah. Kecenderungan mereka saat ini ketagihan game gawai, yang membahayakan kesehatan mereka.
“RBRA ini penting untuk perkembangan motorik anak pada masa pertumbuhan, maka dari itu harus ada perhatian untuk menjaga kualitasnya. Utamanya dari sisi keselamatan,” ujar dia.
RBRA Alun-Alun Kota Malang sendiri berada di bawah pengawasan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim). Segala bentuk pengawasan dan perawatan RBRA menjadi tanggung jawab dari Disperkim.(asa/jon)



Loading...