Tekan Stunting, Sanusi Launching Program Osagi

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 366 , mahmudi, ira

MALANG– Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, melaunching Program Omah Sadar Gizi (Osagi) pada Rabu (28/8). Di Ball Room Ijen Suites Hotel Kota Malang, launching Osagi digelar bersamaan dengan kegiatan Workshop Konvesgensi Stunting di Kabupaten Malang. Kegiatan ini dihadiri langsung Plt Bupati Malang H M Sanusi.
Dalam sambutannya, Sanusi mengatakan  dua kegiatan tersebut digelar dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. ”Kesadaran itu tumbuh karena ada kemauan dan kemampuan masyarakat. Dengan hidup sehat, maka kualitas hidup masyarakat pun meningkat. Sehingga terwujud Sumber Daya Manusia berkualitas,’’ tandasnya.
Sanusi juga sempat menyinggung soal stunting. Menurutnya, stunting adalah masalah terganggunya pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal tersebut diakibatkan permasalahan gizi kronis sejak janin hingga bayi berusia dua tahun. ”Angka stunting di Kabupaten Malang memang terus turun. Saat ini angkanya mencapai 16.1. Namun bukan berarti berhenti berusaha. Menekan dan mencegah stunting tetap harus dilakukan,’’ kata Sanusi.
Alumni IAIN Sunan Ampel Malang (sekarang UIN Maliki) ini menyebutkan, jika masalah stunting memang sulit di data. Bahkan sebelumnya, dikatakan Sanusi, Dinkes Kabupaten Malang tidak memiliki angka pasti jumlah stunting. Hingga akhirnya Sanusi meminta Dinkes untuk melakukan pendataan ulang, melalui program bulan timbang. ”Memang tidak semua orang tua mengakui anaknya stunting. Sehingga membuat pendataannya susah,’’ ujarnya. 
Sanusi meminta masyarakat untuk tidak malu. Sebaliknya, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini mengajak masyarakat bersama-sama pemerintah Kabupaten Malang untuk menekan angka stunting. Menurut Sanusi, dengan melibatkan masyarakat, penyelesaian stunting di Kabupaten Malang akan lebih mudah.
”Bagaimana caranya mencegah, ya dengan terus melakukan hidup sehat. Hidup sehat tidak sekadar makan teratur dengan gizi sempurna, tapi juga olahraga teratur. Termasuk pemenuhan air bersih dan sanitasi,’’ urainya. 
Dia mentargetkan tahun 2020 mendatang, Kabupaten Malang zero stunting. Caranya dengan menggerakkan pembangunan yang berwawasan kesehatan. Sanusi juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung secara aktif penanganan stunting di Kabupaten Malang. ”Generasi sehat dan cerdas merupakan penopang generasi emas Indonesia di masa mendatang, sebagai bentuk konkrit pencegahan stunting melalui peran aktif dan pemberdayaan masyarakat," tandasnya. (ira/udi)



Loading...