Usai Tanding Wajib Sapa Aremania

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Sabtu, 07 Sep 2019, dibaca : 568 , Parijon, stenly

MALANG – Kritikan tajam sempat terlontar dari suporter Arema FC, selepas laga terakhir tim berjuluk Singo Edan itu di putaran pertama Liga 1 2019 kala menjamu PSIS Semarang. Pertandingan berkesudahan imbang 1-1 itu, membuat banyak Aremania kecewa, terlebih di akhir pertandingan pemain tidak memberikan applause atau salam layaknya ketika tim meraih kemenangan.
Kondisi itu sempat viral di media sosial. Bahkan, ada yang membandingkan skuad Arema dengan PSIS Semarang yang tertangkap kamera memberikan salam kepada suporter setelah laga usai.
Kapten Tim Arema, Hamka Hamzah menuturkan, hal tersebut sebagai kritikan dari Aremania. Ia pun berterima kasih, karena suporter berani menyampaikan unek-uneknya.
“Terima kasih kritik Aremania membangun. Kami sudah bicara dengan rekan-rekan dan tim pelatih, nantinya akan memperbaiki kekurangan seperti itu,” tuturnya.
Menurut dia, selanjutnya seluruh skuad Arema harus memperbaiki hal tersebut. Kalah, seri atau menang, ia ingin timnya bisa menghampiri Aremania. Bila di laga terakhir lalu sudah dilaunching anthem Kita Saudara, maka di laga home selanjutnya Hamka cs siap bernyanyi di tengah lapangan.
“Hasil apapun, kita sepakat harus tetap bersama memberikan apa yang harus kami berikan kepada mereka (suporter),” papar dia kepada Malang Post.
Ia menyampaikan, terkait kejadian pekan sebelumnya, dia meminta maaf dan berharap suporter bisa memahami kondisi para pemain.
“Mungkin ada beberapa yang tidak tidak puas dengan hasilnya. Ada pemain yang malu bertemu menyapa Aremania. Mohon maaf, hati kecil pemain mungkin malu berhadapan dengan Aremania karena tidak memberikan kemenangan,” terangnya.
Lantas pemain asal Makassar itu menyebutkan, dirinya siap memimpin timnya memberikan applause atau apresiasi ketika laga sudah berakhir di laga-laga selanjutnya. “Kami sepakat setelah pertandingan, dimanapun ada Aremania, kami akan berterima kasih memberikan applause kepada suporter,” tambahnya.
Media Officer Arema, Sudarmaji pun memahami kondisi psikologis pemain Arema kala itu. Hanya saja ia meminta agar menganggap hal tersebut sebagai proses. Apalagi, kini Arema memiliki anthem, yang tentunya pemain harus membiasakan diri bertahan di tengah lapangan ketika laga berakhir.
“Seri di kandang itu, psikologisnya dianggap kalah. Mungkin respon publik berbeda. Kami meyakini ini sebagai proses dan nanti dua-duanya tidak boleh egois. Tetapi, kami meminta maaf karena respon publik seperti ini,” sebutnya. (ley/jon)



Selasa, 22 Okt 2019

Modal Percaya Diri

Senin, 21 Okt 2019

Dikunjungi Mantan

Loading...