Monday, 17 July 2017 21:46

Makanan Halal, Peluang Bisnis ke Rusia

    BATU - PRODUK makanan dan minuman Indonesia ternyata sangat diminati Rusia. Alasan warga Rusia mengonsumsi produk makanan dan minuman dari Indonesia karena ada label halal. Mereka percaya makanan dan minuman halal sangat menyehatkan.
    Hal itu merupakan salah satu isi sarasehan Halal Food Campaign (HFC) di kampus Pasca Sarjana UIN Malang, Jalan Soekarno Kota Batu, Senin (17/7) .

    “Warga Rusia tertarik dengan makanan halal. Peluang ini harus dimanfaatkan UMKM untuk memenuhi standart makanan halal sehingga mereka bisa ekspor ke Rusia,” ujar Kiki Tjahyo Kusprabowo, Minister Council Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia.
    Selain Kiki Tjahyo Kusprabowo, ada beberapa pembicara lain dari sarasehan tersebut. Pembicara tersebut antara lain I Fauzia dari Unit Kajian Halal Fakultas Kedokteran UIN dan Rendra Kresna, Bupati Malang.
    Dia memuji langkah UIN yang respon dengan peluang dan langsung melakukan pembinaan terhadap UMKM Malang Raya. Selain itu, Pemkab Malang mendukung langkah UIN untuk mendorong UMKM melakukan standarisasi makanan halal sekaligus memanfaatkan peluang pemasaran ke Rusia. “Kami menginginkan semua produk olahan UMKM atau pabrikan memiliki label halal, baik untuk pasaran lokal maupun ekspor. Label halal ini membuat konsumen percaya bahwa makanan aman dikonsumsi, terutama konsumen muslim,” ujar Bupati Malang, Rendra Kresna yang kemarin hadir dalam sarasehan.  
    Pemkab Malang sudah melakukan upaya memasarkan produk UMKM ke Rusia. Salah satu langkah adalah mengikuti pameran dan dua kali melakukan pertemuan dengan pengusaha Rusia. “Mereka banyak menawarkan investasi maupun kerjasama perdagangan. Kami berharap, selain makanan dan minuman, ada juga produk perkebunan seperti kopi dan teh bisa masuk, karena warga negara Rusia penggemar kopi,” ujar Rendra.
    Sementara itu Rektor UIN Malang, Prof Dr Mudjia Rahardjo mengatakan kegiatan yang dilaksanakan ini berkaitan dengan lahirnya Fakultas Kedokteran di UIN Malang. “Salah satu upaya kami melayani masyarakat adalah memastikan mereka mendapatkan konsumsi halal, sesuai syariah,” tegasnya.
    Tidak hanya melakukan pendampingan, UIN Malang berkonsultasi dengan MUI untuk mendapatkan label halalnya. Hal senada juga dikemukakan Imam Sujarwo, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kedokteran bidang kerjasama dan mahasiswa.  “Makanan yang kita konsumsi harus halal. Kami ingin membantu dari sektor itu. Hari ini (kemarin), kami undang UMKM se-Malang Raya karena kami ingin membantu mereka memperoleh label halal atas produknya,” tegasnya. (dan/feb)