Malang Post

Kriminal

Longsor, Dua Pencari Rumput Tertimbun Tanah

WAJAK - Bencana longsor kembali terjadi di Kabupaten Malang. Minggu kemarin, tebing tanah setinggi sekitar 150 meter di dalam kawasan milik Perhutani di Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak. Dua pencari rumput di duga tertimbun longsoran tanah tebing tersebut.
Dua pencari rumput itu, Yaji alias Yajit, 37 tahun warga Dusun Krajan dan Prayudi alias Yudi, 28 tahun warga Dusun Pandanrejo, keduanya warga Desa Bambang.
“Dugaan itu muncul, ketika keluarga dari dua korban melaporkan tidak pulangnya Yaji dan Yudi ke pihak desa pada Minggu malam. Dari pengaduan itu, kemudian dilakukan pencarian secara bersama. Hasilnya, dua sepeda motor milik masing-masing korban yakni Jupiter  N 3067 DJ milik Yaji dan Revo milik Yudi, berhasil ditemukan di sebuah gubuk,” terang Camat Wajak, Bagus Sulistyawan kepada Malang Post, kemarin.
Sementara itu, tidak jauh dari lokasi gubuk, didapati tebing longsor yang jaraknya dari parkiran motor sekitar 1 kilometer.
Dugaan keduanya tertimbun longsoran semakin kuat, karena di dasar lokasi longsor ada aliran sungai. Di sisi sungai banyak tumbuh tanaman rumput gajah yang biasa digunakan warga untuk pakan ternak.
“Di bawah situ memang banyak rumput gajah. Warga biasanya mengambil di situ untuk pakan ternak,” ujar Wiji, seorang warga Dusun Pandanrejo.
Rumaat, orang tua Yaji, menduga memang ada dugaan kuat hilangnya Yaji di lokasi longsor. Lebih-lebih, di lokasi yang sama ditemukan motor Yudi, yang hingga Senin ini juga tidak pulang.
“Mereka berdua (Yaji dan Yudi) itu memang berteman. Kebetulan, keduanya sama-sama memiliki kambing. Jadi, biasa kerja bersama dan mencari rumput bersama. Meski begitu, keduanya juga biasa langsung pulang setelah berhasil dapat rumput. Di lokasi itu cukup rawan tanahnya,” ujar Rumaat yang dibenarkan mertua Yaji, Wagimin di rumahnya.
Ditambahkannya, pada bagian bawah tebing yang kini tertimbun longsor, memang biasa digunakan untuk mencari rumput gajah.
“Kalau motor, memang biasa ditaruh di gubuk yang biasa dijadikan parkir oleh warga ketika mencari rumput. Sementara saat mencari, lokasi yang dijadikan sasaran memang jauh. Meski begitu, mereka tidak pernah sampai tidak pulang,” tambahnya.
Minggu kemarin,  keduanya berangkat mencari pasir, lalu langsung mencari rumput dan pulangnya membawa rumput. Tapi hingga kemarin, keduanya tidak juga kembali.
Senin sore kemarin, relawan dari PMI, BPBD Kabupaten Malang dan SAR sudah meninjau lokasi. Medan yang sulit ditembus, membuat tim belum berani melakukan tindakan awal. Mereka baru melakukan pendataan alat-alat yang akan digunakan pada Selasa ini.
“Karena medannya sangat jauh dan harus ditempuh dengan jalan kaki, upaya awal nantinya adalah menggunakan mesin pompa air untuk memindahkan tanah yang menimbun lokasi,” kata Kasubsi Penggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo
Selain tanah, dipastikan banyak kayu yang turut tertimbun. Upayanya akan dimaksimalkan dengan alat pemotong kayu.  karena lokasi tanahnya yang rawan dan alat berat tidak bisa masuk ke lokasi longsor. (sit/aim)

Page 2 of 544