Malang Post

Kriminal


Buat Video Porno dengan Selingkuhan, Dipolisikan Istri

Share
MALANG - Seorang mahasiswa jurusan hukum, semester akhir, di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang, terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolres Malang, sejak Rabu (12/3) lalu.
Mahasiswa berinisial VZB, 22 tahun ini, ditahan karena ulahnya sendiri. Dia merekam adegan mesum, yang dilakukan bersama selingkuhannya. Inisialnya N, 21 tahun, yang tak lain, adik tingkatnya.
Kasus ini terbongkar dari laporan LZ, 21 tahun, istri sah VZB. Ibu seorang anak, mengadu ke Polres Malang, karena tidak terima dengan perzinaan yang dilakukan suaminya. Apalagi, LZ merasa dia telah dikhianati.
‘’VZB ini kami tangkap di rumahnya, sesaat setelah ada laporan dari istrinya. Sedangkan teman wanita selingkuhan, yang berada dalam video porno berinisial N, saat ini masih kami jadikan DPO,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini menambahkan, LZ lapor, setelah dia menemukan kartu memory ponsel milik suaminya, yang ada dalam dompet.
Memory tersebut kemudian dipasang pada HP dan ketika dicek, ada film adegan porno suaminya dengan wanita lain. Karena tidak terima, akhirnya dilaporkan ke Polres Malang.
‘’Tersangka kami jerat dengan tuduhan memproduksi video, yang berisi tentang kesusilaan dan atau perzinaan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 (1) jo pasal 45 (1) Undang-undang No. 11 tahun 2008 tantang Informasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 284 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun,’’ terang Aldy.
Video porno tersebut, dibuat pada 14 Februari lalu, saat hari Valentine. Film biru dengan durasi sekitar 15 menit tersebut, dibuat dikontrakan VBZ di Dusun Sumberjo, Desa Kalisongo Kecamatan Dau. Perbuatan dilakukan, ketika LZ, istri VBZ tidak ada di rumah. Ibu satu anak tersebut sedang berada di luar kota mengurus keluarganya.
‘’Saya merekam video porno tersebut, untuk dimiliki sendiri tidak untuk dicopy. Saya merekam juga atas sepengetahuan dan persetujuan N,’’ tutur VBZ dengan kepala tertunduk.
Menurut pengakuan VBZ, hubungan intim yang kemudian direkam dengan HP, dilakukan siang hari. Pemuda asal Maluku ini mengatakan, video tersebut dibuat hanya iseng-iseng dan sekedar untuk koleksi.
‘’Saya hanya sekali melakukan hubungan itu dengan N. Kapan waktunya saya sudah lupa. Video tersebut hanya untuk iseng-iseng saja dan tidak untuk disebarkan,’’ katanya.
Dilanjutkan dia, hubungannya dengan N hanya sebatas teman biasa namun dekat. Dia kenal dengan N sejak sekitar setahun lalu. ‘’N ini adalah adik tingkatan di kampus. Saya tidak punya hubungan khusus dengannya,’’ sambungnya. (agp/avi)
comments

Pemecah Kaca Mobil Hantui Warga Malang

Share
Curi Barang Berharga
MALANG- Aksi kelompok pencuri bermodus memecahkan kaca mobil, benar-benar ‘menghantui’ warga kota Malang. Buktinya, dalam sebulan ini, setidaknya ada tiga laporan pencurian barang berharga dalam mobil yang masuk ke Satreskrim Polres Malang Kota. Hingga hari ini, belum ada satupun pelakunya yang berhasil ditangkap. Seperti yang menimpa Hariyanto, 36 tahun, warga Jalan Sunandar Priyosudarmo Malang. Mobil Toyota Innova, N 407 AE yang dikendarainya, dibobol pencuri ketika diparkir di pinggir Jalan Borobudur Malang, Rabu (12/3) sore.
Kepada petugas Polres Malang Kota, dia mengaku meninggalkan mobilnya untuk jalan-jalan di daerah tersebut. Sekitar 15 menit kemudian, atau sekitar pukul 17.00, dia kembali ke mobilnya untuk pulang ke rumah. “Begitu sampai di mobil, saya lihat kaca bagian tengah kiri sudah pecah,” paparnya kepada petugas. Dilihatnya lagi, satu unit laptop merek Asus senilai Rp 7,5 juta yang ditaruhnya di dalam mobil, sudah raib. Dia pun melaporkan kejadian ini ke polisi.        
Kejadian serupa juga menimpa Fitri Risky Rahmawati, 23 tahun, warga Jalan Danau Sentarum Blok E, Sawojajar, Malang. Rabu, 5 Maret 2014, sekitar pukul 17.00 WIB, dia memarkir mobil Toyota Avanza, N 1988 AD di tepi Jalan Gadang Gg XVII-B Malang untuk menemui temannya. Sedangkan barang-barang berharga ditinggalnya di dalam mobil. “Sudah saya pastikan semua pintu mobil terkunci,” ujarnya kala itu.  Saat kembali ke mobilnya lagi, dilihat kaca mobil bagian tengah sebelah kiri pecah.
Sedangkan barang-barang miliknya berupa  dua BlackBerry, iPod, 6 voucher Carefour, 10 voucher Sogo dan berkas-berkas kuliah hilang. Sama dengan korban sebelumnya, dia melaporkan kejadian ini ke Mapolres Malang Kota. Kepada penyidik, Fitri mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta. Sehari sebelumnya, Mokh. Maskhuri, 36 tahun, warga Jalan Satsuit Tubun Malang, juga menjadi korban pencurian dengan modus serupa.
Senin 3 Maret 2014, pukul 17.30, dia mengaku menaruh tas biru yang berisikan dokumen kantor serta batu permata di dalam mobil Toyota Avanza, B 1017 TFM. “Saya lalu masuk kantor untuk  bekerja. Ketika kembali ke mobil, kaca bagian tengah kiri juga pecah. Barang-barang juga hilang. Saya mengalami kerugian Rp 5 juta,” ungkapnya. Dia juga melaporkan pencurian ini kepada petugas Polres Malang Kota. (mar) 
comments

Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi

Share
MALANG – Masih ingat dengan kasus penggelapan mobil yang dilakukan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Suhadi SE MAP ? Ternyata kasus yang sudah divonis Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen pada Maret 2013, masih belum selesai. Suhadi yang vonis hukuman penjara 10 bulan, berupaya lolos dari jeratan dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.
Tetapi bukannya vonis ringan yang sudah dijatuhkan PN Kepanjen dihapus atau dikurangi. Sebaliknya, hukuman penjara Suhadi justru ditambah dua bulan, hingga menjadi satu tahun kurungan penjara. Hal tersebut, dibenarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Supriadi Ahmad SH.
“Benar mas, putusan banding Suhadi menambah hukumannya menjadi 1 tahun. Putusan lengkapnya turun dan saya terima pada 27 Februari lalu. Hari ini (kemarin, red) saya membuat surat pernyataan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) melalui PN Kepanjen atas putusan banding,” ungkap Supriyadi.
Surat pernyataan kasasi ke MA, karena penasehat hukum Suhadi yakni Rendra Supriyadi SH, mengajukan kasasi pada 7 Maret. Kasasi diajukan sebagai upaya hukum terdakwa, untuk mendapatkan vonis ringan dari vonis sebelumnya.
“Kalau saya (JPU) tidak menyatakan kasasi akan salah. Karena kasasi yang saya ajukan sebagai antisipasi apa upaya hukum yang dilakukan oleh terdakwa. Akan tetapi, untuk isi kasasinya, kami masih menunggu memori kasasi dari penasehat terdaka. Dari memori kasasi itu akan kami tangkis dengan kontrak memori,” ujarnya.
Terpisah Rendra Supriyadi SH, penasehat hukum dari terdakwa Suhadi saat dikonfirmasi memang membenarkan bahwa hukuman penjara Suhadi bertambah menjadi satu tahun. Bertambahnya hukuman penjara dari putusan banding, lantaran ada salah satu hakim yang kurang setuju dengan pertimbangan hukum.
“Tetapi dengan pengajuan kasasi kami berharap ada penurunan hukuman penjara. Kami akan berupaya sampai vonis Suhadi dikurangi dengan pengajuan kasasi itu,” tutur Rendra Supriyadi.
Sementara, dengan putusan mengajukan kasasi, maka secara tidak langsung, status tahanan kota untuk Suhadi masih berlanjut. Tahanan kota akan berakhir setelah ada keputusan tetap dari Mahkamah Agung (MA).(agp/nug)
comments

Maling Jahe Babak Belur Dihajar Massa

Share
TUMPANG- Amuk massa Selasa (11/3) malam terjadi di Dusun Dampul RT 02 RW 01 Desa Duwet, Kecamatan Tumpang. Masyarakat menghakimi Jono, 40 tahun dan Seneli, 55 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, setelah tepergok mencuri dua karung jahe di kebun milik Joyo, 63 tahun warga setempat.
Petugas Polsek Tumpang yang mendapat laporan dari warga segera datang ke lokasi kejadian. Dalam kondisinya babak belur, keduanya bersama barang bukti berupa dua karung berisi jahe, seketika itu juga digelandang ke Mapolsek Tumpang.
“Mungkin saat itu kalau kami datang terlambat, kondisi kedua tersangka sudah lain lagi. Kini kkami sedang melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka,” ujar Kapolsek Tumpang AKP Hartono kepada Malang Post kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Mulanya, kedua tersangka berangkat menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian. Sesampainya di tempat yang dituju, keduanya langsung menggali tanah dan mencabuti tanaman jahe milik korban. Lalu, jahe-jahe tersebut dimasukan ke dalam karung yang telah mereka bawa dari rumah. Hasilnya, mereka mendapatkan jahe sebanyak dua karung. Tanpa rasa bersalah, mereka meninggalkan tempat tersebut.
Saat akan meninggalkan tempat itulah, ternyata ada warga yang memergoki aksi mereka. Warga pun menginterogasi mereka. Setelah keduanya mengaku habis mencuri jahe-jahe tersebut, masyarakat yang terlanjur naik pitam langsung menghakimi mereka. Warga yang marah, ramai-ramai menghajar babak belur kedua tersangka.
Akibat aksi massa tersebut, membuat tersangka Seneli mengalami luka cukup serius, yakni patah tulang kaki kiri. Tak puas sampai di situ saja, warga juga membakar sepeda motor milik tersangka. Beruntung aksi massa tidak semakin parah, setelah petugas Polsek Tumpang datang ke tempat tersebut.
Kemudian oleh petugas, keduanya diamankan dan dibawa ke Polsek Tumpang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Sedangkan dihadapan penyidik yang memeriksanya, kedua tersangka mengaku mencuri jahe-jahe tersebut, kemudian dijual di pasar.
“Rencananya, jahe-jahe itu akan langsung dijual dipasar. Eh apes, malahan kepergok warga sampek dihajar babak belur seperti ini. Kami berdua hanya buruh tani yang penghasilannya pas-pasan. Hasil penjualan jahe itu, akan dipakai untuk membeli kebutuhan pokok,” kilah Jono. (big/aim)
comments
Last Updated on Wednesday, 12 March 2014 12:27

24 Ribu Butir Pil LL dan Minuman Keras Disita

Share
MALANG - Menjelang pemilihan umum, operasi cipta kondisi terus menerus dilakukan polisi. Akhir pekan kemarin, jajaran Satreskoba Polres Malang Kota berhasil mengungkap peredaran 24.000 butir pil LL dan dextro. Kedua kurirnya berhasil dibekuk, yakni Zainul Arifin 27 tahun, warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang dan Moch. Arifin, 27 tahun warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Menurut petugas, mereka ditangkap saat baru tiba di Malang, dengan menaiki motornya.
“Mereka dibekuk anggota reskoba ketika melajukan motornya di Jalan Panji Suroso Malang, saat hendak mengantarkan 24 plastik atau 24.000 ribu pil kepada pemesannya di kota Malang. Rinciannya, satu plastik berisi pil dextro sedangkan 23 plastik lainnya pil LL,” tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH. Dipaparkannya, keberadaan kedua tersangka ini memang sudah tercium petugas yang mendapat informasi adanya rencana transaksi pil-pil tersebut di kota Malang.
Penyidik yang memeriksa, mendapat pengakuan bila 24.000 butir pil LL dan dextro ini merupakan milik pelaku berinisial ID. “Nama ID ini masih diburu anggota reskoba. Dari hasil pemeriksaan itu pula, tersangka mengaku mendapatkan upah Rp 500.000 per kiriman,” lanjutnya didampingi KBO Satreskoba Polres Malang Kota, Iptu Gunarsono. Dwiko yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Batu itu menegaskan, Zainul Arifin dan Moch. Arifin sudah dua kali ini mengirimkan pil.
“Kalau yang sebelumnya hanya 10.000 butir pil,” jelas dia. Namun, polisi mencurigai bila komplotan peredaran pil LL dan dextro cukup rapi dalam menjalankan operasinya. Salah satu bukti, di setiap kemasan plastik, tertulis pil Vitamin B untuk mengecoh petugas. “Tersangka mengaku kenal dengan ID ketika kerap karaoke di Sidoarjo. Di sanalah mereka bertemu dan mau menjadi kurir pil untuk para pemesannya,” tegasnya.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, polisi juga menyita 204 botol minuman keras (miras). Mantan Kapolsek Wajak tersebut menerangkan, operasi cipta kondisi tidak hanya diberlakukan kepada narkoba saja, namun miras pun menjadi sasarannya. Ratusan botol miras ini disita dari dua toko kelontong yang berada di Jalan Gilimanuk Malang dan Jalan Terusan Dieng Malang. “Operasi ini memang untuk menghindarkan aksi kejahatan yang muncul di saat menjelang pemilu karena pengaruh narkoba ataupun miras,” tutup Dwiko. (mar)
comments

Page 172 of 215