Monday, 17 July 2017 21:53

Pelatihan Personil PMK, Datangkankan Instruktur dari Turki

    BATU - Butuh waktu dan tahapan untuk mengenali mobil Pemadam Kebakaran (PMK) bertangga yang akrab disebut Aerial Ladder. Tidak cukup hanya mendengar teori dan mengenali mobil pemadam berteknologi canggih ini, petugas PMK perlu melihat langsung cara pengoperasian mobil ini.

    Sedikit saja kesalahan dari pengoperasian mobil PMK ini, bisa mengakibatkan sistem lumpuh total. Atau lebih fatal daripada itu, mobil ini bisa mengalami kerusakan.
    Operator mobil PMK ini tidak boleh membuka tangga secara horizontal lebih dari 18 meter, karena bisa jadi mobil ini bisa terguling. Agar tidak terjadi kesalahan seluruh anggota PMK Kota Batu mendapatkan pelatihan dari dua instruktur langsung dari Turki, Haytham Zeinelabdin dan Muharrem Ozsoy.
     “Kami tidak mengeluarkan tambahan dana untuk mendatangkan dua instruktur ini. Itu sudah termasuk fasilitas yang diberikan dalam pembelian mobil PMK senilai Rp 9,4 milir,” ujar Santoso Wardoyo, Kabid Operasional Dinas Penanggulangan Kebakaran, Kota Batu.
    Senin (17/7) kemarin, 30 personil PMK diberikan pelatihan dan pengetahuan terkait mobil PMK ini. Hari ini direncanakan 12 hingga 15 orang yang disiapkan menjadi operator mobil PMK ini akan mendapatkan pelatihan mengoperasikan langsung mobil ini.
     “Hari ini, seluruh anggota PMK diberitahu bagaimana organ mobil PMK ini, bagaimana chasisnya, sistem, operasi pompa, tangga hidrolik, apa saja peralatannya hingga bagaimana perawatannya,” ujar Santoso.
    Dengan menggunakan penerjemah kedua instruktur ini langsung menunjukkan kecanggihan mobil PMK yang bisa digerakkan tanpa manusia, cukup menggunakan remote untuk pengoperasian tangganya.
    Dalam keranjang rescue juga terdapat kamera pemantau yang bisa dilihat langsung lewat gadget petugas PMK. Mereka bisa melihat langsung kondisi di atas tempat kejadian perkara dengan aman.
    Keranjang yang digunakan untuk dua petugas pemadam mencapai atas lokasi kebakaran ini juga dilengkapi dual phone yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan petugas yang ada di bawah tangga.
    Petugas PMK yang dikeranjang pun bisa menggerakkan keranjang, tanpa harus melalui petugas operator. “Tidak ada kesulitan berarti, hanya membutuhkan penyesuaian saja, karena semuanya digital,” ujar Santoso.
    Untuk melindungi truk PMK senilai Rp 9,4 miliar ini, Dinas Penanggulangan Kebakaran juga mengajukan penganggaran pembuatan garasi di belakang block office yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. (dan/feb)