Malang Post

Kriminal

Pengoplos Miras Jadi Buron

LAWANG – Kasus miras oplosan yang mencabut 10 nyawa, tampaknya bakal menjadi pekerjaan ekstra keras bagi polisi. Bagaimana tidak, saksi kunci kasus tersebut, meninggal semua.
Pertama Edwin Bachrudin, yang pesta di Sumberwaras Kalirejo Lawang, tewas usai pesta. Kemudian lokasi pesta kedua, di sebuah lading di Desa Sidodadi Lawang, saksinya Susyonardi alias Nardi, juga ikut tewas.
Satu-satunya saksi, yang diharapkan bisa memberikan penjelasan, seputar jenis minuman dan cara mendapatkan, hanya pada Juminten alias Tika. Wanita 34 tahun yang indekos di Dusun Sumbul, Desa Toyomarto Singosari itu, disebut-sebut sebagai pacara Kevin. Tika juga yang bertugas
sebagai pembagi minuman keras dan pengoplos.
‘’Informasi terakhir, dia ada di Dusun Pakis-Kota Surabaya. Dialah yang membawa Kevin, menjalani perawatan di RS Dr Soetomo, tetapi akhirnya meninggal. Anggota yang mencoba mengembangan keberadaan Tika, mendapat penjelasan kalau wanita tersebut berada di Sulawesi (Gorontalo),’’ papar Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Imron S., kepada Malang Post, kemarin.
Selain memburu Tika, polisi juga terus mengembangkan penyelidikan. Hasilnya, pesta miras di ultah Edwin, dengan pesta miras di sebuah ladang di Desa Sidodadi-Lawang, tidak memiliki keterkaitan atau diotaki oleh Kevin.
‘’Dari hasil penyidikan sementara, untuk korban meninggal sekarang menjadi 10 orang. Sementara untuk lokasi pesta miras, ada dua TKP dengan dua orang pelaku berbeda. Pertama Kevin untuk TKP di Jalan Sumber waras, Kelurahan Kalirejo-Lawang dan kedua adalah Susyonardi alias Nardi yang berlangsung di sebuah lokasi ladang,’’ imbuh Iptu Imron.
Dari dua lokasi itu, terang mantan Kanitreskrim Polsek Kepanjen itu, memang ada kesamaan campuran. Yakni, bahan campuran yang dikonsumsi adalah Ripen sebagai alkoholnya. Ripen itu sendiri adalah zat sejenis ethanol.
‘’Kalau di Kevin, bahan (Ripen) yang dicampur adalah bir. Kalau di Desa Sidodadi, Ripen dicampur pula dengan Coca Cola dan Kratingdaeng. Keterangan itu diperoleh dari Samidi, peserta pesta miras di Sidodadi,’’ tambahnya.
Dalam pesta miras yang berlangsung di Sidodadi, jelasnya, setiap peserta patungan antara Rp 20 – 25 ribu. Dari uang yang terkumpul itu, dibelikan miras yang salah satunya didapati Ripen.
‘’Dari mana Ripen ini didapat, ini yang masih didalami. Masalahnya, pembeli miras yakni Nardi, sudah meninggal. Sementara Samidi, juga tidak tahu lokasi Nardi membeli,’’ paparnya.
Disinggung mengenai sejumlah korban yang masih menjalani perawatan, Imron mengatakan, ada sekitar dua sampai tiga orang yang masih rawat inap. Mereka ada di RSSA Malang dan RS Lawang.
‘’Untuk yang dirawat, beberapa masih ada di RSSA. Yakni, Dwi Trihardiyanto warga Jalan Indrokilo-Polaman,’’ tambahnya.
Kades Sidodadi, Suherianto dikonfirmasi terpisah menjelaskan, hingga Jumat kemarin, jumlah warga yang meninggal akibat pengaruh miras, masih empat orang. Dalam pesta miras yang berlangsung di Sidodadi, memang tidak ada keterkaitan dengan pesta serupa di Kelurahan Kalirejo.
“Pesta miras yang di Desa Sidodadi, beda dengan di Kelurahan Kalirejo. Yang di sini, dilakukan sembilan warga Desa Sidodadi dan beberapa dari warga Desa Sidoluhur-Lawang. Sembilan orang itu, empat meninggal. Jafar, Jayadi, Susyonardi alias Nardi dan Rudi Iswanto. Satuin, masih di RSSA Malang. Nama lainnya, Sutikno, Paito, Samidi dan Yono, sudah pulang dari RSSA Malang, Selasa (15/4) malam,’’ ungkapnya.
Pesta miras tersebut, lanjutnya, dilakukan warga usai menghadiri tayuban di Dusun Ngandeng-Sidodadi. Dari pulang itulah, kemudian diteruskan di ladang. ‘’Kalau asal minumannya, ini yang tidak tahu. Kok tiba-tiba ada Ripennya,’’ tambahnya.
Sebagaimana diberitakan, akibat pesta miras itu, 10 orang teridentifikasi meninggal dunia. Satu nyawa terakhir yang melayang, yakni Rai Saputra warga Desa Sidoluhur-Lawang. Korban meninggal pada Kamis (17/4) kemarin. Sementara pesta miras di dua lokasi itu, berlangsung pada Senin (14/4) lalu. (sit/avi)  

Page 2 of 537