Sutiaji: Penghapusan IMB Harus Dikaji Mendalam

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 1179 , aim, sisca

MALANG – Rencana pemerintah akan menghapus izin mendirikan bangunan (IMB) untuk menunjang iklim investasi di Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perlu dikaji kembali. Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mempertimbangkan apa yang selama ini sudah terjadi di lapangan dengan penerapan IMB.
“Ada IMB saja banyak yang melanggar. Kalau dihapus nanti seperti apa pengawasan bangunan yang ada,” kata Sutiaji mengungkapkan kekhawatiran dihapusnya IMB bakal membuat pendirian bangunan di Kota Malang akan semrawut.
Wacana yang dilempar Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR) itu dipandang Sutiaji memang perlu dikaji lebih dalam lagi.  Jika memang akan dihapus, aturan apa yang akan menggantikan dan menjamin pendirian bangunan tidak menganggu situasi sosial masyrakat.
Menurutnya, kearifan lokal masing-masing daerah harus dipertimbangkan. Misalkan saja di Kota Malang yang memiliki aturan sendiri dalam penentuan jarak pendirian bangunan usaha modern dekat dengan pasar tradisional dan lainnya. Penghapusan IMB dikhawatirkan akan mengesampingkan hal tersebut. Sutiaji berpkir jika wacana ini perlu pertimbangan lebih dalam.
“Memang ini semangatnya untuk menyerdehanakan aturan agar investasi lebih mudah masuk. Tetapi ada local wisdom juga yang perlu dipertimbangkan,” tegasnya.
Wacana ini juga direncanakan akan memberikan pengganti IMB. Sebagai gantinya, Kementrian ATR akan membentuk inspektur yang mengecek langsung ke lapangan untuk memastikan bangunan sudah taat aturan.
Tidak hanya itu selama ini IMB juga dipandang ribet dan tidak praktis. Hal ini menjadikan wacana kian santer terdengar.
“Harusnya tetap ada saja, hanya aturan disederhanakan,” tandas Sutiaji. (ica/aim)



Loading...