Usai Dilantik, Dua Kades Dikembalikan ke Penjara

Jumat, 18 Oktober 2019

Jumat, 30 Agu 2019, dibaca : 1529 , vandri, ira

MALANG-Ada-ada saja suasana pelantikan 269 kepala desa (kades) hasil Pilkades serentak, Kamis (29/8) kemarin di Pendopo Agung, Pemkab Malang. Dua di antaranya langsung digelandang polisi lalu dikembalikan ke LP Lowokwaru. Di luar pendopo, warga Desa Pandesari, Pujon gelar unjuk rasa.  
Kades Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Mujiono dan Kades Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Paimin Purwanto tak menikmati kebahagiaan saat dilantik. Dua petinggi desa itu datang ke pendopo dikawal ketat polisi. Setelah mengucap sumpah jabatan, langsung dikembalikan ke tahanan. 
Selama prosesi pelantikan, Mujiono dan Paimin Purwanto berdiri jejer bersama 267 kades lain. Kedua kades itu juga kebagian pemasangan tanda jabatan oleh Plt Bupati Malang, HM Sanusi. Sempat mendapat ucapan selamat saat bersalaman dengan undangan lain, tapi ekspresinya hanya datar. 
Usai pelantikan, kades lainnya menuju tempat ramah tamah. Namun Mujiono dan Paimin Purwanto malah digelandang polisi dan petugas Kejari Kepanjen ke salah satu ruangan transit dalam area rumah dinas Bupati Malang. Keluarga dan warga sempat mengiringi. 
Sekitar 10 menit kemudian, dua kades berstatus tersangka itu keluar. Mereka tak lagi mengenakan pakaian seragam kebesaran lurah seperti saat dilantik. Hanya berkaos langsung digiring  masuk mobil petugas. Selanjutnya dikembalikan ke LP Lowokwaru, tempat Mujiono dan Paimin Purwanto ditahan. Tak ada satu pun kata yang terucap dari mereka ketika diwawancara.  
Untuk diketahui, Mujiono dan Paimin Purwanto tersangkut kasus dugaan korupsi sebelum Pilkades. Mujiono ditahan karena kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun  2015, 2016, dan 2017. 
Sedangkan Paimin Purwanto terjerat kasus dugaan korupsi  Dana Desa (DD) Tlogosari. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa malah dipakai beli mobil. Kasusnya ditangani Kejari Kepanjen. 
Namun mereka memenangkan Pilkades. Karena itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji mengatakan,  proses pelantikan wajib diikuti kedua kades itu. Alasannya status hukum yang disandang masih tersangka. Mereka akan diberhentikan setelah ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. 
”Untuk jabatan kades akan diisi oleh Pelaksana Harian (PLH) yang ditunjuk Camat,’’ kata Suwadji. 
Saat pelantikan kemarin, juga terdapat  kepala desa yang datang dengan kursi roda. Yaitu Kades Kidal, Kecamatan Tumpang, Achmad Taufik. Ia datang dengan kusri roda, karena stroke.  
 



Jumat, 30 Agu 2019

Larang Beli Mobil Pakai APBDes

Loading...