Desa Maguan Kuasai Pasar Lele


Desa Maguan, Kecamatan Ngajum merupakan salah satu desa dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai pembudidaya ikan lele. Itu terbukti dengan 137 orang yang setiap harinya melakukan pembudidayan bibit ikan lele. Seluruhnya tergabung dalam Kelompok Tani Mulyorejo I, Bidang Perikanan, Unit Pembenihan Rakyat, Desa Maguan.
Terbentuknya Kelompok Tani Mulyorejo I didasari dari semakin banyaknya masyarakat yang tertarik dengan pembenihan lele. Pada awalnya tahun 2004 terdiri dari 9 orang. “Kelompok Tani Mulyorejo baru terbentuk pada tahun 2009. Yang berawal dari kesulitan para petani lele mencari pasar,” ujar Sekretaris Kelompok Tani Mulyorejo, Handoko.
Ia menjelaskan, dengan terbentuknya kelompok tani, diharapkan bisa  menyelesaikan setiap permasalahan para petani bibit lele. Selain itu agar petani terorganisir dengan baik dan bisa memenuhi permintaan pasar akan benih lele yang berkualitas baik.
Dengan semakin berkembnagnya kelompok tani tersebut, saat ini setiap anggotanya bisa mengirimkan minimal 200 ribu benih ikan lele. Dengan setiap rumah pembudidaya memiliki 8 hingga 30 kolam. “Karena banyaknya bibit yang dihasilkan setiap kali panen dari seluruh anggota. Untuk mengatur penjualan, kita membaginya menjadi enam sub rayon,” paparnya.
Pembagian sub rayon tersebut, lanjut Handoko, karena penguasaan pasar dari kelompok Tani Mulyorejo sampai luar Jawa. Di wilayah Kabupaten Malang saja, bibit lele yang dikirim dalam setiap siklusnya hampir 50 persen dari 32 disetiap kecamatan yang memiliki petani budidaya bibit lele.
“Untuk pasar lokal kita kirim ke Dampit, Kasembon dan Lawang. Pasar diluar Malang ada Tulungagung, Kediri, Blitar, Pasuruan, Sidorajo dan Surabaya. Sedangkan luar pulau kami mengirim bibit ke Sulawesi dan Kamliman,” terangnya.  (mg20/bua)

Malang Hari ini

loading...