Malang Post

Pembawa Acara Sexophone Edukasi Seks di UIN

Share
MALANG -  Salah seorang pembawa acara Sexophone di Trans TV sekaligus seksolog seksi Zoya Amirin mengedukasi mahasiswa UIN Maliki Malang seputar dunia seks akhir pekan lalu. Dalam paparannya ia mengingatkan kepada mahasiswa pentingnya edukasi seks.
“Seks bukan hal yang tabu untuk diperbincangkan karena semakin tahu apa itu seksualitas maka akan semakin baik,“ ungkapnya dalam seminar bertajuk Problematika Seks dalam Kehidupan di Lantai 5 Rektorat UIN Maliki.
Menurutnya selama ini pendidikan seks untuk anak dan remaja di Indonesia masih kurang. Karena mayoritas masih menganggapnya sebagai hal tabu.  Ia juga menjelaskan bahwa seks tidak sama dengan cinta. Jadi tidak benar kalau hanya karena cinta dan sayang maka rela melakukan hubungan seks.
“Jadi jangan pernah mengatasnamakan cinta untuk seks utamanya bagi pasangan yang belum menikah,“ kata dia. Menurut Zoya pendidikan seks perlu diberikan kepada setiap individu untuk mempersiapkan diri dalam menyikapi persoalan- persoalan yang akan dihadapi dan yang sedang dihadapi.
Menurutnya homoseksual dan biseksual bukan merupakan penyimpangan seksual akan tetapi merupakan orientasi seksual saja. Dia berpesan jangan sekali-kali melakukan hubungan seksual sebelum siap dengan resiko dan pertanggungjawabannya, karena akan menyebabkan kehamilan dan penularan penyakit kelamin.
Zoya juga mengupas tentang perilaku menyimpang pada seks salah satunya adalah eksibhionisme. Menurutnya siapa pun yang kebetulan melihat orang yang melakukan orientasi seks dengan memamerkan alat kelaminnya sebaiknya tidak panik.
“Tidak perlu berteriak justru itu akan membuat orangnya senang dan mencapai kenikmatan,“ jelasnya. Kehadiran partner Chantal Della Concetta  dalam memandu acara Sexophone ini disambut antusias oleh mahasiswa UIN Maliki.(oci/eno)
Foto: Prof Dr Anwar Sanusi
Unmer Rintis Kerjasama dengan UiTM//
MALANG - Universitas Merdeka (Unmer) Malang akan membangun kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Malaysia. Yakni dengan University Teknology MARA Malaysia (UiTM). Kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan citra lembaga di dalam dan luar negeri.
”Citra lembaga ini perlu terus didorong, karena itu beberapa langkah sudah saya siapkan untuk mewujudkannya,” ungkap Rektor Unmer Malang, Prof Dr Anwar Sanusi kepada Malang Post.
Kerjasamanya meliputi riset, pertukaran mahasiswa, dosen dan juga kuliah tamu. MoU dengan UiTM sudah dilaksanakan pada 19-22 November lalu.
Strategi lain yang akan ditempuh untuk meningkatkan citra lembaga di antaranya adalah meningkatkan mutu lulusan. Untuk itu Unmer memrogramkan pembinaan watak  bagi mahasiswa dengan merevitalisasi peran Forum Pendidikan Agama. Disamping itu, integrasi kegiatan Pusat Pelatihan dan Perekrutan Tenaga Kerja (PPRTK)  Unmer Malang dengan program studi juga akan ditingkatkan. Strategi berikutnya adalah meningkatkan kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat. Dan strategi keempat adalah memperbaiki tata kelola kampus menuju good university governance.
Untuk mensosialisasikan kebijakan kampus ini, rektor juga gencar melakukan anjangsana ke masing-masing fakultas. Dalam kegiatan itu rektorat memaparkan program kerja serta menjaring aspirasi dan mendengarkan umpan balik terhadap program yang sudah dibuat. Dibandingkan dengan diskusi publik yang melibatkan semua civitas akademika dari berbagai fakultas, menurutnya kegiatan ini dianggap lebih tepat mengingat ada beberapa permasalahan khusus yang terdapat pada masing-masing fakultas.
”Silaturahmi ke fakultas akan lebih berdaya guna sebagai sarana mengkomunikasikan program kerja sekaligus membangun komitmen bersama segenap civitas akademika untuk mengembangkan kampus,” bebernya.  
Fakultas yang sudah dikunjungi diantaranya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi, Psikologi, Teknik, Teknologi Informatika, Hukum,  dan Program Pascasarjana.(oci/eno)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.