Malang Post

Kriminal

Dicokok Alap-alap Rental Mobil

MALANG – Para pengusaha rental mobil di Malang Raya mungkin sedikit tersenyum. Pasalnya, polisi kemarin mencokok pelaku alap-alap mobil rental. Adalah ISA  warga Jalan. Simpang Sulfat Utara yang Senin lalu diringkus Polsek Blimbing Kota Malang.
Tam tanggung-tanggung selain menangkap pria berusia 34 tahun itu juga menyita sedikitnya delapan unit mobil rental hasil kejahantannya. Mobil-mbil itu disita dari berbagai daerah, setelah dibawa kabur ISA. Sampai saat ini polisi masih mencari lima unit mobil lagi.
 “Kami menemukannya di Blitar, Bondowoso dan Ponorogo, beberapa di Kabupaten.” terang Kapolsek Blimbing Kompol Agus Guntoro kepada Malang Post kemarin.
Menurut polisi, kejahatan yang dilakukan ISA sebenarnya bukanlah hal yang baru. ISA begitu inisial nama pria bertubuh subur ini, hanya berpura-pura menyewa mobil dan kemudian digadaikan di beberapa daerah. Menjadi menarik, karena jumlah korbannya cukup banyak.
Polisi dapat laporan dari para pemilik rental yang resah karena mobil yang dipinjmkan tak kunjung kembali. Dari keterangan mereka pelakuknya tidak lain ISA. Tersangka mengaku kepada pemilik mobil, menyewa untuk kegiatannya. Mobil pun dibawanya ke luar kota. Saat dibawa keluar kota itulah mobil digadaikan.
Hasil pemeriksaan sementara, ISA yang ditangkap di kawasan perumahan Pondok Blimbing Indah (PBI ) itu mengaku, setiap kali menggadaikan mobil yang disewanya itu dia mendapat uang tunai Rp 20 -35 juta per unitnya. Setelah penamgkapan itunya ISA pun diperiksa secara intensif. Dari situlah tersangka yang juga sarjana teknik ini mengakui semua kejahatannya.
 “Kami juga sudah menemukan barang bukti delapan unit mobil sewaan merk Avanza dan Xenia beserta STNK dan satu buah BPKB di tempat terpisah,” tegas Agus.
Masih menurut Agus, ISA mengaku jika kejahatannya itu dilakukan sejak bulan Mei 2014. Itu dia lakukan karena gajinya sebagai karyawan swasta tidak mencukupi untuk menutup kebutuhannya. Karena ulahnya itulah ia pun kini harus menghadapi pasal 372 KUHP tentang penggelapan yang ancaman hukumannya empat tahun.
Meskipun begitu polisi juga terus mendalami kasus ini. Pasalnya, polisi menduga bukan tidak mungkin dilakukan secara berkelompok atau sudah menjadi sindikat. Mengingat jumlah mobil yang menjadi sasarannya sudah lumayan banyak (*)

Page 2 of 819