Kriminal | Malang Post

Malang Post

Kriminal

Kabar Peristiwa dan Kriminal terkini di Malang Raya

Divonis Lima Bulan Penjara, Lukito Banding

Lukito Eko Purwandono, ketika duduk di kursi pesakitan PN Kepanjen.

Teman Selingkuhan Divonis Empat Bulan
MALANG – Lukito Eko Purwandono, anggota DPRD Kabupaten Malang dinyatakan bersalah oleh Ketua Majelis Hakim Sri Haryani SH. Politisi Partai Nasdem tersebut, kemarin divonis lima bulan penjara. Sekalipun Lukito masih tetap tidak mengakui perbuatan perzinahan, dengan Itje Trisnawati.
Putusan Ketua Majelis Hakim tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Juni Ratnasari, SH. Pada sidang sebelumnya, JPU menjatuhkan tuntutan selama enam bulan penjara.
Sedangkan Itje Trisnawati, dalam sidang putusan terpisah, divonis hukuman 4 bulan penjara. Namun ia tidak harus menjalani hukuman, karena masa percobaan 8 bulan. Jika selama delapan bulan itu, Itje melakukan tindak kejahatan, maka secara langsung hukuman 4 bulan harus dijalani.
“Berdasarkan fakta hukum yang ada di persidangan, semua unsur dakwaan dari JPU, sudah terpenuhi. Meskipun terdakwa Lukito tidak mengakui, namun tidak menghapus alat bukti lain,” ujar Sri Haryani SH.
Majelis Hakim, juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Lukito, tidak sesuai dengan norma agama. Karena Itje Trisnawati, masih terikat perkawinan dengan H Sukma Raharja, selaku pelapor. Namun melalui surat pernyataan, H Sukma sudah memaafkan istrinya. Laporan perzinahan tersebut, adalah sebagai pelajaran untuk masyarakat.
Dalam surat putusan yang dibacakan Sri Haryani, diungkapkan bahwa hubungan perzinahan antara Lukito dengan Itje, terakhir terjadi 20 Oktober 2014. Perzinahan tersebut, terjadi di sebuah kamar Hotel Surya di Tretes, Pandaan – Pasuruan.
Saat itu, Lukito mengajak Itje bertemu di SPBU Sumberpucung. Setelah bertemu, dengan naik mobil Honda Jazz, keduanya bersama dengan seorang sopir menuju ke Hotel Surya. Kebetulan saat itu, Lukito sedang ada agenda kegiatan dewan di Hotel Surya.
Agung, sopir Lukito yang diminta untuk menyewa kamar hotel. Kamar yang disewa atas nama Agung itu, yang ditempati Lukito dengan Itje. Sedangkan Agung, menempati jatah kamar Lukito sebagai anggota dewan. Keduanya check out dari kamar hotel sekitar pukul 02.00. Kemudian sampai di Kecamatan Kalipare dan berpisah, pukul 05.00.
Terbongkarnya perzinahan, berawal dari istri Lukito yang menghubungi H Sukma, mengatakan kalau Itje berselingkuh dengan Lukito. Mendapat informasi itu, H Sukma lalu mencari tahu dan memang benar ada perselingkuhan dan perzinahan, hingga kemudian dilaporkan ke Polres Malang.
Mendapat putusan hukuman tersebut, Lukito tetap membantah adanya perselingkuhan dan perzinahan. Untuk bebas dari jeratan hukum, ia berupaya melakukan banding. “Saya akan mengajukan banding, karena dakwaan yang dituduhkan kepada saya tidak relevan,” tutur Lukito.
Sementara JPU, Juni Ratnasari, SH mengaku puas dengan putusan Ketua Majelis Hakim. Sekalipun vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan yang diajukan. “Kalau Lukito banding kami tidak masalah, karena itu hak seorang terdakwa untuk mencari upaya hukum lain,” paparnya.(agp/aim)

Nasib Kades Tawangargo Nonaktif, Diputus Hari Ini

MALANG – Nasib Kepala Desa (Kades) Tawangargo, Kecamatan  Karangploso nonaktif, Ferri Misbahul Hakim akan ditentuk hari ini. Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya akan membacakan putusan dugaan korupsi pemakaian dana hibah untuk Pokmas sekitar Rp 260 juta.
“Untuk perkara dugaan korupsi Kades Tawangargo sudah puncak. Jumat besok (hari ini, red) agenda sidang putusan akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya. Salinan putusannya nanti akan kami kabari lebih lanjut,” ungkap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Nageri Kepanjen Yunianto, kemarin.
Pada sidang sebelumnya, Ferri dituntut hukuman kurungan penjara selama 3 tahun. Berdasarkan analisa Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan, Ferri terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Ia terbukti memakai dana hibah untuk Pokmas senilai sekitar Rp 260 juta.
“Putusan hukuman untuk Kades Tawangargo tersebut, bisa bertambah atau berkurang.  Semuanya tergantung dari Ketua Majelis Hakim yang memimpin dan berdasarkan pertimbangan hukumnya,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Kades Tawangargo, Ferri sebelumnya dilaporkan bendahara kelompok masyarakat (Pokmas) Rejeki Mulyo – Tawangargo, Liami dan Supadi, serta Ketua Pokmas Mulyo Agung Tawangargo, Sugeng Toyib. Ferri dilaporkan atas tuduhan dugaan pemakaian dana hibah untuk Pokmas sekitar Rp 260 juta.
Kasus dugaan korupsi ini, cukup mencoreng warga Desa Tawangargo. Bahkan warga yang tidak mau dipimpin oleh Kades korupsi, menuntut dengan beberapa kali melakukan aksi demo. Sedangkan pemeriksaan kasusnya, sempat berjalan molor karena Ferri tidak kooperatif.
Ferri sempat membantah tuduhan melakukan korupsi dana hibah tersebut. Bahkan, sejak dijadikan tersangka, Ferri sempat kabur dan menghilang. Ia akhirnya tertangkap sesaat setelah menemui istrinya di rumah makan Bojana Puri Kepanjen, hingga kemudian dilakukan penahanan di Polres Malang. (agp/aim)

Guru SD Cabuli Keponakan Sendiri

Iptu Sutiyo SH, Mhum

MALANG – Seorang guru seharusnya menjadi panutan bagi anak-anak. Namun yang terjadi di Kabupaten Malang, justru sangat ironis. Hanya mungkin karena nafsu, seorang guru olahraga sekolah dasar (SD) yang ada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, justru melakukan pencabulan.
Korban pencabulan keponakannya sendiri yang masih berusia 6 tahun. Sebut saja namanya Mawar, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan. Mawar diduga sudah beberapa kali menjadi korban pencabulan pelaku, yang berinisial SMJ, 55 tahun.
Kini laporan pencabulan tersebut, sedang dalam tahap penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. “Laporannya sudah kami terima. Sekarang ini masih proses penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi,” ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo SH, Mhum.
Informasi yang diperoleh, perbuatan bejat yang dilakukan SJM tersebut, terjadi di dalam rumah Mawar. Sebelumnya, orangtua Mawar menampung SJM di rumahnya. Orangtua korban tidak curiga, karena SJM merupakan saudara dekat.
Apalagi SJM merupakan seorang guru yang sebelumnya mengajar di Aceh, kemudian dimutasi ke salah satu SD di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. SJM ditampung sementara, karena masih belum memiliki rumah. Namun kepercayaan itu, ternyata justru dijadikan kesempatan oleh SJM. Ia mencabuli Bunga, ketika rumah sedang sepi.
Perbuatan SJM terbongkar, dari kecurigaan orangtua korban terhadap perubahan Mawar. Curiga ada yang tidak beres, orangtuanya lalu bertanya kepada Mawar. Ketika ditanya, Mawar bercerita kalau dicabuli oleh SJM. Tidak terima dengan apa yang dialami anaknya, akhirnya langsung dilaporkan ke Polres Malang.(agp/aim)

Biadab, ABG Cabuli Balita

Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum

MALANG - Perhatian orangtua terhadap anak harus perlu ditingkatkan lagi. Seorang anak remaja di Desa Sedayu, Kecamatan Turen, berinisial GG, 14 tahun, dilaporkan melakukan pencabulan. Korbannya anak di bawah umur. Sebut saja namanya Bunga, 4,5 tahun tetangganya sendiri.
Kasus pencabulan tersebut, saat ini sedang dalam tahap penyelidikan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. "Laporannya sudah kami terima. Kasusnya masih kami selidiki dengan meminta keterangan saksi. Termasuk memintakan visum korban ke rumah sakit," ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum kepada Malang Post, kemarin.
Diperoleh keterangan, pencabulan yang dialami oleh Bunga, terjadi Sabtu (25/7) lalu di dalam rumah GG. Kejadiannya saat rumah GG sepi. Bunga saat itu sedang bermain ke rumahnya.
Entah setan apa yang merasukinya, saat bermain itu, Bunga dipanggil oleh GG. Selanjutnya GG mencabuli dengan memasukkan tangannya ke dalam celana Bunga. Korban yang sempat menolak, diancam akan dipukul jika tidak mau.
Setelah puas melakukan pencabulan, GG lantas menyuruh korban pulang. Ia meminta Bunga untuk tidak menceritakan apa yang terjadi, termasuk kepada orangtuanya. Jika berani menceritakan Bunga diancam akan dipukul.
Peristiwa pencabulan ini terbongkar, berawal dari kecurigaan orangtua korban. Saat itu, orangtuanya hendak memandikan Bunga. Namun Bunga menolak. Curiga dengan perlakuan anaknya, orangtuanya mencoba bertanya tetapi korban tetap diam.
Bunga baru bercerita kepada saudaranya yang berusia 6 tahun. Mendapat cerita itu, saudaranya lantas mengadukan kepada orangtua Bunga. Karena tidak terima dengan kejadian itu, orangtuanya lalu melaporkannya ke Polres Malang.(agp/aim)

Tangkap Tangan Blandong Tebang Pohon Sonokeling

Tersangka Muliono bersama dengan barang bukti kayu yang dicuri di hutan.

MALANG - Muliono bin Sayi, 39 tahun, warga Desa Benjor, Kecamatan Tumpang sejak, awal pekan lalu, harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Tumpang. Ia ditahan, setelah tertangkap tangan mencuri kayu hutan jenis Sonokeling, di Hutan Desa Benjor.
Selain menangkap Muliono, polisi juga mengamankan barang bukti 10 batang kayu ukuran 1 meter dan 2 meter dengan diamater 20 sentimeter, serta sebuah gergaji tangan. Barang bukti tersebut diamankan di lokasi bersamaan dengan penangkapan tersangka.
"10 batang kayu tersebut, dari dua pohon Sonokeling yang ditebang. Selanjutnya oleh tersangka dipotong-potong menjadi beberapa bagian," ujar Kapolsek Tumpang, AKP Heri Subagyo.
Diterangkan Heri, penangkapan tersangka Muliono ini, berangkat dari laporan petugas Perhutani kalau di hutan Benjor, kerap terjadi pencurian kayu. Selanjutnya, berdasarkan laporan itu bersama dengan petugas dari Perhutani, melakukan patroli dengan menyisir sekitar lokasi hutan. Saat menyisir tersebut, polisi mendapati tersangka sedang memotong pohon menjadi beberapa bagian.
Karena tidak ingin menunggu lama, petugas langsung mendekati dan menangkapnya. Saat ditangkap Muliono tidak bisa menunjukkan surat izin penebangan. Akhirnya bersama dengan barang buktinya, diamankan ke Polsek Tumpang.
Dalam pemeriksaan, tersangka berdalih baru sekali itu melakukan pencurian. Ia mencuri seorang diri. Kayu yang dicuri tidak diangkut menggunakan kendaraan, melainkan dipanggul untuk dibawa pulang ke rumah.
"Pengakuannya kayu hutan tersebut digunakan untuk kursi. Tersangka mengetahui di hutan Benjor ada kayu bagus, karena sering bermain di sekitar hutan, akhirnya direncanakan mencuri. Tersangka sendiri pekerjaannya adalah seorang tukang bangunan," paparnya.(agp/aim)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL