Malang Post | Malang Post - Malang Post

Kriminal

MALANG POST - Pengakuan mengejutkan keluar dari tersangka pembunuh Angeline, Agustinus Tae. Siang kemarin saat mendapat kunjungan dari anggota Komisi III DPR RI Akbar Faizal, Agus mengaku akan diberi imbalan Rp 2 miliar dari ibu angkat Angeline, Margrite Megawa untuk membunuh bocah 8 tahun tersebut.
"Menurut pengakuan Agus, ia mengaku disuruh membunuh Angeline oleh si ibu angkat (Margriet Megawe) dengan janji imbalan senilai dua miliar rupiah," ungkap Akbar di Polresta Denpasar, Bali, Sabtu (13/6).
Jika kasus pembunuhan ini tidak terbongkar, sambung Akbar, rencananya Margriet akan menyerahkan imbalan miliaran rupiah itu pada tanggal 25, namun tak jelas bulan apa. "Rencananya imbalan itu akan diserahkan tanggal 25, tapi tidak jelas tanggal 25 bulan apa," tambah Akbar.
Tak lama setelah pernyataan Akbar kepada media, Agus langsung digelandang petugas dari ruang tahanan Polresta Denpasar menuju ke ruang unit PPA. Seketika itu Agus pun dengan sadar mengakui jika aksi pembunuhan terhadap Angeline itu merupakan perintah dari ibu angkat Angeline, Margrieth Megawe.
Saat dikonformasi Kapolres Denpasar Kombes Anak Agung Made Sudana mengatakan belum tahu perihal ini. "Saya belum tahu, saya cek dulu," katanya.
Sementara itu pengacara Agus, Haposan juga mengaku belum mendengar info tersebut. "Saya belum dengar," ucap Haposan.
Menurut Heri, dari pengakuan itu bisa diperiksa rekening Agustinus. Selain mengaku dijanjikan Rp 2 miliar untuk membunuh Angeline, Agustinus juga disuruh Margriet untuk memperkosa Angeline. Polisi akan menelusuri hal itu. Heri menyebut, Agustinus tidak pernah mengaku hal tersebut di depan polisi. Agustinus baru mengaku pada Akbar Faisal.
Pembunuhan Angeline akibat perebutan warisan semakin mengemuka dalam kasus ini, setelah sebelumnya diberitakan Angeline akan mendapat 60 persen warisan yang ditinggalkan ayah angkatnya yang berkewarganegaraan Amerika Serikat. Angeline dikabarkan berhak mendapat Rp 11,7 milar dari total Rp 19,5 miliar.
Kapolda Bali Ronnie F Sompie mengaku masih mengembangkan kasus ini termasuk dugaan perebutan warisan. "Kita telusuri, kemungkinan soal itu ada," ujarnya.
Sementara itu, Kepolisan Daerah Bali masih menunggu kepastian hukum atas perwalian Angeline Megawe. Kepastian ini diperlukan untuk menentukan siapa yang lebih berwenang atas kepemilikan jenazah Angeline yang merupakan anak adopsi dari Margriet Megawe. "Ketika kepolisian mendapatkan kepastian atas perwalian anak adopsi tersebut, penyidik Polresta Denpasar akan menyerahkannya kepada orang tua yang berhak sesuai aturan hukum," ujar Kapolda Bali Inspektur Jenderal Ronny Sompie saat dihubungi CNN Indonesia, kemarin.
Saat ini jenazah Angeline masih bersemayam di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali. Untuk memperoleh kepastian hak atas jenazah Angeline, penyidik Polresta Denpasar bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali. "(Karena) Kanwil Kumham Bali di Denpasar yang berkompeten untuk menentukan hak atas anak adopsi tersebut," ujar Ronny.  
Angeline, anak perempuan cantik berusia 8 tahun, dinyatakan hilang sejak 16 Mei lalu. Pihak kepolisian akhirnya menemukan jasad bocah malang yang selama ini diduga diculik tersebut dalam keadaan sudah dikubur di halaman rumahnya pada Rabu (10/6).
Setelah melakukan pemeriksaan forensik dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, pihak kepolisian menetapkan satu orang tersangka atas peristiwa ini yaitu Agustinus Tai. Agus merupakan pembantu Margriet yang biasa memberi makan ayam bersama Angeline.
Terpisah, Tim Forensik Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, menyatakan telah menyerahkan hasil otopsi jenazah Angeline kepada Polda Bali. Hasil otopsi yang diserahkan ke pihak penyidik berupa berkas tertulis hasil visum et repertum akan menjadi alat bukti bagi penyidik untuk melakukan penyidikan kasus pembunuhan Angeline.
Sampai saat ini masih banyak pelayat datang mendoakan Angeline. Mereka membawa karangan bunga untuk Angeline. Mereka juga memberikan donasinya untuk Angeline. Warga yang datang tak hanya berasal dari Bali, bahkan warga asing pun terlihat di rumah sakit. (jpnn/udi)

Please publish modules in offcanvas position.