Satu Lagi, Remaja Korban Miras Oplosan Tewas

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 1923 , halim, amanda

MALANG - Setelah tiga orang tewas dan sudah dimakamkan Senin (16/9) dan Selasa (17/9) siang, korban minuman keras (miras) oplosan bertambah lagi. Remaja bernama Fernanda Tri Prasetyo, 16, warga Jalan Simpang Candi Panggung Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru harus merenggang nyawa, Selasa (17/9) malam.
Setelah menenggak miras oplosan bersama puluhan warga usai kerja bakti di dekat punden, Nanda, panggilan korban, sempat dibawa ke rumah sakit dan diperbolehkan pulang. Namun napasnya tersengal dan akhirnya maut menjemputnya Selasa malam menyusul korban sebelumnya, Agus, 36, Warnu (60), dan Afarizal, 25. Semuanya warga Jalan Simpang Candi Panggung Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru.
Rabu (18/9) pagi , jenazah Nanda dikebumikan di pemakaman umum setempat. Suasana haru begitu terasa ketika warga dan kerabat mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhirnya.
Miseri, ayah Nanda, menceritakan, anaknya aktif dan tergabung dalam karang taruna. Sabtu lalu, Nanda mengikuti kegiatan bersih desa bersama warga setempat. Persiapan acara mulai hari Sabtu hingga Minggu. Kemudian puluhan warga sempat menenggak miras oplosan.
"Hari Senin itu mulai bereaksi. Ada salah satu warga yang meninggal. Kemudian, warga lain yang ikut (minum oplosan) kemudian dibangunkan semua. Dari situ, banyak yang terkontaminasi, akhirnya semua dibawa ke beberapa rumah sakit," terang pria berusia 45 tahun itu.
Saat itu, Nanda dan beberapa warga lain langsung dibawa ke rumah sakit UMM untuk mendapatkan perawatan. "Setelah diberi obat dan perawatan selama satu malam, akhirnya Nanda disuruh pulang," kata dia.
Sekitar tiga atau empat jam kemudian, Nanda mengeluh dadanya sesak dan matanya buram. Bahkan ia sempat bertanya kepada ayahnya. ''Yah, lek normalno napas iki yok opo. (Ayah, bagaimana menormalkan napas ini, red),'' ungkapnya.
Mendengar keluhan putranya, Miseri langsung membawa anaknya menuju RSSA. "Sesampainya di rumah sakit, anak saya langsung ditangani. Sekitar satu jam kemudian, ia tak sadarkan diri. Dokter sudah melakukan upaya medis, namun tidak bisa," terangnya pasrah.
Ia berharap kasus ini bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian agar keluarga lebih lega. "Diusut tuntas, siapa yang membeli dan menjual biar tahu. Keluarga kalau sudah tahu, rasanya lebih ringan," tutup dia.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 09, Sugeng menambahkan, saat ini, kondisi warganya yang masih berada di rumah sakit ada enam orang. "Enam orang itu ada yang dirawat di RSSA dan UMM. Sementara, ada dua warga yang sudah sehat dan kembali ke rumah," tandas dia.
Ketika ditanya lebih jauh terkait kejadian yang merenggut empat korban, Miseri tidak bisa memberikan jawaban. "Saya nggak tahu sebabnya mereka minum-minum bagaimana. Sebagai staf RT, saya hanya mengumpulkan warga untuk mengikuti giat bersih desa," pungkas dia.(tea/lim)



Loading...